Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

7.15.2020

Surabaya, 10 Juli 2020: [THOUGHT] Mengapa tidak perlu iri rejeki orang? because no amount of money can make human satisfied !

Di era sekarang ini, aku menjumpai banyak fakta yang membuatku terkadang sedikit bergidik. Aku menjumpai manusia yang begitu mudahnya iri dan tidak menyukai orang, jika orang tersebut lebih sukses/'terlihat' lebih banyak uang, daripada dirinya. So klasik, huh? Padahal manusia yang iri tersebut juga hidupnya sudah berkecukupan lo. Ya, aku tau dia berkecukupan dari gaya hidupnya sehari-hari. Aku perkirakan masih nyisa-lah pendapatannya setelah dikurangi biaya hidup sehari-hari. Oya pemikiran ini aku dapatkan dari hasil perenunganku selama ini ya. Baik aku yang mengalaminya sendiri (aku merasakannya), aku melihatnya, aku mendengarnya, maupun dari yang aku baca-baca di media. 

Jadi objeknya benar-benar tidak terbatas, bahkan termasuk diriku sendiri (jadi pemikiran ini bukan ditujukan untuk nyindir sekelompok orang tertentu). Karena aku sendiri hanya manusia biasa dan pasti juga pernah merasakan perasaan seperti itu. 

Tapi ane mengalami itu dulu.... Dulu.. sewaktu ane belum mendapatkan pencerahan tentang 'apa arti kehidupan ini sebenarnya'. Sebelum ane menyadari, bahwa apa yang terlihat 'di depan' dari seorang manusia, belum tentu apa yang sebenarnya ada di kehidupannya. Sebelum ane menyadari sifat dasar dari manusia, yakni "serakah".

Pada suatu hari, pemahaman tentang sedikit pelajaran kehidupan datang ke pikiran ane. Saat itu ane berpikir,

"Saat ane kuliah, punya uang 1 juta, keinginannya simpel. Pengen makan enak (tidak akan jauh-jauh dari steak, empek-empek ataupun iga bakar). Selain itu, mungkin hanya jalan-jalan di sekitaran Jogja saja."

"Saat ane mendapatkan beasiswa, 18 juta + 4.5 juta, keinginanku mulai meningkat. Aku membeli sebuah kamera Nikon Coolpix L120 (sepertinya harganya 4,5 juta). Aku membeli tiket jalan-jalan ke Thailand, kemudian ke India. Aku makan enak lebih sering."

"Saat ane broke pada akhir 2014 - awal 2015, benar-benar nggak ada uang sedikitpun di kantong, ane gak punya keinginan apa-apa selain mempunyai sedikit uang  untuk jajan dan beli pulsa. "

"Saat ane mempunyai uang tabungan hampir 20 juta, keinginan ane meningkat lagi. Jalan-jalan traveling ke India, Nepal, beberapa destinasi Indonesia."

Jadi apa agan melihat polanya? Ya... Semakin aku punya uang, keinginanku (sebagai manusia biasa) akan semakin meningkat juga, menyesuaikan dengan jumlah uang itu! Masih biasa saja? OK.

Perumpamaan berikutnya, contohkanlah ke aku. Aku belum pernah punya uang cash/uang stand by di rekening sampai 500 juta. Tapi apakah aku sebagai manusia biasa (jika belum dapat pencerahan), akan biasa saja dan tidak gatal membeli sesuatu lagi yang harganya setara/mendekati uang tersebut? Aku tidak yakin ! 

Belum lagi jika punya 1 M, apa lagi keinginan kita?

Dari pola diatas terlihat, bahwa sebanyak apapun uang tidak akan pernah bisa memenuhi keinginan manusia yang tidak ada habisnya ! Aka keinginan itu akan senantiasa menyesuaikan dengan jumlah uang !

Dan jika kita iri/tidak suka jika orang lain mempunyai rejeki yang melimpah, balik lagi ke alasan diatas. Jika kita sudah cukup, bisa menabung, masih bisa membeli/melakukan hal-hal tersier seperti makan di luar, traveling/jalan-jalan, nonton bioskop, dan kita merasa bahagia/senang melakukannya, terus kenapa masih iri lagi dengan rejeki orang? Memang berapa banyak duit lagi yang bisa memuaskan kita? Jika rejeki orang yang kita iriin itu tiba-tiba "sim salabim" beralih ke rekening kita, trus apa kita kemudian puas? Bukankah manusia akan melupakan 'uang masuk' itu dalam jangka waktu cepat, dan buru-buru mencari uang yang lain?

Kesenangan itu hanya sementara, bukan? Setelahnya, rasa iri/tidak suka itu akan datang lagi jika ada orang lain lagi yang lebih sukses , atau ada orang lain lagi yang dapat rejeki. Alamaaakkk... Terus kalau pemahanan kita tidak diubah, kapan kita akan lepas dari "lubang hitam" ini? Apa hidup hanya mau dihabiskan dengan merasa iriiii terus setiap saat (nggak iri sama Bill Gates atau Jeff Bezos sekalian? 🀣🀣). Lah terus kapan menikmati hidupnya dengan tanpa beban? Kapan akan mulai menghargai diri sendiri dan kerja keras sendiri? Kok yang jadi patokan oraaaaang terus. Eh padahal, apa yang dia upload di medsos untuk "menunjukkan" itu, belum tentu sesuai dengan situasi real di kehidupannya lo !

Jadi inilah pemahaman yang kutanamkan di otakku sejak aku merenungkan hal ini dan mendapatkan pencerahan. Buat apa kita iri dengan rejeki orang? Yang penting diri sendiri, keluarga, orang-orang terdekat sudah cukup. Apa lagi yang mau dikejar sampai harus iri rejeki orang? Bukankah keinginan manusia itu tiada batasnya? Akan selalu menyesuaikan jumlah uang yang dimilikinya?

Jadi mau kita punya 100 juta, 200 juta, 1 milyar, 10 milyar, 1 triliun, polanya adalah SAMA SAJAAA ! Sama sajaa kita sebagai manusia biasa akan menginginkan lebih, lebih dan lebih lagi. Jadi uang itu tidak akan cukup.Tiada habisnya, tiada istirahatnya.....

Lihat saja para artis. Kekayaan mereka sudah berapa Milyar? Tapi mereka masih berbisnis lagi. Sekelas Justin Bieber dan Kanye West saja yang uangnya hampir gak berseri masih bikin bisnis. Donald Trump saja masih berbisnis dimana-mana. Jadi berapa batasan jumlah uang yang memuaskan manusia? Jawabannya tidak ada. 

Tambahan lagi, Bukankah jika orang lain dapat rejeki, itu karena karma baiknya? Atau karena doanya? Kita tidak tahu, mungkin selama ini dia sudah membantu orang cukup banyak. Dia sudah membahagiakan orang cukup banyak, makanya Tuhan membalas kebaikannya. Mungkin dia tidak menguploadnya di medsos sehingga orang lain tidak tahu. Jadi kalau kitanya juga mau rejeki melimpah, harus rajin berbuat baik juga donk ya? Jangan kesehariannya nggak pernah ngapa-ngapain, jarang bantu orang, jarang membahagiakan orang, tapi berharap terus rejekinya lancar? hhh... Selalu mengingat, bahwa hidup itu selalu berawal dari "hukum sebab akibat". Barangsiapa menabur, Ia akan menuai.

7.13.2020

Surabaya, 13 Juli 2020 : Mimpi Aneh Sampai Teriak! 😊😊😁

Well, hari ini berawal dari sesuatu mimpi yang aneh hihihi. Ane akan menceritakan mimpi aneh setengah horror tersebut. 

Jadi pagi ini ane baru tidur sekitar jam 03.30 pagi, karena masih ada sesuatu hal yang masih ane kerjakan. Pas tidur pun, pikiran ane masih gak tenang karena pekerjaan tersebut belum selesai. Tapi ane paksa tidur soalnya males gitu kalau begadang. Ane kalau udah begadang alamak susah tidur soalnya.

Mimpi ane awalnya kurang jelas, tapi settingnya di malam hari, di jalanan kampung yang sepi. Ane sedang naik sepeda motor Shogun 125 ane, entah menuju suatu tempat atau habis meninggalkan suatu tempat. Nah kondisi jalanan yang ane lewatin itu meski gelap, awalnya masih agak rame. Di pinggir jalan masih ada penjual bensin model pertamini gitu, disamping warkop yang lumayan penuh sama anak-anak muda yang nongkrong. Nah sebenarnya pas lewat jalan ini, ane udah tau kalau bensin motor ane sudah menipis. Tapi ya.. dasarnya ane orang malesan, sukanya "nanti-nanti", pas lewat Pertamini tu ane dalam hati bilang,

'Ah wes nanti aja lah ngisinya. Lagian gak terlalu jauh lagi sampai rumah.'

Akhirnya ane lewatin Pertamini itu, dengan bensin yang udah di kondisi 'cukup kritis'. Namun ane yakin bensin itu masih mampu mengantarkan ane sampai ke tempat tujuan ane.
Nah masalah berawal saat ane belok kiri ke tikungan jalan desa lainnya, namun jalan ini kondisinya sepiiii dan gelap. Lebarnya sekitar 1,5 sd 2 meteran, terus kanan kirinya sawah dan gak ada lampu gitu gan. Jadi ane cuma ngandelin sorot lampu motor depan aja. Nah entah kenapa pas lewat jalan kedua ini, ane merasa banget di belakang itu ada yang ngikutin. Hihihi. Saat itu perasaan ane antara takut, tapi lebih ke keselnya, ngapain sih ngikutin ane. Akhirnya karena kesel ane berhentiin itu motor ane, dan nengok ke belakang.

Eh ternyata yang ngikutin ane itu berupa kursi, kursi kayu rotan gitu (seinget ane tingginya sekitar 50 cm) ! 🀣🀣🀣🀣
Apa?? Jadi hantunya berupa kursi? 🀣🀣😁 Et dah emang mimpi aneh banget.

Nah karena ane kesel sama itu 'hantu kursi', ane pun ajak dia duel. Ane ambil itu 'hantu kursi' dan berbuat seakan ane akan melemparnya jauh-jauh. Eh tapi ternyata 'hantu kursi' itu bisa melawan. Saat ane akan lempar ke kiri, dia memberi gaya tolak ke kanan! Saat ane akan lempar ke kanan, dia memberi gaya tolak ke kiri! Dan itu tenaganya kerasa banget. Seperti ada yang nahan itu kursi walaupun wujudnya tak nampak. 😁😁🀣 Ane pun waktu ngetik ini masih kayak kerasa gitu tenaga yang menahan kursiny itu ! 🀣🀣.

Dan saat sedang asik-asiknya duel, eh ane kebangun ! Tapi kebangunnya itu bukan drastis langsung kebangun, kayak masih 1/4 sadar. Dan saat seperempat sadar itulah ane sadar kalau ternyata ane teriak-teriak 🀣🀣🀣😁😁😁. 

Yah.. bukan teriak-teriak yang keras banget gitu sih, kayak gini,

"Aaaah, ahhhh, hmmm..,hmmmmm," semacam itu🀣🀣 (eh tapi ini bukan desahan ya, bayangin aja seperti erangan karena lagi melawan sesuatu gitu 🀣🀣).

Akhirnya ane pun tersadar sepenuhnya. Dan bersyukur banget gak ada tu yang dengar "erangan" ane yang sedang melawan "kursi rotan" ! 🀣 Akhirnya ane menenangkan diri sejenak, lihat 3 kucing ane yang lagi tidur pulas. Ane tidak terlalu mempedulikan mimpi tersebut, anggap aja mimpi karena banyak pikiran masalah kerjaan 🀣🀣.  Tapi lucu juga mau ketawa aja kalau inget. 🀣🀣

Paginya....
Paginya ane terbangun sekitar jam 07.30. Ane langsung cuci muka, minum energen kurma, dan langsung mengerjakan revisi dokumen pencairan. Hwahhh...

Siangnya ane dan temen putuskan mbeliin makanan kaleng untuk Si Mochi. Setelahnya ane putusin untuk servis dan ganti olie si Shogun 125 ane di bengkel langganan depan jalan tidar. Alamak... Berbulan-bulan nggak diservis. Olienya dah berwarna kehitaman dan mau habis hihihi. Selain olie ane juga benerin rem cakram depan yang udah dol/blong (udah gak bisa ngerem sama sekali), lampu depan yang redup, ganti spion, sama rem kaki yang suka nyangkut kakau ditekan terlalu dalam. Selain itu mesinnya si Shogun 125 juga dibersihin secara detail pakai bensin, sikat dan angin bertekanan. Semuanya berjalan selama kurang lebih 1.5 jam dan habis 177ribu. Lumayan lah. Tapi habis itu tarikan si Shogun udah berasa enak banget !
 
Masih ada beberapa PR perbaikan untuk si Shogun ini, maklum barang tua. Wkwk. Antara lain:

1. Rantainya udah usang. Perlu diganti, harganya kurang lebih 150ribu

2. Shock breaker belakang keraasss! Kalau lewat lubang alamak, "Broookkkk!" Suaranya kayak gitu.

3. Shock depan

4. Speedometernya indikator bensinnya udah gak sesuai

Alamaak banyaknya, ini nanti aja deh ! Wkwk! Benerin dikit-dikit kalau ada pemasukan!

Oiya ane mau tidur dulu gan. Besok ane harus ke Probolinggo untuk cari data tambahan eksplorasi. Hmmm.. semoga lancar ya !