Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

10.30.2020

Surabaya, 14 Januari 2020: Surabaya-Makassar. Menderita semalaman di Bandara Hassanudin Makassar.

"Terimakasih ya Pak..", kataku ke Babang Grab sembari menyerahkan selembar limapuluh ribuan.

"Ini kembaliannya mbak," jawab Babang Grab. Angka pada aplikasi dengan rute Togamas - Bandara Juanda memang hanya menunjukkan tigapuluh delapan ribu rupiah.

"Ambil saja pak. Makasih banget ya. Hati-hati pak," jawabku sambil bergegas mengatur posisi tas dan tentengan untuk bersiap masuk ke pintu keberangkatan.

"Wahh makasih banget ya mbak. Hati-hati juga," kata Abang Grab sambil berlalu.

Aku segera masuk ke pintu keberangkatan dan melakukan check in di konter Lion Air. Ya.. malam ini aku akan terbang ke Makassar, sebelum besok siang lanjut ke Bau-Bau menggunakan Wings Air. Perjalanan yang cukup mendadak, tapi sangat kuinginkan saat itu.

Surabaya - Makassar

Makassar-Baubau

Selesai check in, aku segera menuju gate keberangkatan. Karena masih ada waktu 1,5 jam sebelum boarding, aku sempatkan makan bakso di area depan gate. Ntah kenapa.. perasaan nyaman begitu menyelimutiku ketika melakukan aktivitas di bandara, baik itu ketika makan, nunggu boarding, bahkan ke toilet sekalipun *lebay. Semangkok porsi bakso meluncur dengan begitu lancarnya ke perutku sebelum aku menyadari waktu boarding sudah dekat, bahkan hampir terlewat. Wkwk. Dasar odong. Untung aja gak ketinggalan pesawat gara-gara makan bakso. Aku segera lari-lari ke gate keberangkatanku dan bersyukur masih ada beberapa orang yang antri untuk penerbangan ke Makassar.

Perjalanan pesawat malam berjalan dengan lancar dan mulus. Turbulensi ada tapi hanya goyangan kecil dan tidak terlalu menakutkan. Pukul 00.30 aku sudah mendarat di Bandara Hassanudin Makassar dan menyadari 1 hal.

Pikiranku pertama sebelum mendarat Makassar adalah, aku akan terus ke zona transit, terus aku akan tidur di area zona transit. Kebetulan disitu di dekat GATE 5 memang ada area istirahat dengan bentuk sofa-sofa yang memanjang. Ane hafal banget karena dari April 2018 sd Januari 2019 ane sering melakukan perjalanan Surabaya-Ternate menggunakan Sriwijaya Travel Pass. Perjalanan ke Ternate memang mengharuskan kita lay over di Area Transit Bandara semaleman.

"Eh ladalah... Tiketku ini kan bukan tiket transit ya! Aku kan belum punya Boarding Pass penerbangan Makassar - Baubau. Ehhhh berarti aku nggak bisa masuk zona transit. Trus aku harus tidur dimana nih malam ini?? Dohhh mana lumayan capek lagi," aku menyadari kebodohanku sembari berjalan keluar dari pesawat.

Aku memang beli tiket terpisah gan, hari ini Surabaya-Makassar pakai Lion Air dan besoknya Makassar-Baubau pakai Wings Air. 

'Piye ini?' pikirku sambil berjalan keluar menuju area kedatangan. Seperti yang ane duga, di area kedatangan hanya ada beberapa kursi memanjang, namun masih cukup ramai dan kulihat tidak ada orang tiduran. Feeling ane bakal susah ni malam ini.

Setelah merasa gabut hanya duduk-duduk aja di area kedatangan, sedangkan mau tiduran juga gak enak karena masih banyak orang kesana kemari, ane pun mutusin buat nyari makanan di gerai semacam KFC gitu. Rencananya sih kalau bisa pengen sambil tiduran gitu. 

Setelah sampai...

Eh tapi ternyata disana sepi, cuma ada beberapa orang. Aku segera keluarin laptop. Rencana mau nyicil garap dokumen tambang Madura yang saat itu belum kusentuh sama sekali. Sepertinya karena ane kelamaan ngatur barang, salah satu pegawainya yang daritadi liatin ane terlihat berjalan menuju ke arahku. Mungkin mau negur supaya pesen. Dikiranya mungkin ane hanya mau duduk-duduk doank tanpa pesen πŸ˜‚. Sebelum pegawainya sampai di ane, ane langsung berdiri menuju ke kasir untuk pesan beberapa makanan. Ane pesen kentang sama minuman berasa.

Males dengan tatapan pegawainya yang bentar-bentar lihat aku, serta beberapa lampu yang satu persatu mulai dimatikan (kuikir udah mau tutup), selesai makan aku pun beranjak pergi dari gerai ayam itu. Jujur aku bingung mau kemana. Aku sempet balik ke area kedatangan. Duduk geje lagi disitu beberapa saat. Aku sempet hampir nyerah dan tanya ke para supir bandara berapa biaya untuk ngantar ke kota, kalau nggak salah sekali jalan 100ribu. 

Huft... Belum baliknya kesini. Belum hotelnya.. mahal banget...

Akhirnya aku tidak jadi mengambil option tersebut. Sayang duit 😁😁

Karena tiba-tiba baterai HP mau habis, aku pun pindah ke area basement (tempat para supir taksi nunggu penumpang). Disitu kebetulan aku lihat colokan nganggur. Aku ngecharge sambil main laptop, dan semakin lama... Mataku semakin berat. 😭

Ane paksa mata ini untuk tetap terbuka.. tapi alamak.. malam itu ane benar-benar ngantuk luar biasa. Beberapa kali kepala ane sudah terantuk-antuk ke bawah saking ngantuknya. Tapi ane tahan. Gak mungkin tidur disini, terlalu nggak safety. Dan selain itu, tidak nampak pula ada orang lain yang tidur disini. Pasti bakal dianggap aneh kalau tiduran.

Akhirnya ane hanya duduk-duduk sambil nunggu charge HP. Berjam-jam ane paksakan mata ini kebuka dengan facebookan ataupun menonton video-video youtube. Saat HP sudah lumayan keisi, ane putuskan naik ke area keberangkatan, mampir ke gerai Starbuck.

Jam telah menunjukkan pukul 04.00. Penderitaan nahan ngantuk ini belum berakhir 😁. Ane akhirnya putuskan ke gerai starbuck, pesen kopi segelas plastik besar Rp 70.000 😭, kemudian duduk disitu menunggu sambil buka laptop. Ahhhh... Rasanya mata ini udah beraaaaaat banget. Ane paksain mata ini kebuka buat nonton video-video youtube, ndengerin musik rock, huaah benar-benar deh 😁 sempet minta izin penjaga pintu masuk untuk masuk terminal, tapi ditolak karena penerbangan ane yang masih siang.

Akhirnyaaaaaaaa.... Datang juga jam 10 pagi, dimana akhirnya ane udah bisa masuk area check in. Sumpah leganya gak ketulungan.... Ane berhasil melewati malam penuh penderitaan itu dengan lancar 😁😁 (salah siapa pelit ya 😁). Seperti biasa, ane sarapan di cafe favorit ane di Bandara Hassanudin. Ane pesen semangkok besar sup saudara, es markisa dan otak-otak. Nikmat banget rasanya setelah semalam penuh penderitaan. Habis 100ribu lebih tapi nggak masalah.. ane menghargai setiap value dari makanan enak ini 😁.

Akhirnya waktu boarding pun datang... Legaaa... Saat itu ngantuk udah hilang karena ane excited mau mengunjungi tempat baru, yakni Pulau Buton. πŸ’ͺπŸ’ͺSee u in the next chapter. 

*Di cerita part 1 ini, tidak ada foto yang kuambil. Tapi dari cerita ini semoga bisa dapat gambaran ya suasana penderitaanku malam itu πŸ˜‚

Surabaya, 10 Mei 2017 : Kerja Keras !

Surabaya, 10 Mei 2017

Sekarang menderita dulu, badan remuk-remuk, nanti akhirnya bisa traveling harder/work with traveling. (Startup something).
I have a lot of side freelance job right now so I have to cancel my journey in Myanmar (departure tomorrow 11 May actually, sad, yes sad, I think I cried a little bit this morning). But life is about making a decision. I take this hard decision because I know, I have this responsibility not to make my client dissapointed with me. I keep motivate my self, If I do this right, then I can travel harder. It just the matter of time. Time. Yes time. I need to be more patient.
I remember this day!

Aku ingat beberapa hari sebelum hari ini aku sempet galau parah. Karena apa.. karena aku mempunyai tiket penerbangan ke Myanmar, tapi aku tidak punya keberanian bahkan sedikitpun untuk menemui atasanku untuk minta izin kerja. Hal itu bermula dari bulan Maret 2017 kemarin, saat teman baikku tidak sengaja cerita ke atasanku kalau aku lagi ke China. Ya.. bolos. Aku bolos kerja. Dan atasanku mengetahuinya. Aku tau pasti aku salah. Aku ditegur tentang sikapku yang terkesan semena-mena. Jadi sekarang aku masih mau izin lagi untuk ke Myanmar? Hmmmmm.... No Way.. 😭 bahkan bibir ini tak sanggup berucap sepatah kata apapun.

Di periode waktu ini juga lah, ane sedang mengerjakan pekerjaan pertama ane, dan itu diberi tenggat waktu yang sedikit. Jadi ane harus bekerja ekstra keras! Itulah alasan kenapa aku menulis status diatas.

Aku menulis ini pada 31 Oktober 2020 di Surabaya. Pengalaman B aja menurutku, tapi sejak saat itulah petualanganku benar-benar dimulai untuk menjelajah dunia! Tercatat tahun 2017, selain 2109, adalah tahun terektifku untuk menjelajah dunia karena di sepanjang tahun itu aku mengunjungi China, Islandia, Jerman, Belanda, Italia, Yunani, Vietnam dan Hawai'i. 😊

Kini aku telah resign dari pekerjaan kantoran, jadi aku bisa menentukan kapanpun aku mau pergi, asal pas tidak ada kerjaan penting dan mendesak yang harus segera dikumpulkan. 2019 adalah tahun pertamaku resign, dan negara yang telah kukunjungi adalah Amerika Serikat, China, Meksiko, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, Dan Turki 😊.

Meski 2020 ini dunia dilanda pandemi Covid 19, dan itu sama sekali mematikan dunia traveling, terutama traveling internasional, tapi aku tetap optimis bahwa ini ada pergerakan maju ke arah positif. Aku yakin pandemi ini akan berakhir. Aku yakin dunia akan segera ke kembali ke normal, dan ketika itu terjadi, perjalananku akan kulanjutkan πŸ’ͺπŸ’ͺ



Malaysia, 3 Juli 2017 : Perjalanan Panjang

Setelah 11.5 jam penerbangan Scoot dari Athena ke Singapura, sambung MRT Changi - Kranji, sambung bus SBS Kranji - Terminal Larkin (Johor Bahru), sambung another bus Johor Bahru - Kuala Lumpur (5 hours). Finnaly waiting for flight to Surabaya. 2.5 hours again to Surabaya and back to work again ;( . 
.
Setelah ini pengen ngetrip ke Indonesia dulu seputaran Jatim. Mungkin ke air terjun di kaki-kaki gunung, snorkeling di pulau-pulau kecil, makan bakso, steak (udah berderet makanan yg ingin kumakan setelah 2 minggu lidahku ga terlalu cocok sm makanan eropa yg menurutku pelit bumbu dan porsinya kebesaran). Setelah backpackeran, tetap sadar Indonesia tetap yang paling nyaman wkwk.

Foto: malam terakhir di Athena, Yunani bersama teman dari meksiko. Dia (Sofia) memberiku tiket Hop On Hop Off gratis seharga 20 euro, gantinya aku traktir minum beer dan makanan ringan dan kita bercerita banyak. What a last night! :)
Aku dan Sofia di sebuah kedai makan di Kota Athena, Yunani. Kita makan ayam panggang dan beer malam itu.

Jakarta, 10 Mei 2015 : Jalan-Jalan Sendirian Karena .... Berat πŸ₯ΊπŸ₯Ί

SURABAYA, 30 Oktober 2020
Di kediaman, sambil dengerin lagunya Mitha Talahatu, judulnya "Hargai Sadiki"

Status 5 tahun lalu. Kutemukan di facebook melalui 'log aktivitas'. Aku inget, aku lagi sedih dan hancur saat status ini dibuat. Tapi alesannya R aja ya, malu nyeritainnya hahaha. Yah..kalian pasti tau lah. Masalah anak muda dan pertemanan. Sekarang sih masalah itu hanya kuketawain aja hahaha. Mumpung masih inget, aku akan flashback kembali ke hari itu. Hari dimana aku masih 'magang' di sebuah bank di Jakarta, karena badmood berat, malam itu ane putuskan jalan dari kos-ku di daerah Mampang menuju Plaza Blok M di Jakarta Pusat.

JAKARTA, 10 Mei 2015
Plaza Blok M

"Mas tolong ambilin jeruknya mas"

"Mas tolong ambilin salak sama nanasnya mas"

"Eh minggir dikit donk."

"Ini singkongnya keras banget sih motongnya hahaha"

Aku ikut teriak-teriak rebutan 'bancaan' gratis di Plaza Blok M. Namanya gratis, langsung diserbuu. Dalam sekejab gundukan ini habis hahaha. Yang banyak tersisa cuma kacang panjang, sawi sama pete. Buah-buahan ludes namanya juga gratis siapa yg ga mau. Malam yang berkualitas daripada cuma di kosan. Akhirnya aku dapat jeruk, salak, duku, singkong, sama nanas.


Satu jam sebelumya..

Sore itu aku lagi sedih, hancur dan badmood banget karena suatu hal. Sebenarnya kalau lagi dalam fase begini, aku paling males yang namanya bergerak. Pengennya hanya tiduran di kasur meratapi hidup wkwk. Makan malas, bahkan tidur pun malas. Tapi sore ini aku seperti mendapatkan ilham, aku harus jalan dan cari suasana baru supaya gak kayak gini terus. Siapa tau dengan jalan pikiran ane bisa fresh, nggak hanya mikirin masalah yang sama berulang-ulang.

Aku segera mandi, membawa uang secukupnya di dompet dan tas kecil, setelahnya segera berjalan 500 meter ke arah tempat pemberhentian bus terdekat dari kos. Sebelum ke tempat pemberhentian bus, aku sempatkan makan siang yang terlambat di sebuah warung kecil. Hidupku masih pas-pasan banget saat itu gan, jadi warung-warung kecil selalu menjadi sasaranku untuk makan. Aku makan nasi ayam.

Sesaat setelah makan aku segera berjalan kaki dan menaiki bus Metromini untuk mencari angin. Aku belum tau pasti akan kemana sore itu, satu-satunya tempat yang terpikirkan hanyalah Plaza Blok M, karena disitulah tempat pemberhentian bus terakhir dan setauku ada mall. Aku membayar tiket bus ke kondektur dan 'berusaha' menikmati suasana kota Jakarta Selatan dari bus. Kota dimana ane tidak pernah merasa benar-benar bahagia disini. Ini weekend jadi jalan tidak semacet biasanya. Kopaja, metromini, mobil pribadi, pejalan kaki, pedagang asongan, terlihat mondar-mandir di sepanjang jalan yang kulewati. Sewaktu melewati sebuah kantor dengan tulisan "JAKARTA SELATAN" terpampang di depannya, entah kenapa ada "sedikit" perasaan bangga bahwa sekarang aku kerja disini. Ya.. memang kontradiktif. Disaat aku tidak bahagia bekerja disini, aku juga merasa bangga.

"Blok M ! Blok M!"

Teriakan kondektur bus menyadarkan lamunanku. Hmmm sampai juga akhirnya. Langit telah menggelap. Aku jalan keluar bus dengan gontai, karena masih nggak tau mau melakukan apa. Sebenarnya aku memang paling malas jalan ke mall begini, lebih pilih tiduran aja di kos. Tapi yahh.. ane berharap dengan bergerak bisa mengurangi kegalauan ane yang lagi to the max.

Aku berjalan asal menuju area pertokoan. Dan saat itulah aku melihat sebuah bancaan gratis, berbentuk gunungan yang berisi sayur dan buah-buahan. Sepertinya acara yang melibatkan gunungan sayur dan buah itu udah selesai, karena sayur dan buahnya sudah mau diperebutkan orang-orang di sekitarnya. Ane yang lagi pengen carj hiburan pun akhirnya nekad ikut rebutan. Wkwkwk. Seruu banget. Desak-desakan... Ini adalah alasan kenapa aku menulis status FB diatas.. pada 10 Mei 2015. 

Yah.. dari rebutan gunungan itu akhirny aku mendapatkan jeruk, salak, duku, singkong sama nanas. πŸ˜‚πŸ˜‚ (Ane sendiri juga bingung ngapain juga ambil singkong, seingetku singkong mentah soalnya).

Acara rebut-rebutan pun akhirnya berakhir. Ane mengamankan beberapa buah hasil "jarahan" itu di tas. 'lumayanlah.. buat kesehatan.. hihihi..' ujarku dalam hati.

Selanjutnya aku tak punya tujuan pasti. Hanya mutar-mutar sebelum kusadari aku pengen duduk sambil menikmati suasana. Aku memutuskan mampir di sebuah warung kecil di lantai 2 dan membeli semangkuk mi dan teh botol. Kusesap mi dan teh dingin pelan-pelan sambil memperhatikan lalu lalang orang di sekitarku. Aku merasa sangat kesepian.. yah.. aku ngak punya teman di kota besar ini. Memang aku mempunyai beberapa teman sekantor, tapi saat itu aku nggak bisa mengikuti gaya jalan mereka yang selalu hang out di mall. Pernah aku ikut, jajan minuman segelas aja 28ribu. Langsung males ikut lagi wkwkwk. Ane nyadar.. uang ane pas-pasan banget. Bakal bangkrut kalau ikut gaya hidup kayak gitu.

Selesai makan, aku melangkahkan kaki ke toko buku. Disitu aku menjumpai buku dengan judul cukup menarik, "Cara untuk mendapatkan hidup bahagia." Bukunya tidak terlalu besar, cukup kecil namun agak tebal. Dengan kondisi hati yang lagi nggak karuan, sebenarnya aku udah pengen banget beli buku itu. Tapi kok eh, setelah dibalik, harganya 70ribu πŸ˜”.

'Ah.. sayang juga ya duit segini. Bisa buat makan berhari-hari. Padahal aq udah pengen banget. Tapi janganlah.. nanti baca-baca aja di internet,' ujarku dalam hati.

Akhirnya aku meletakkan lagi buku itu dan lanjut berkeliling. Tidak ada satupun barang yang kubeli, karena niatku memang hanya cuci mata. Setelah kurasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi, ane pun bergegas balik ke pool bis untuk balik ke area Mampang Prapatan. Kebetulan juga hari udah semakin gelap.

Malam itu akhirnya ane dapat metromini untuk kembali ke area Mampang Prapatan. Dan saat balik inilah, saat melewati area belakang jauh kantor tempat ane magang, ane jadi sadar bahwa ane bisa naik bus dari situ. Jadi ane bisa naik bus 1x aja pas pulang kerja, jadi bisa menghemat. Biasanya aku harus naik bus 2x 😁😁..

Ah benar-benar hari ini..