Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

7.14.2011

Indahnya Lombok - Story & Budget Traveling ke Lombok

          Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 26 Juni 2011 sampai 2 Juli 2011, saya dan tujuh orang teman geologi UGM memutuskan untuk backpacking ke Lombok. Disini, saya akan menceritakan pengalaman saya selama berada di Lombok. Semoga dengan postingan ini, bisa membantu para petualang lainnya yang mau menjelajah The Beautiful 'Pulau Lombok'.

26 Juni 2011
         Pagi ini adalah hari keberangkatan kami ke Lombok. Kami berangkat dari stasiun Lempuyangan, Yogyakarta menggunakan kereta Sritanjung jurusan Yogyakarta - Banyuwangi. Karena niat awalnya backpaker, tentulah ini adalah kereta ekonomi. Tiket kereta api Sritanjung ini seharga Rp 35000 per orang. Karena keberangkatan awal adalah dari Yogyakarta, maka masih banyak sekali tempat duduk kosong sewaktu kami naik.

          Kereta Sritanjung berangkat pukul 07.30 WIB. Tapi tentu saja kereta ini masih khas kereta Indonesia yakni telat. Baru sekitar pukul 08.00 WIB kami berangkat setelah maju mundur sebanyak dua kali. Aku sendiri sampai sekarang masih nggak tahu tujuannya maju mundur itu untuk apa. Hehehe.


Kereta api Sri Tanjung yang berjasa membawa kami ke Banyuwangi
by Fajar Arifianto

          Akhirnya setelah maju mundur nggak jelas itu, kereta ini pun berangkat. Tapi nasib kami saat itu emang lagi sial. Sampai di Klaten, aku lupa stasiun mana, kereta api ini mogok. Pengumumannya si ngalami kerusakan teknis gitu. Cukup lama kami nunggu kereta ini jalan lagi, sekitar hampir 1 jam. Aku berusaha maklumin ni kereta meskipun saat itu keselnya minta ampun. Udara panas dan waktu satu setengah jam baru nyampe Klaten. Disinilah jiwa seorang backpaker benar-benar diuji. Hehehe.

        Akhirnya setelah kurang lebih 1 jam, kami pun bisa berangkat lagi. Ternyata kenyamanan tempat duduk yang kami dapatkan hanyalah kenyamanan semu, karena semakin meninggalkan Yogyakarta, penumpang yang mendesaki kereta ini makin banyak dan bahkan cenderung anarki. Tipisnya oksigen ditambah riuhnya pedagang seakan membuat kepalaku mau pecah.

          Banyak sekali pedagang asongan yang berjualan di kereta ini. Dan harganya pun tergolong murah. Harga makanan berkisar antara Rp 1000 sampai Rp 5000. Makanan sangat bervariasi antara nasi, camilan, air mineral, dll. Diusahakan kalau sebelum naik kereta sudah membeli air mineral yang 1,5 liter untuk menekan pengeluaran.


          Rute yang dilewati kereta ini adalah Yogyakarta, Klaten, Solo, Sragen, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. D Penderitaan kami harus berdesak-desakan akhirnya berakhir setelah kami mencapai daerah Pasuruan sampai Probolinggo. Total kami membutuhkan 17 jam di dalam kereta untuk akhirnya sampai Banyuwangi.

          Pukul 00.30 WIB, akhirnya kami sampai di stasiun Banyuwangi baru. Kami sempat ditawari oleh angkot-angkot dan tukang becak untuk menuju pelabuhan. Tetapi setelah tanya petugas setempat, jarak stasiun Banyuwangi Baru ke pelabuhan Ketapang ternyata sangat dekat. Hanya kurang dari 500 meter. Cukup mudah untuk berjalan kaki setelah duduk seharian. Kami cukup berjalan sekitar 100 meter keluar dari stasiun, kemudian belok kanan dan berjalan sampai mencapai dermaga. 


27 Juni 2011
          Pukul 01.30 WIB, setelah mampir juga di sebuah minimarket, kami pun beranjak menuju pelabuhan Ketapang untuk menuju Pulau Bali. Tiket penyeberangan untuk per orang ternyata murah, hanya Rp 6000, 00. Kami beruntung karena mendapatkan ferry yang berangkat pukul 02.00 WIB. Ferry ini kabarnya berangkat setiap jam.

          Saat itu keadaan Selat Bali agak kurang bersahabat karena ombak lumayan tinggi sehingga kapal olang oleng ke kanan dan kiri membentuk sudut tertentu. Aku dan beberapa teman sempat agak pusing dengan keadaan seperti itu. By the way, di kapal ini juga ada koperasi yang menjual makanan dan menyewakan colokan untuk cas HP. Temanku beli Pop Mie kena Rp 8000, sedangkan temanku yang mengecas HP kena Rp 5000 - Rp 8000 rupiah. Sebisa mungkin hindari membeli makanan di koperasi kapal, karena harganya sangat mahal, kecuali benar-benar terpaksa.


Suasana Pelabuhan Ketapang di dini hari, tampak kesibukan bus yang akan memasuki kapal untuk menyeberang


          Akhirnya pukul 03.00 WITA, sampailah kami di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Disana kami tidak langsung melanjutkan perjalanan seperti kebanyakan backpaker lain yang kami temui. Tapi kami memutuskan untuk istirahat di masjid pelabuhan untuk menunggu teman kami yang menyusul dari Jogja.

          Pukul 05.30 WITA, karena teman kami terlalu lama, maka kami memutuskan untuk berangkat dahulu. Tujuan kami selanjutnya adalah pelabuhan Padang Bai, di ujung Bali sebelah timur. Sebenarnya ada bus yang langsung menuju Padang Bai dari Pelabuhan Gilimanuk dengan tarif sekitar Rp 40.000 dan lama tempuh 5 sampai 6 jam, tetapi saat itu kami tidak menemukannya. Kami ditawari bus sampai ke terminal Ubung dengan biaya Rp 20.000 per orang.

          Perjalanan itu memakan waktu cukup lama yakni sekitar 3 jam karena ternyata jaraknya cukup jauh, yakni lebih dari 100 kilometer. Perjalanan yang cukup jauh ini kumanfaatkan untuk menikmati Pulau Bali dan tertidur lelap setelahnya.

          Akhirnya sekitar pukul 10.00 WITA, kami sampai di terminal Ubung, Bali. Kami segera mencari makan dan menunggu kedatangan teman kami. Rumah makan di sekitar terminal cukup mahal bagi kami. Saat itu aku makan nasi + gulai + teh hangat, habis sekitar Rp 12.000.

         Sekitar pukul 11.30 WITA, kami pun memutuskan untuk berangkat ke Padang Bai setelah teman kami akhirnya datang. Saat itu kami sempat bertanya-tanya dengan Polres yang sangat ramah, kami dicarikan sebuah angkot yang akhirnya kami carter. Kami kena Rp 20.000 per orang. Tapi itu tidak sampai Padang Bai. Hanya di sekitar Gianyar. Karena setelah itu kami akan dijemput oleh kerabat teman kami yang kebetulan ada di Bali.

          Perjalanan ke Gianyar memakan waktu sekitar 1 jam. Sesaat setelah sampai Gianyar, kami pun dijemput oleh kerabat teman kami yang ternyata adalah Polres juga. Hehehe. Kami pun diantarkan ke Padang Bai, perjalanan sekitar 45 menit.

          Sekitar pukul 15.00 WITA, akhirnya kami sampai Padang Bai. Pelabuhan ini agak berbeda dengan Gilimanuk, dimana penjagaanya lebih ketat dan ada polisi yang berjaga. Tiket penyeberangan seharga Rp 36.000,00 seorang. Saat itu kami sempat ditawari calo untuk menyebrang dan transport ke Senggigi seharga Rp 80000, dimana kami menolak mentah-mentah. kami berangkat pukul 16.00 WITA.


Suasana pelabuhan Padang Bai di sore hari, untuk menuju Pulau Lombok bisa juga menyewa boat seharga Rp 660.000,00 per carter


Foto-foto nunggu kapal berangkat

Foto di gardu pandang

         Akhirnya pukul 16.00 WITA, kami pun memasuki kapal dan berangkat menuju Pulau Lombok. Ferry yang menuju Lombok ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan ferry yang menuju Bali. Disini kami mendapatkan kursi empuk seperti di kereta api eksekutif, ruangan yang berAC dan hiburan televisi. Perjalanan memakan waktu 4 jam mencapai pelabuhan Lembar, Lombok. Konon katanya kita bisa melihat Lumba-lumba di sepanjang selat Lombok, tetapi temanku yang sempat hunting gak ketemu.

         Pukul 20.00 WITA, akhirnya kami sampai pelabuhan Lembar, Lombok. Disana kami sudah diserbu oleh banyak calo sewaktu sampai disini. Tujuan kami malam ini adalah menginap di daerah Senggigi. Setelah tawar sana tawar sini, akhirnya kami carter sebuh angkot dengan per orang dibanderol Rp 20.000. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Senggigi. Setelah sampai, kami segera mencari makan, kami memilih rumah makan padang.
Selesai makan di WM Padang, Senggigi

         Ternyata biaya makan di Senggigi sangatlah mahal, kami sempat kaget sewaktu habis makan. Aku nasi sayur + udang + teh hangat habis Rp 18.000. Setelah makan, kami memutuskan mencari penginapan. Kami menginap di sebuah hotel bernama hotel Elen. Untunglah biayanya masih standar, kami dibanderol Rp 50.000 per orang semalam / Rp 150.000 per 3 orang. Saat itu kami menyewa 3 kamar.

Petunjuk menuju ke Hotel Elen di Senggigi

Suasana Hotel Elen

          Malam itu kami tidak langsung tidur tetapi jalan-jalan dahulu di sekitar Senggigi, dimana banyak sekali cafe berjajar. Tapi cafe di Lombok ternyata tidak seeksis Bali karena pukul 02.00  pagi mereka sudah banyak yang tutup. Saat itu kami sempat 'mampir' ke Happy Cafe, salah satu cafe terkenal di Lombok. Haha

Suasana Happy Cafe

         Kami selesai jalan-jalan sekitar pukul 02.30 WITA, setelah itu kami semua sudah kembali ke Elen dan tertidur lelap.

28 Juni 2011
         Second day in Lombok.. Yep! Hari ini kami sangat bersemangat karena hari sangat cerah dan sinar matahari bersinar menyegarkan. Setelah sarapan pai (sarapan ini gratis, termasuk paket kamar), kami pun bersiap berangkat. 

Oya, sebelumnya kami memutuskan untuk menyewa mobil dalam perjalanan kami ini. Dua temanku yang tawar menawar sempat kesulitan karena ternyata pihak penyewa tidak menyewakan mobil untuk wisatawan lokal jika tidak disertai sopir. Hal itu dikarenakan mereka pernah kehilangan sebelumnya. Tetapi temanku dengan tekad kuat dan berbekal kartu mahasiswa pun akhirnya berhasil meyakinkan bapak penyewa sehingga kami bisa menyewa tanpa sopir. Saat itu kami kena Rp 350.000,00 untuk 24 jam full.
Foto-foto sebelum berangkat

        Akhirnya pukul 10.00 WITA, kami pun berangkat meninggalkan Senggigi. Tujuan kami hari ini adalah ke kaki Gunung Rinjani, Danau Segara Anakan, dan Pantai Kuta. Perjalanan memakan waktu cukup lama, tetapi itu semua tidak terasa ketika kami melewati jalan di Pulau Lombok dengan pemandangan yang sangat indah. Pantai membentang luas di sebelah kiri kami dengan airnya yang sangat biru dan jernih. Di sebelah kanan kami, perbukitan zamrud terhampar. 

Disana aku sempat mengamati batuan yang menyusun Lombok, aku temukan sebagian besar adalah batuan vulkanik, baik tuff, breksi piroklastik, tufa andesit, dll. Dan satu hal yang pasti, di Lombok sangat sulit untuk menemukan pom bensin. Kami sempat kebingungan dan terpaksa membeli bensin eceran saat itu. Tetapi hal yang positif, jalanan di pulau Lombok sudah beraspal bagus. Sehingga baik naik motor ataupun mobil, akan sangat menyenangkan.


Foto-foto sewaktu berhenti beli bensin

         Perjalanan pun kami lanjutkan. Saai itu kami tak berhenti-berhentinya kagum melihat keindahan Pantai Senggigi. Setelah sampai di gardu pandang inilah puncak kekaguman kami. Karena laut begitu indah seperti safir yang terpantulkan oleh sinar matahari.

Jalanan di pulau Lombok yang sangat mulus



Cantiknya Pantai Senggigi

        Puas foto-foto di pantai Senggigi sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah menginjak salah satu tempat terindah di bumi, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju Gunung Rinjani. Jujur, aku sangat bersemangat untuk melihat secara langsung gunung ini setelah ada iklan di TV yang menayangkan keindahan Danau Segara Anakan. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mataku terkagum melihat alam ciptaan Tuhan. Mungkin inilah salah satu hal positif dari berjibun hal positif yang aku dapatkan selama backpackeran, yakni aku bisa lebih mengagumi, mensyukuri alam ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa sehingga semakin hormatlah dan takutlah aku akan kuasa-Nya. 

Sekitar 1 jam kemudian, sampailah kami di pos penjagaan sebelum masuk ke spot pendakian Gunung Rinjani. Kami diharuskan membayar Rp 2000 untuk bisa lewat. Setelah 10 menit lagi berjalan, akhirnya sampailah kami di spot pendakian Gunung Rinjani. Saat itu kami bingung karena tempatnya tidak seperti yang kami harapkan, kami mengharapkan bisa melihat tubuh gunung dari jauh (seperti melihat Gunung Merapi dari Selo, Boyolali). Yang membuatku kecewa lagi, untuk ke Danau Segara Anakan, ternyata harus mendaki 9 jam untuk sekali jalan. Tentu saja itu di luar rencana kami, karena kami tidak mempunyai rencana untuk mendaki atau semacamnya. Akhirnya dengan sedikit rasa kecewa, kami pun berfoto-foto di spot pendakian tersebut.

Foto-foto di spot pendakian Gunung Rinjani

        Setelah puas foto-foto, kami pun beranjak meninggalkan Rinjani dan berniat mencari wisata selanjutnya yakni pantai yang indah. Perjalanan turun kembali membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Kebanyakan pantai di Lombok sangat indah dengan pasir putihnya dan air birunya yang sangat bersih. Sayang sewaktu sampai di pantai, saat itu suasana sedang mendung sehingga kurang tampak warna safir seperti yang kami lihat tadi pagi.

 Cantiknya pantai di Lombok meski cuaca sedang mendung

        Setelah puas menfoto dan bermain-main air, kami memutuskan untuk mencari pantai lainnya yang lebih cantik lagi. Akhirnya kami menemukan dan bermain kano disana. Kano disewakan dengan harga yang bervariasi antara Rp 15.000 sepuasnya atau Rp 5000 sepuasnya. Saran saya, tawarlah sampai Rp 5000 jika mendapat harga yang lebih tinggi. Bermain kano di pantai Senggigi sangat mengasyikkan karena pantai ini masih tidak terlalu dalam sampai 500 meter ke depan sehingga aman. Setelah puas bermain kano, kami pun segera membersihkan badan dan bersiap untuk kegiatan malam itu yakni keliling kota Mataram dan mencoba santapan khas Lombok yakni ayam Taliwang.

       Mataram ternyata kota yang indah sewaktu malam hari dengan lampu-lampu dan gemerlap kota yang berkilauan. Cuma untuk turis yang pertama datang ke Lombok, memang agak susah untuk menghafal jalan-jalan di Lombok yang cukup ruwet. Minimal, harus membawa peta. GPS semakin bagus. Setelah berputar-putar sejenak menikmati kota Mataram, kami pun menepi di sebuah warung makan pinggir jalan yakni ayam Taliwang. Sungguh penasaran lidahku merasakan kelezatan ayam ini.

 Ayam taliwang

Bagi budget backpacker seperti kami, harga ayam ini cenderung mahal. Seporsi ayam dihargai Rp 20.000, belum termasuk nasi dan minumnya. Alhasil, banyak teman-temanku yang menghabiskan sampai Rp 25.000 sekali makan. Tapi ya sudahlah, mumpung kami disini, bukan?

         Setelah selesai melahap ayam ini, kami pun memutuskan untuk kembali ke Senggigi dan berniat mencari masjid untuk tempat istirahat. Tetapi rencana kami ternyata tidak mulus karena kebanyakan masjid di Senggigi digembok jika malam hari. Alhasil, terpaksalah malam itu kami tidur di mobil. Percayalah, sangat tidak nyaman tidur dengan pergerakan yang terbatas dan kaki ditekuk. But we're backpacker. Nggak boleh banyak ngeluh kan? Hehehe. Aku bersyukur bisa tidur selama kurang lebih 3 jam. Setidaknya untuk persiapan tenaga hari esok ke  Gili Trawangan. This is my second day. =)

29 Juni 2011
                Hari cerah lagi, bahagianya! tapi ya emang musim kemarau si hehe. Hari ini rencananya kami ke Gili trawangan, pulau kecil di barat Lombok. Setelah diantarkan oleh bapak penyewa mobil, kami turun di pelabuhan Bangsal. Disana beli tiket bangsal - gili trawangan senilai Rp 10.000, sebelumnya makan nasi habis Rp 10000 ( 2 nasi, 1 buat makan siang). Perjalanan naik boat cuma bentar, sekitar 45 menit sampai di Gili Trawangan. 

  Cantik banget sumpah gan Gili Trawangan ini...

Sumpah indah banget, pantai dipenuhi koral-koral yang sangat buanyak dan berwarna birruuu jernih sekali. Disini kami sempat berjalan-jalan bentar sebelum akhirnya snorkeling. Kami mengambil paket snorkeling + boat + mandi seharga Rp 75.000,00 dan aku sewa pelampung Rp 15.000.

Seru banget gan snorkeling itu bikin ketagihan, airnya bening bangeet..

               Tak kusangka, aku benar2 suka snorkeling meski nggak bisa renang. AKu bisa lihat terumbu karang dan ikan-ikan kecil biru yang sangat indah, laut juga sangat segar. Kami diantarkan ke 3 spot snorkeling, setiap spot 30 menit sampai 45 menit di tengah laut. Wah pokoknya sip banget. Selesai snorkeling, kami pun dimampirkan ke Gili air (Pulau disebelah gili trawangan buat mandi), Gili air nggak kalah cantik. Setelah selesai, diangkut kembali ke Gili trawangan. Dari Gili trawangan, kami naik boat lagi sampai dataran Lombok seharga Rp 10.000,00.
                Sampai di Lombok lagi, kami memutuskan naik angkot @17.000 sampai ke Cakranegara, kota Mataram. Disana kami menginap di Hotel bergaya Bali dengan Rp150.000/malam (@50.000). Malemnya sempat makan bakso Rp5000.

30 Juni 2011
               Hari ini rencana kami adalah keliling kota Mataram dan cari oleh-oleh. Kami check out hotel tengah hari, setelahnya makan nasi goreng yang muahal, habis sekitar Rp 25.000,00. Setelah beli oleh-oleh kami kembali ke pelabuhan Lembar. Transportasinya naik angkot Rp 20.000. Sampai di Lembar, dikejar-kejar calo dapat tiket Rp 36.000 balik ke Bali. Sebelumnya beli nasi buat makan siang Rp 5000,00.
               Di bali masa depan udah lebih jelas cz ada temen jadi bisa numpang di rumahnya. kami dijemput di PadangBai dan diajak nginap di rumahnya didaerah Klungkung. Dapat makan gratis juga.

Day 6 - 1 Juli 2011
                Hari ini kami diajak jalan-jalan ke Pantai Dreamland, hutan bakau, dan ke Joger sorenya. Sempat berhenti juga di Universitas udayana buat makan habis Rp 6000. Beli minum juga Rp 6000. Pantai dreamland ini pantai baru yang dibuka di Bali pada batugamping, panasnya minta ampun. Tapi ombaknya bagus buat surfing. Cukup lama disini dan banyak bulenya, dari sini kami melanjutkan ke hutan bakau. mau bayar dibayari temen,setelah itu beranjak ke Joger.

  Ini dia gan Pantai Dreamland di Bali, panasnya minta ampun tapi pemandangan sangat indah dan ombak bagus buat surfing..

 
Bersantai di Hutan Bakau Bali gan, biaya masuknya 5000/orang (2011)

                Malemnya kami diantarkan sampai terminal Ubung, disana kami naik bus Rp 25.000 menuju ke Gilimanuk. Sekitar dini hari, kami sampai di pelabuhan Gilimanuk lagi. Disana segera cari tiket kapal ke banyuwangi Rp 6000.

Day 7 - 2 Juli 2011
                Dini hari, kami sampai juga di pelabuhan gilimanuk. Setelah membayar tiket kapal Rp 6000, kami pun menyeberang lagi ke Banyuwangi. Di banyuwangi saat itu udah jam 2 atau 3, dan kami pun memutuskan tidur di depan stasiun. Saat itu banyak juga backpacker yang klesotan disana. besoknya perutku kembung. Hwaahh..

                Akhirnya jam 6 pagi datang dan kami beli tiket train Banyuwangi-Jogja seharga Rp 36.000, perjalanan agak cepat dan aku sampai kotaku, Solo jam 7 malem. My journey is end.

Update 2013:
Harga tiket kereta api Sritanjung Rp 50.000,00 dan sekarang AC semua, tidak berdesak-desakan (2013)

Harga paket snorkeling 3 pulau yang pesen di Gili Trawangan Rp 100.000,00 (2013) 

//Total biaya perjalanan://
Day 1
Sepur Jogja-Banyuwangi 35.000
Jajan di sepur 5000
Total 40.000

Day 2
Jajan di minimarket 15.000
Kapal ketapang-gilimanuk 6000
Bis gilimanuk-ubung 25000
Angkot ubung-gianyar 20.000
Kapal padangbai-lembar 36.000
Angkot Lembar-Senggigi 20.000
makan nasi padang 18.000
Hotel 1 malam @50.000
Total 190.000

Day 3
Sewa mobil @50.000
Bensin @15.000
makan nasgor + sosro 10.000
sewa kayak 5000
makan taliwang 20.000
beli minum 1,5 liter 4000
Total 104.000

Day 4
Kapal Lombok-gili trawangan 10.000
makan pagi+siang 10.000
Snorkeling 75.000
pelampung 15.000
Gili trawangan-lombok 10.000
angkot ke mataram 17.000
hotel bali @50.000
bakso 5000
Total 192.000

Day 5
angkot 20.000
makan nasgor 25000
kapal ke bali 36.000
nasi bungkus 5000
Total 86.000

Day 6
makan di udayana 6000
minum es 6000
bus ke gilimanuk 25.000
kapal gilimanuk 6000

Day 7
Beli pop mie 3000
Tiket banyuwangi-jogja 35.000
jajan di sepur 10.000
Total48.000

Total keseluruhan= Rp 666.000 +
                                      (oleh-oleh Lombok Rp 105.000) +(oleh2 joger Rp 75.000)
                                   = Rp 846.000 (Cheap, isn't it?)

Harga paket tur (Lombok saja) untuk 2 hr 1 mlm / 4 hari 3 malam= RP 1 JUTA - 4 JUTA, bahkan ada yang sampai 8JUTA. Belum termasuk transportasi dari kota asal ke Lombok. Tidak ke Bali juga. MAHAL yak? wkwk..so why not choose backpacking style?

0 comments:

Poskan Komentar