Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

9.12.2020

Surabaya, 13 September 2020: How's Life? Why I Need to Take A Break?

How's your life?
How are you Galuh?
Do you need to take a break?

List of question I asked for myself.

Akhir-akhir ini ane merasakan kehampaan, ane merasa jiwa ane kering, ane merasa gak bersemangat dan gak punya energi untuk melakukan apapun. Terkadang ane merasa depresi. Dan penyebab semua itu adalah... pekerjaan ane yang hampir nonstop, menyita semua waktu dan energi ane. Pekerjaan ane yang hampir membuat ane susah mempunyai kehidupan sosial. Pekerjaan ane yang membuat ane susah setengah mati untuk melakukan hobi ane. Pekerjaan ane yang membuat ane malas setengah mati buka WA di pagi hari.

That why I decide, I want to take a break.

What do you mean?

Ane akan "stop" menerima "pekerjaan berat" dahulu selama beberapa bulan. Pekerjaan berat maksudnya? Pekerjaan yang butuh waktu lama untuk mengerjakannya, pekerjaan yang di sepanjang perjalanannya bakal ribet dan berbelit-belit, pekerjaan yang ane didesak terus-menerus, dan sebagainya.

Pekerjaan membuat 5 dokumen itu.

"Ah beneran? Nanti tergoda lagi kalau ada yang nawarin?"

Ane sudah bertekad! 

"Lalu apakah kamu akan stop kerja sepenuhnya?"

Setelah semua pekerjaan eksisting ini selesai, iya. Ane akan berhenti kerja sepenuhnya minimal 3 bulan. Ane mau recovery. Ane mau roadtrip. Ane mau hidup sederhana menyatu dengan alam. Ane mau tidur di mobil ane menyusuri kepulauan nusa tenggara yang eksotis. 

Ane mau mengistirahatkan jantung ane. Mengistirahatkan pikiran ane. Menonakifkan nomor untuk sementara. 

Ane ingin merasa bebas, lepas. Ane ingin bisa menikmati sejuknya embun di pagi hari tanpa harus mikir jam sekian aku udah harus buka laptop lagi. Ane ingin bisa minum kopi, baca buku novel-novel misteri.


7.26.2020

Surabaya, 21 Juli 2020 : Marah, Akhirnya Adopsi Lilo dan Loli 😁🀣

Pagi ini dimulai dari ane kesel sama temen ane karena suatu hal 😁😁. Intinya dengan kekesalan itu, ane beranjak ke Warung Soto Kwali Semolowaru. Sebelum berangkat temen ane bilang naik motor aja, namun ane bersikeras naik mobil (ini nanti ada alasannya ternyata 😁).

Soto Kwali Semolowaru ini adalah warung favorit ane untuk sarapan, karena sotonya bening (tidak terlalu berbumbu/enek), ada pilihan soto daging, ada berbagai macam lauk-laukan dan merupakan soto solo. Mantaap.

Sampai di warung, seperti biasa ane pesen 1 mangkok soto daging besar, sebiji perkedel dan 2 sunduk sate usus. Selain itu segelas es teh. Ane makan dengan khidmat karena emang sukaaa banget sama soto daging, apalagi untuk sarapan. Sensasi saat kuahnya meluncur ke kerongkongan yang kering. Ahh.. nikmatnya 😁😁. Disempurnakan dengan kunyahan sate usus dan perkedel, serta siraman es teh 😁😁.

Ok. Cukup cerita detailnya soto yang bikin ane ngiler 😁. Ane akhirnya selesai makan dan melakukan pembayaran. Total 16.500. Cukup murah. Ane berencana langsung pulang setelah ini untuk ngerjain dokumen.

Eh pas di parkiran, mau masuk ke mobil, tiba-tiba ane melihat makhluk malang ini, mempunyai bulu hitam legam dengan sedikit corak putih, sedang makan tulang ayam. Melas bangett..

Hati ane langsung tergerak, karena ane sendiri udah punya 3 kucing rescue dari jalanan dan semuanya bisa makan enak. Membayangkan si hitam putih malang ini harus menahan lapar setiap hari. Makan tulang ayam aja iya kalau ada yang ngasi, ane sudah berniat akan membawanya pulang. Yahh mungkin inilah kenapa hati ane tergerak untuk bawa mobil tadi pagi. Ane bertemu kucing hitam putih malang ini. Ane menamakannya Loli.

Kasihan melihatnya kesusahan mengunyah tulang ayam, ane langsung balik ke warung soto dan membeli 2 sate usus. Eh sewaktu mau ngasi itu sate, tiba-tiba datang 1 lagi kucing putih yang sepertinya merupakan saudaranya Loli. 
Wahhh... Jujur ane sempat bimbang.. gimanapun kan tempat ane meletakkan kucing-kucing adopsi dari jalan ini bukan rumah ane. Gak enak aja kalau kebanyakan kucing, kalau tambah 1 lagi sudah 5 kucing rescue dari jalanan.

Hati ane sempat bilang ane adopsi 1 aja, yang warna hitam putih. Tapi nurani ane benar-benar tidak mampu meninggalkan yang 1 sendiri disini berjuang cari uang. Akhirnya ane putuskan bawa keduanya. Ane masukkan mereka ke dalam mobil diikuti tatapan beberapa orang di lampu merah 😁😁😁. Sate usus yang kubeli mereka nggak ada yang mau. "Nanti mungkin Chiko mau," kataku dalam hati.

Sebenarnya dilokasi itu masih ada 1 kucing lagi, kucing setengah kampung setengah persia yang gembul banget. Namun ane urungkan mengambilnya saat itu karena konsen ane ke rescue kucing lebih ke yang kitten. Karena ane yakin yang dewasa sudah mempunyai daya bertahan hidup yang tinggi. Selain itu juga ane nggak enak kalau bawa kucing terlalu banyak di tempat yang bukan rumah ane sendiri😁.

Ane akhirnya beranjak pulang membawa Loli dan saudara putihnya, yang akhirnya kunamakan Lilo. Mereka sempat teriak-teriak di mobil. Panik. Namun sesaat kemudian diam dan bersembunyi di bawah kursi.

Sampai rumah ane langsung mandikan mereka dan kasih makan whiskas cair. Mereka terlihat makan dengan lahap, mungkin makanan terenak yang mereka makan selama ini. I promise will take care of u two Loli Lilo.

Surabaya, 21 Juli 2020 : Ane Bersyukur... Sebelum Pandemi...

Hari ini ane masih di dalam suasana pandemi... Ya ampuuuun, lama banget yaa sejak Bulan Desember 2019 Covid ditemukan, dan sejak Maret 2020 Covid resmi diberitakan masuk ke Indonesia. Sejak saat itu dunia emang berubah drastis, traveling (apalagi ke luar negeri) jadi sesuatu yang sangat susaaaaah, dan bahkan langka untuk bisa dilaksanakan πŸ˜”πŸ˜”....

Benar-benar periode yang sangat suram untuk dunia traveling, apalagi traveling ke luar negri πŸ˜”πŸ˜”. Ditambah lagi, beberapa negara luar kondisinya mulai membaik, sedangkan Indonesia masih sama saja bahkan kurvanya malah lagi puncak-puncaknya. πŸ˜”

Namun ane mencoba mendorong diri ane untuk selalu bersyukur bagaimanapun keadaannya. Ane tidak mau terus murung karena susah kemana-mana, karena itu gak ada gunanya. AAne bersyukur karena:

1. Ane sudah melakukan beberapa trip "superpenting" (menurut bucket list ane) sebelum pandemi melanda. Sebelum hidung ini masih bisa menghirup udara dengan segarnya, tanpa harus menghirup bau mulut sendiri karena harus pakai masker setiap saat. Trip superpenting itu antara lain:

A. Amerika Serikat dan Meksiko (26 April 2019 sd 10 April 2019)

B. Jeju, Korea Selatan (5-11 Mei 2019)

C. Thailand (12 Mei sd 25 Mei 2019)

D. Singapore (7-11 Agustus 2019)

E. Malaysia 

F. Aceh dan Medan

G. Turkey! (5-25 November 2019)

Dan dari semua trip superpenting tersebut, trip ke Turki selama 3 minggu (21 hari, dari 5-25 November 2019) adalah penutup yang benar-benar sempurna ! Trip di negara yang super duper membuat nyaman... Orang-orangnya baik... Suhu udaranya sempurna... Banyak kucing di jalan-jalan... Ahh begitu kangennya sama Turki 😊😊. Bagaimana aku bisa bilang penutup yang sempurna? Well, karena biarpun ada travelmate, kami sama-sama sampai udah bosan dan udah kangeeeen banget sama Indonesia hehe (terutama makanannya). Itu berarti ane sudah "enek" berada di luar negeri, bukan "enek" dalam artian sebenarnya tapi ya. Hehe. 

2. Aku sudah "sedikit" berkeliling Indonesia menggunakan program Sriwijaya Travel Pass tahun 2018 dan beberapa trip tambahan (tanpa SJ travel pass) di awal tahun 2019.
A. Ternate

B. Jogja-Surabaya-Jogja beberapa kali

C. Belitung

D. Jakarta

E. Maumere-Ende

F. Sumba

G. Bali (Desember 2019)

H. Bau-bau, Tomia (Januari 2020)

I. Road trip jawa timur dengan teman-teman Wakatobi (Februari sd Maret 2020)

3. Ane masih bisa jalan-jalan/roadtrip di sekitaran Jawa Timur-Jawa Tengah, dan cukup banyak wisata yang udah buka. Setelah pandemi melanda Indonesia, dan Surabaya sempat PSBB 3 mingguan, setelah PSBB tersebut berakhir ane sudah mengunjungi:

A. Bukit Tunggangan Trenggalek (pas ada waktu lowong sehabis kerja pemetaan lokasi tambang)

B. Ranu Gumbolo Tulungagung (pas ada waktu lowong sehabis kerja)

C. Embung Sidem Tulunagung (idem dengan atas)

D. Ranu Manduro Mojokerto

E. Desa Selotapak Mojokerto

F. Jalan jalan sekitar Pandaan

G. Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo

H. Kota Jogja + Kaliurang

4. Ane bisa fokus untuk merealisasikan rencana "ROADTRIP" yang akan kulaksanakan di Bali-Lombok-Sumbawa dan Flores. 

A. Kenapa bisa fokus? Ya karena ane belum akan bisa keluar negeri lagi. Jadi ane bisa fokus mengalokasikan waktu dan anggaran untuk roadtrip Surabaya-Larantuka ini. 

Begitulah.. ane berusaha melihat sisi positif dari semua ini. Gimanapun itu yang bisa ane lakukan untuk sekarang ini. Ane terus berharap semoga pandemi ini segera berakhir 😊

7.24.2020

Surabaya, 22 Juli 2020 : Mimpi Nyelametin Anak Tenggelam? πŸ˜…πŸ˜…

Well, pagi ini ane mimpi aneh lagi dah. Mimpi tersebut adalah, ane nyelametin anak perempuan tetangga ane yang hampir saja tenggelam di kolam kecil gitu (tapi dalem). Padahal ane sendiri kan gak bisa renang! Hehe. Herotic banget dah ane di mimpi. Kata temen ane sih itu pertanda bagus, semoga deh ya! 😁 Cuman ane tu orangnya emang gak terlalu percayaan sama mimpi gitu gan. Menurut ane mimpi itu gabungan antara hal yang pernah kita alami, pernah kita lihat, rasakan, bayangkan, campur aduk jadi satu di alam bawah sadar. Jadi kadang bisa beberapa adegan yang gak nyambung bergabung, jadi geje deh!

Oke, begini cerita lengkapnya mimpi ane. Mimpi itu settingnya malam hari, ane lagi berdiri di balkon rumah ane, dengan posisi tangan menggenggam dan bersandar ke selasar balkon. Di mimpi itu kebetulan bagian bawah rumah ane langsung kali (selebar kurang lebih 2 meter), setelah kali ada saluran irigasi, di seberang saluran irigasi ada kolam seukuran 3*2 meter, yang ane perkirakan kolamnya dangkal. Nggak yakin sih, hanya ngira-ngira. Di sekeliling kolam itu udah semacam tegalan gitu.

Btw kok serem amat ya kayaknya rumah ane ini? Kayak film horror aja! Haha.

Nah pas lagi menghirup udara segar dan memandang ke bawah, ane lihat ada seorang anak perempuan berambut pendek sedang bermain di dekat kolam. Ya ane pikir anak perempuan itu sudah tau, jangan sampai deket-deket kolam atau malah mau nyoba nyebur ke kolam, karena kan secara mata biasa gak bisa terlihat dia dangkal atau dalam. Soalnya air kolamnya warnanya coklat butek.

Eh.... Tu anak ternyata masuk kolam dong! Jalan kaki pelan-pelan dari pinggir mau ke tengah, kayak mau mainan gitu. Mana sendirian. Tiba-tiba.... Eh tiba-tiba..... Kakinya tidak bisa napak bagian bawah lagi dan dia terlihat mengelepak-ngelepak tenggelam! Ane yang lihat itu langsung panik banget dan manggil tetangga ane yang kebetulan lagi main deket situ. 2 temen yang ane panggil adalah Awan dan Ipul. Well, aneh banget deh sumpah! 😁 Awan dan Ipul kan temen masa kecil ane di Perumahan Griya Nusa (rumah ane sebelum sekarang).

"Awan !! Ipul!! Ada bocah tenggelam di kolam!!" Kata ane setengah berteriak ke mereka.

Tanpa pikir panjang, Awan dan Ipul langsung meloncat ke kali di bawah balkon ane, dan langsung menyeberangi kali serta irigasi menuju ke kolam. Ane yang awalnya ragu (karena gak bisa renang), akhirnya ikut nyebur juga ke kali supaya bisa secepatnya nyelametin nyawa itu bocah. Untungnya ane nggak tenggelam. Selesai menyeberangi kali, ane langsung lari meloncati irigasi dan tanpa pikir panjang loncat ke kolam itu yang ternyata dalamnya lebih dari 2 meter.

Di mimpi ini tidak terlihat dengan jelas dimana Awan dan Ipul saat sudah mendekati kolam. Pokoknya seinget ane, ane nyebur sendiri ke itu kolam.

Dengan berusaha sekuat tenaga mengepak-ngepakkan kaki supaya mengambang, sementara tangan ane berusaha meraih-meraih ke dalam kolam, akhirnya ane bisa nangkap itu bocah yang sudah setengah tenggelam. Ane langsung tariiiik, dan wajah ini anak udah pucat banget. Ane gak tau bahkan anak ini masih hidup atau sudah meninggal. Ane langsung berenang sembari menariknya ke pinggir, dan dibantu angkat sama Awan dan Ipul.

Sedikit ditekan-tekan dadanya, Alhamdulillllahhhh..... Akhirnya itu anak terbatuk-batuk sembari memuntahkan air yang masuk ke paru-parunya. Dia masih hidup ternyata!! Ane lega banget. Saking tegangnya ane sampai belum naik ke darat, masih berpegangan di tepi kolam.

Selanjutnya mimpi ane jadi kabur, dan tidak jelas selanjutnya bagaimana. Apakah ane, Awan dan Ipul mengantarkan anak ini kembali ke rumahnya or? Tidak jelas. Kayak lompat adegan gitu mimpinya.

Selanjutnya mimpi ane lompat ke rumah ane yang di Griya Nusa. Sewaktu ane sudah balik ke rumah dan bersih-bersih karena habis nyebur kali, tiba-tiba rumah ane kedatangan tamu seorang bapak dan ibu, yang ternyata adalah bapak dan ibu anak itu. Awalnya mereka disambut bapak ibu ane, yang kemudian memanggil ane yang masih di belakang. Mereka ngucapin terimakasiiiiiih yang sebesar-besarnya kepada ane. Ane dengan sungkan juga menjawab, iya sama-sama😊. 

Trus? Ane kebangun..... 😁😁

Ane kebangun jam 06.49 dengan agak kesal karena rasanya masih kurang tidur. Ane baru bisa tidur enak setelah subuh, dimana hari ini ane harus berangkat agak pagi karena mau pasang patok-patok batas lokasi tambang di Sampang. Awhhhh rasanya kesel banget kenapa susah malam ini tadi! Tubuh ane bener-bener gak fit pagi ini.😩

7.15.2020

Surabaya, 10 Juli 2020: [THOUGHT] Mengapa tidak perlu iri rejeki orang? because no amount of money can make human satisfied !

Di era sekarang ini, aku menjumpai banyak fakta yang membuatku terkadang sedikit bergidik. Aku menjumpai manusia yang begitu mudahnya iri dan tidak menyukai orang, jika orang tersebut lebih sukses/'terlihat' lebih banyak uang, daripada dirinya. So klasik, huh? Padahal manusia yang iri tersebut juga hidupnya sudah berkecukupan lo. Ya, aku tau dia berkecukupan dari gaya hidupnya sehari-hari. Aku perkirakan masih nyisa-lah pendapatannya setelah dikurangi biaya hidup sehari-hari. Oya pemikiran ini aku dapatkan dari hasil perenunganku selama ini ya. Baik aku yang mengalaminya sendiri (aku merasakannya), aku melihatnya, aku mendengarnya, maupun dari yang aku baca-baca di media. 

Jadi objeknya benar-benar tidak terbatas, bahkan termasuk diriku sendiri (jadi pemikiran ini bukan ditujukan untuk nyindir sekelompok orang tertentu). Karena aku sendiri hanya manusia biasa dan pasti juga pernah merasakan perasaan seperti itu. 

Tapi ane mengalami itu dulu.... Dulu.. sewaktu ane belum mendapatkan pencerahan tentang 'apa arti kehidupan ini sebenarnya'. Sebelum ane menyadari, bahwa apa yang terlihat 'di depan' dari seorang manusia, belum tentu apa yang sebenarnya ada di kehidupannya. Sebelum ane menyadari sifat dasar dari manusia, yakni "serakah".

Pada suatu hari, pemahaman tentang sedikit pelajaran kehidupan datang ke pikiran ane. Saat itu ane berpikir,

"Saat ane kuliah, punya uang 1 juta, keinginannya simpel. Pengen makan enak (tidak akan jauh-jauh dari steak, empek-empek ataupun iga bakar). Selain itu, mungkin hanya jalan-jalan di sekitaran Jogja saja."

"Saat ane mendapatkan beasiswa, 18 juta + 4.5 juta, keinginanku mulai meningkat. Aku membeli sebuah kamera Nikon Coolpix L120 (sepertinya harganya 4,5 juta). Aku membeli tiket jalan-jalan ke Thailand, kemudian ke India. Aku makan enak lebih sering."

"Saat ane broke pada akhir 2014 - awal 2015, benar-benar nggak ada uang sedikitpun di kantong, ane gak punya keinginan apa-apa selain mempunyai sedikit uang  untuk jajan dan beli pulsa. "

"Saat ane mempunyai uang tabungan hampir 20 juta, keinginan ane meningkat lagi. Jalan-jalan traveling ke India, Nepal, beberapa destinasi Indonesia."

Jadi apa agan melihat polanya? Ya... Semakin aku punya uang, keinginanku (sebagai manusia biasa) akan semakin meningkat juga, menyesuaikan dengan jumlah uang itu! Masih biasa saja? OK.

Perumpamaan berikutnya, contohkanlah ke aku. Aku belum pernah punya uang cash/uang stand by di rekening sampai 500 juta. Tapi apakah aku sebagai manusia biasa (jika belum dapat pencerahan), akan biasa saja dan tidak gatal membeli sesuatu lagi yang harganya setara/mendekati uang tersebut? Aku tidak yakin ! 

Belum lagi jika punya 1 M, apa lagi keinginan kita?

Dari pola diatas terlihat, bahwa sebanyak apapun uang tidak akan pernah bisa memenuhi keinginan manusia yang tidak ada habisnya ! Aka keinginan itu akan senantiasa menyesuaikan dengan jumlah uang !

Dan jika kita iri/tidak suka jika orang lain mempunyai rejeki yang melimpah, balik lagi ke alasan diatas. Jika kita sudah cukup, bisa menabung, masih bisa membeli/melakukan hal-hal tersier seperti makan di luar, traveling/jalan-jalan, nonton bioskop, dan kita merasa bahagia/senang melakukannya, terus kenapa masih iri lagi dengan rejeki orang? Memang berapa banyak duit lagi yang bisa memuaskan kita? Jika rejeki orang yang kita iriin itu tiba-tiba "sim salabim" beralih ke rekening kita, trus apa kita kemudian puas? Bukankah manusia akan melupakan 'uang masuk' itu dalam jangka waktu cepat, dan buru-buru mencari uang yang lain?

Kesenangan itu hanya sementara, bukan? Setelahnya, rasa iri/tidak suka itu akan datang lagi jika ada orang lain lagi yang lebih sukses , atau ada orang lain lagi yang dapat rejeki. Alamaaakkk... Terus kalau pemahanan kita tidak diubah, kapan kita akan lepas dari "lubang hitam" ini? Apa hidup hanya mau dihabiskan dengan merasa iriiii terus setiap saat (nggak iri sama Bill Gates atau Jeff Bezos sekalian? 🀣🀣). Lah terus kapan menikmati hidupnya dengan tanpa beban? Kapan akan mulai menghargai diri sendiri dan kerja keras sendiri? Kok yang jadi patokan oraaaaang terus. Eh padahal, apa yang dia upload di medsos untuk "menunjukkan" itu, belum tentu sesuai dengan situasi real di kehidupannya lo !

Jadi inilah pemahaman yang kutanamkan di otakku sejak aku merenungkan hal ini dan mendapatkan pencerahan. Buat apa kita iri dengan rejeki orang? Yang penting diri sendiri, keluarga, orang-orang terdekat sudah cukup. Apa lagi yang mau dikejar sampai harus iri rejeki orang? Bukankah keinginan manusia itu tiada batasnya? Akan selalu menyesuaikan jumlah uang yang dimilikinya?

Jadi mau kita punya 100 juta, 200 juta, 1 milyar, 10 milyar, 1 triliun, polanya adalah SAMA SAJAAA ! Sama sajaa kita sebagai manusia biasa akan menginginkan lebih, lebih dan lebih lagi. Jadi uang itu tidak akan cukup.Tiada habisnya, tiada istirahatnya.....

Lihat saja para artis. Kekayaan mereka sudah berapa Milyar? Tapi mereka masih berbisnis lagi. Sekelas Justin Bieber dan Kanye West saja yang uangnya hampir gak berseri masih bikin bisnis. Donald Trump saja masih berbisnis dimana-mana. Jadi berapa batasan jumlah uang yang memuaskan manusia? Jawabannya tidak ada. 

Tambahan lagi, Bukankah jika orang lain dapat rejeki, itu karena karma baiknya? Atau karena doanya? Kita tidak tahu, mungkin selama ini dia sudah membantu orang cukup banyak. Dia sudah membahagiakan orang cukup banyak, makanya Tuhan membalas kebaikannya. Mungkin dia tidak menguploadnya di medsos sehingga orang lain tidak tahu. Jadi kalau kitanya juga mau rejeki melimpah, harus rajin berbuat baik juga donk ya? Jangan kesehariannya nggak pernah ngapa-ngapain, jarang bantu orang, jarang membahagiakan orang, tapi berharap terus rejekinya lancar? hhh... Selalu mengingat, bahwa hidup itu selalu berawal dari "hukum sebab akibat". Barangsiapa menabur, Ia akan menuai.

7.13.2020

Surabaya, 13 Juli 2020 : Mimpi Aneh Sampai Teriak! 😊😊😁

Well, hari ini berawal dari sesuatu mimpi yang aneh hihihi. Ane akan menceritakan mimpi aneh setengah horror tersebut. 

Jadi pagi ini ane baru tidur sekitar jam 03.30 pagi, karena masih ada sesuatu hal yang masih ane kerjakan. Pas tidur pun, pikiran ane masih gak tenang karena pekerjaan tersebut belum selesai. Tapi ane paksa tidur soalnya males gitu kalau begadang. Ane kalau udah begadang alamak susah tidur soalnya.

Mimpi ane awalnya kurang jelas, tapi settingnya di malam hari, di jalanan kampung yang sepi. Ane sedang naik sepeda motor Shogun 125 ane, entah menuju suatu tempat atau habis meninggalkan suatu tempat. Nah kondisi jalanan yang ane lewatin itu meski gelap, awalnya masih agak rame. Di pinggir jalan masih ada penjual bensin model pertamini gitu, disamping warkop yang lumayan penuh sama anak-anak muda yang nongkrong. Nah sebenarnya pas lewat jalan ini, ane udah tau kalau bensin motor ane sudah menipis. Tapi ya.. dasarnya ane orang malesan, sukanya "nanti-nanti", pas lewat Pertamini tu ane dalam hati bilang,

'Ah wes nanti aja lah ngisinya. Lagian gak terlalu jauh lagi sampai rumah.'

Akhirnya ane lewatin Pertamini itu, dengan bensin yang udah di kondisi 'cukup kritis'. Namun ane yakin bensin itu masih mampu mengantarkan ane sampai ke tempat tujuan ane.
Nah masalah berawal saat ane belok kiri ke tikungan jalan desa lainnya, namun jalan ini kondisinya sepiiii dan gelap. Lebarnya sekitar 1,5 sd 2 meteran, terus kanan kirinya sawah dan gak ada lampu gitu gan. Jadi ane cuma ngandelin sorot lampu motor depan aja. Nah entah kenapa pas lewat jalan kedua ini, ane merasa banget di belakang itu ada yang ngikutin. Hihihi. Saat itu perasaan ane antara takut, tapi lebih ke keselnya, ngapain sih ngikutin ane. Akhirnya karena kesel ane berhentiin itu motor ane, dan nengok ke belakang.

Eh ternyata yang ngikutin ane itu berupa kursi, kursi kayu rotan gitu (seinget ane tingginya sekitar 50 cm) ! 🀣🀣🀣🀣
Apa?? Jadi hantunya berupa kursi? 🀣🀣😁 Et dah emang mimpi aneh banget.

Nah karena ane kesel sama itu 'hantu kursi', ane pun ajak dia duel. Ane ambil itu 'hantu kursi' dan berbuat seakan ane akan melemparnya jauh-jauh. Eh tapi ternyata 'hantu kursi' itu bisa melawan. Saat ane akan lempar ke kiri, dia memberi gaya tolak ke kanan! Saat ane akan lempar ke kanan, dia memberi gaya tolak ke kiri! Dan itu tenaganya kerasa banget. Seperti ada yang nahan itu kursi walaupun wujudnya tak nampak. 😁😁🀣 Ane pun waktu ngetik ini masih kayak kerasa gitu tenaga yang menahan kursiny itu ! 🀣🀣.

Dan saat sedang asik-asiknya duel, eh ane kebangun ! Tapi kebangunnya itu bukan drastis langsung kebangun, kayak masih 1/4 sadar. Dan saat seperempat sadar itulah ane sadar kalau ternyata ane teriak-teriak 🀣🀣🀣😁😁😁. 

Yah.. bukan teriak-teriak yang keras banget gitu sih, kayak gini,

"Aaaah, ahhhh, hmmm..,hmmmmm," semacam itu🀣🀣 (eh tapi ini bukan desahan ya, bayangin aja seperti erangan karena lagi melawan sesuatu gitu 🀣🀣).

Akhirnya ane pun tersadar sepenuhnya. Dan bersyukur banget gak ada tu yang dengar "erangan" ane yang sedang melawan "kursi rotan" ! 🀣 Akhirnya ane menenangkan diri sejenak, lihat 3 kucing ane yang lagi tidur pulas. Ane tidak terlalu mempedulikan mimpi tersebut, anggap aja mimpi karena banyak pikiran masalah kerjaan 🀣🀣.  Tapi lucu juga mau ketawa aja kalau inget. 🀣🀣

Paginya....
Paginya ane terbangun sekitar jam 07.30. Ane langsung cuci muka, minum energen kurma, dan langsung mengerjakan revisi dokumen pencairan. Hwahhh...

Siangnya ane dan temen putuskan mbeliin makanan kaleng untuk Si Mochi. Setelahnya ane putusin untuk servis dan ganti olie si Shogun 125 ane di bengkel langganan depan jalan tidar. Alamak... Berbulan-bulan nggak diservis. Olienya dah berwarna kehitaman dan mau habis hihihi. Selain olie ane juga benerin rem cakram depan yang udah dol/blong (udah gak bisa ngerem sama sekali), lampu depan yang redup, ganti spion, sama rem kaki yang suka nyangkut kakau ditekan terlalu dalam. Selain itu mesinnya si Shogun 125 juga dibersihin secara detail pakai bensin, sikat dan angin bertekanan. Semuanya berjalan selama kurang lebih 1.5 jam dan habis 177ribu. Lumayan lah. Tapi habis itu tarikan si Shogun udah berasa enak banget !
 
Masih ada beberapa PR perbaikan untuk si Shogun ini, maklum barang tua. Wkwk. Antara lain:

1. Rantainya udah usang. Perlu diganti, harganya kurang lebih 150ribu

2. Shock breaker belakang keraasss! Kalau lewat lubang alamak, "Broookkkk!" Suaranya kayak gitu.

3. Shock depan

4. Speedometernya indikator bensinnya udah gak sesuai

Alamaak banyaknya, ini nanti aja deh ! Wkwk! Benerin dikit-dikit kalau ada pemasukan!

Oiya ane mau tidur dulu gan. Besok ane harus ke Probolinggo untuk cari data tambahan eksplorasi. Hmmm.. semoga lancar ya !