Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

12.18.2017

Surabaya, 19 Desember 2017 : Sebuah Pemahaman

Traveling mengajarkanku menjadi pribadi yang open minded. Aku senang belajar bahasa, menyanyi lagu berbahasa asing, mempelajari budaya, mempelajari pola/tingkah laku manusia dari berbagai negara. Salah satu hal yang aku sukai juga adalah belajar agama.

Dari beberapa agama yg sudah aku pelajari sedikit/sekilas, aku menemukan kenyamanan mempelajari agama Buddha. Semua ajarannya logis, terkadang menyentil keegoisanku sebagai manusia terlalu keras, sampai aku hanya bisa berkata, "Iya, batinku memang sangat kotor."

Seperti di postinganku 2 hari yll, dimana aku bilang akhir-akhir ini aku sering dilanda kejenuhan dan 'sedikit' rasa putus asa, aku mulai menganalisis. Apa sih yang sebenarnya membuatku hampir seperti itu setiap hari? Kenapa aku murung? Kenapa aku tidak bersemangat? Kenapa aku terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain? Terkadang menginginkan apa yg orang lain miliki?

Hari ini aku terdiam di pojokan kamar. Aku menganalisis, sebenarnya diriku kenapa. Setelah mendengarkan 'medicine mantra' yang menenangkan batin (sebelumnya kembali berkecamuk parah), aku menemukan jawabannya.

Akhir-akhir ini aku murung karena aku terlalu menonjolkan 'keakuanku'. Aku egois. Aku ingin ini. Aku ingin itu. Terkadang disaat memikirkan ingin itu, aku berpikir, apakah langkahku akan menyakiti orang lain?

Semuanya berawal dari ambisi. Ambisi yg menyebabkannya. Ambisiku untuk keliling dunia, ambisiku untuk road traveling, ambisiku untuk membuat diriku sekeren mungkin. Seketika aku begitu mengasihani diriku sendiri. Untuk apa kamu lakukan semua itu? Kau mau membuktikan ke siapa?

Terkadang disaat aku memikirkan ambisiku, aku sama sekali tidak teringat dengan orang2 terdekat yg saat ini selalu mendukungku 100%. Orang-orang terdekat yang masih bergantung kepadaku. Aku hanya memikirkan 'AKU'.

AMBISI itu telah mengekangku dengan keharusan. Keharusan untuk menabung sebanyak mungkin. Keharusan untuk sebanyak mungkin menyimpan uang utk melaksanakan semuanya. Pada titik itu, aku merasa, jika mempunyai banyak uang, semua masalahku akan terselesaikan. Entah berapa jumlah minimal atau maksimal yg dikehendaki otakku.

Aku tidak belajar, bahwa ketika aku mempunyai uang, tidak serta merta hidupku bahagia. Hidupku justru dibelenggu ambisi yang lebih besar, angan-angan yg semakin melebar, semakin menambah beban mental, semakin menambah rasa tidak bersyukur dan cenderung mengakibatkan serakah. Bahaya. Justru bahaya.

Karena aku belajar. Sejatinya uang berapapun tidak akan pernah cukup untuk memuaskan manusia. Ketika dia punya tabungan 10 juta, dia ingin motor. Ketika mempunyai 100 juta dia ingin mobil. Ketika mempunyai 1 milyar, dia pengen rumah mewah. Ambisi itu tidak akan pernah terpuaskan. Tidak akan pernah cukup.

Lamunanku tersadar oleh suara desahan nafasku yg cukup keras. Seketika aku merasa aku begitu bodoh dan menyesal telah menyia-nyiakan nikmat yg begitu besar. Aku hidup. Aku sehat. Aku masih bisa makan. Aku punya pekerjaan. Punya motor. Punya mobil. Punya kedua orangtua dan sahabat yg menyayangiku. Oh bodoh, semua itu adah harta yg paling tak ternilai.

Tulisan ini kubuat jam 00.30 sebelum aku tidur. Besok mau dinas lapangan ke blitar. Semoga ketika rasa jenuh dan putus asa itu dtg lagi, aku bisa membuka dan membaca tulisan ini.


12.16.2017

Solo, 17 Desember 2017 : Mencoba Mengatur Hidupku

Akhir-akhir ini, entah di Solo atau Surabaya, entah kenapa kok aku lagi sering banget bosan dan jenuh. Aku mempunyai teman-teman yang mengasyikkan, pekerjaan yang lumayan menyenangkan dan menghasilkan, mimpi-mimpi yang sebagian telah terpenuhi. tempat tinggal yang nyaman, orang-orang yang menyayangiku. Apa lagi sebenarnya yang kurang?

Aku mempunyai banyak keinginan, menulis pengalamanku traveling di beberapa tempat, membuat video perjalanan, olahraga, minum jus teratur, tetapi kebanyakan dari itu hanya berupa keinginan. Tanpa aku benar-benar melaksanakannya. Aku palingan hanya melaksanakannya selama 1 jam atau beberapa kali, setelah itu sudah malas atau lupa. Tidak konsisten. Itulah kelemahanku. Seperti daun yang diombang-ambingkan oleh air.

Sebagian besar waktuku kuhabiskan untuk tiduran sambil main HP dan membuka media sosial. Membaca postingan orang-orang yang sebagian besar tidak terlalu kupedulikan, atau malah justru membuatku iri.Aku iri dengan mereka yang bisa terus jalan-jalan, aku iri dengan mereka yang melakukan road traveling, dan terkadang mengutuki diriku kenapa aku hanya di kamar, melihat layar berukuran 6 inchi dan tidak bisa seperti mereka.

Aku juga terlalu sibuk. Aku sibuk mengerjakan pekerjaan konsultan yang seakan tiada habis. Terkadang waktu dan rutinitasku hanya bangun tidur, kerja sampe sore, pulang kerja, mengerjakan pekerjaan konsultan sampe tengah malam, kemudian tidur lagi. Kurang lebih seperti itu selama berbulan-bulan terakhir (seingatku sejak Mei 2017). Terkadang memang ada waktu luang, biasanya kumanfaatkan untuk tiduran (sambil lagi-lagi main HP) atau nonton film.

17 Desember 2017, aku mulai berpikir untuk mengubah keseharianku. Aku harus mengubah pola hidup atau pola pikir yang membuatku akhir-akhir ini jenuh dan cenderung tidak bahagia. Aku ingin membuat jadwal harian, yang kupenuh aktivitas-aktivitas yang menggerakan tubuh atau menambah skill ku baik skill dari dalam (kemampuan bahasa) atau skill di luar, misal memasak, nyetir mobil, tenis, badminton, pingpong, dan lain-lain. Aku juga ingin bergabung dengan gym atau klub tenis di tempat kerjaku. Dan mungkin menanam beberapa tanaman di depan kosku, supaya aku mempunyai sesuatu yang harus kurawat dan kutanggungjawab.


Untuk pekerjaan konsultan, aku mulai berpikir untuk bekerjasama dengan orang lain dalam pengerjaannya, jadi bisa berbagi beban.

Aku harus mengubah pola pikirku, Aku harus berpikiran maju. Terkadang hidup memang bisa membingungkan seperti ini.

11.09.2017

Surabaya, 16 Oktober 2017 : Beli Mobil :)

"Thanks God...."


Dua kata itulah yang terucap dalam hatiku di Surabaya pada tanggal 16 Oktober 2017, jam 11 siang. Aku merasa, sepanjang tahun 2017 ini berkat dan rejekiku dari Tuhan benar-benar luar biasa. Aku memang jarang beribadah, tapi Aku masih percaya ini semua adalah berasal dari Tuhan. Aku hanya bisa berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan apakah itu akan berhasil atau tidak.

Entah kenapa, Aku merasa tahun 2017 ini Tuhan menjawab semua doa-doaku. Mulai dari Aku bisa mengunjungi China (Beijing) pada 23-28 Maret 2017; dilanjut dengan mengunjungi Turki, Islandia dan Eropa Barat pada 21 Juni sd 3 Juli 2017; Vietnam pada 16-20 Agustus 2017; serta paling akhir, Hawai'i (Pulau Oahu) pada 18-23 September 2017! Yaa, benar, Hawai'i!! Mimpiku dari sejak SMA! Tuhan mengabulkannya dengan cara yang luar biasa! Tiba-tiba saja Air Asia (pesawat Low Cost Carrier langgananku) membuka rute Kuala Lumpur-Honolulu dengan harga promosi yang sangat.... sangat... murah! Hanya 2,7 juta rupiah pulang-pergi! Imagine that! Dan Aku bisa dengan begitu gampangnya mendapatkan izin gak masuk kerja seminggu untuk backpackeran ke Hawai'i setelah curhat dengan atasanku... WOW.. What an amazing year!

Berkat Tuhan seakan tidak ada habisnya buatku. Tiba-tiba proyek kerjaan yang sedang kukerjakan pembayarannya mulai ditambah sama yang memberi proyek, aku ingat diberi tambahan pembayaran 40 juta saat itu (itu baru sebagian pembayaran). Aku gak sia-siakan kesempatan. Aku mulai memikirkan untuk membeli mobil. Hitung-hitung sebagai bukti fisik kerja kerasku selama ini. Kebetulan orangtuaku juga pengen banget mobil.

Suzuki Katana adalah tipe mobil pertama yang melintas di pikiranku, dengan budget maksimal 50 juta. Tujuan utamaku ke mobil sebenarnya juga untuk touring keliling Indonesia, dimana sejak pulang dari Hawai'i keinginan terbesarku adalah road traveling di negaraku tercinta, Indonesia! Aku rasa dengan bentuk mobil yang relatif simpel serta jaminan mesin Jeep Suzuki yang oke, ini adalah mobil yang sempurna.

Setiap hari kerjaanku adalah buka OLX di bagian mobil bekas. Aku memang tidak berencana membeli mobil baru karena harga-harganya yang relatif masih tinggi, serta Aku PALING MENGHINDARI yang namanya KREDIT. Entah kenapa dengan tipe 'jiwa bebas' ku, Aku merasa kredit itu kayak Aku terpenjara hehehe. Karena dengan kredit berarti Aku harus bertahan di kantorku sekarang sampai kredit lunas (beberapa tahun). Aku pasti gak berani keluar karena belum ada penghasilan tetap untuk mengangsur setiap bulan. Padahal Aku berencana segera resign karena ingin fokus di kegiatan wiraswasta yang sekarang kulakukan. 

Karena mendapat penghasilan tambahan yang datang lebih cepat dari yang Aku duga, Aku menaikkan batasan budget menjadi 80 juta rupiah. Dan saat mencari-mencari di OLX, mataku tertuju ke Mitsubishi Kuda. Bentuknya modern, gagah dan sepertinya cocok untuk touring. Target kukunci. Aku mau beli Mitsubishi Kuda. Jujur, saat itu yang ada di kriteriaku hanyalah bentuk/body luar mobil. Aku belum tau masalah keborosan BBM (bahwa mobil dengan bensin relatif lebih boros daripada mobil diesel), berapa jarak tempuh dengan BBM per liter, kekuatan mesin untuk medan naik turun gunung, dll. Aku baru tahu dan menyadari semua itu saat konsultasi dengan pemilik Showroom Mobil SS 21 di Diponegoro.

Dan tibalah hari itu, 13 Oktober 2017, di Showroom Mobil SS 21 Giant Diponegoro Surabaya saat Aku menemukan mobil idamanku, Mitsubishi Kuda warna hitam tahun 2003 yang entah dimataku terlihat gagah. Aku tidak mempedulikan status second, tahun keluaran atau apapun itu. Karena Aku sudah merasa love at first sight sejak pertama kali melihat My Horse ini. Tentu saja love at first sight-ku ini diperkuat dengan penjelasan pemilik Showroom bahwa kalau dimasa depan mau digunakan touring, memang lebih baik memakai yang diesel karena relatif lebih murah dan mesinnya kuat (saat itu perbandingan bensinnya sekitar 1:14). Setelah meminta waktu sejenak kepada pemilik Showroom, aku akhirnya memantapkan hati untuk men-DP sebesar 4 juta. Harga mobil itu sendiri saat itu adalah 76 juta cash. Kekurangannya wajib dibayarkan saat mobil selesai tune up.


Dan akhirnya pada Senin, 16 Oktober 2017, setelah selesai melakukan pembayaran di Bank Jatim Kalibutuh, aku resmi memiliki Si Kuda. Sebuah barang yang mungkin dua tahun lalu hanya sebuah impian belaka, sekarang benar-benar menjadi milikku. Aku yang datang merantau ke Surabaya hanya dengan bekal uang 300 ribu rupiah, sekarang sudah bisa membeli Si Kuda untukku dan orangtuaku. Terimakasih Tuhan, Thank you God :). Terimakasih atas semua berkatMu, Tuhan!

NB: Rencana Si Kuda akan kuajak berpetualang di Sumatra, Sulawesi dan Bagian Jawa lainnya. Tunggu tanggal mainnya ya, ceritanya pasti ane update disini :)


10.18.2017

Kisah Perantauanku di Jakarta : Sasaran Kemarahan Emak

Pertengahan Maret 2015

Aku menaruh baju-bajuku di koper dengan kesal. Amarahku memuncak, ingin segera saja secepatnya merantau. Sudah lelah setiap hari menjadi sasaran kemarahan emak. Hmmmm begini ya nasib seorang pengangguran. Gini dikit salah, gitu dikit salah. Seakan-akan yang ane lakukan selalu salah di mata Emak. Ane memang orangnya sedikit males juga sih.

"Diseneni pisan wae wes meh ninggal omah (dimarahi sekali aja udah mau pergi dari rumah)," kata Emak ane dengan agak marah sewaktu melihat ane nata baju di koper, tapi terselip nada getir di dalamnya.

"Sopo toooo... Ini lo aku nata baju-bajuku nggo ning Jakarta (siapa siiiihhh...ini lo aku menata baju-bajuku buat ke Jakarta nanti)," kataku dengan agak kesal.

FYI ane emang biasa ngobrol sama emak dan bapak ane pakai Bahasa Jawa Ngoko. Bukan kasar atau apa, tapi emang udah biasa dari kecil, jadi susah dan aneh kalau harus pakai Bahasa Jawa Halus.

Ceritanya, pagi itu lagi-lagi ane kena marah dari Emak karena dari bangun tidur ane langsung nanyain Emak masak apa. Sejak wisuda di bulan Februari 2015, ane emang belum dapet kerjaan tetep gan. Saat itu yang ane lakukan cuma menjual barang-barang bekas di grup facebook "Jual beli barang bekas anak kos Yogyakarta". Barang yang ane jual kayak barang-barang bekas, syal tenun asal Atambua, barang-barang kerajinan, mebel, kucing, dan lain-lain. Entah kenapa kok grup ini rame banget dan ane bisa dapat penghasilan lumayan dari sini, setidaknya untuk bekal ke Jakarta nanti.

"Belum masak," jawab Emak ane singkat.

Setelahnya ane minum teh sambil duduk-duduk di depan, dan pas mau balik ke belakang ane denger samar-samar Emak ane bilang ke Bapak ane.

"Bangun tidur nggak ngapa-ngapain langsung nanya makan... bla..bla..bla..."

Padahal dari dulu ane emang biasa gitu gan, dan Emak ane sudah hafal banget dengan kebiasaan ane kalau bangun tidur pasti harus langsung makan. Entah kenapa kok dipermasalahkan.

Ane yang merasa agak panas diomongin gitu di belakang segera menimpali,
"Yowis to neg gak masak."

Ane agak lupa kronologinya setelah ini gimana yang jelas ane terlibat sedikit adu mulut sama Emak ane, sampai pada akhirnya dia bilang,
"Sejak temenan sama orang-orang dari *** kuwi emang kowe wani ya sama wongtuwo."

WHAAT? ane merasa agak kurang terima. Ini sama sekali nggak berhubungan. Kok bisanya kekesalan Emak ane dilimpahkan ke teman-teman ane yang jauhnya ribuan kilometer dari rumah ane saat itu. FYI ane emang saat itu banyak berteman dengan orang-orang dari Provinsi ***, dan mereka menurut ane asik banget. Gak ada sama sekali mengubah sifat ane.

Akhirnya karena kekesalan di hati sudah sangat memuncak ane diem aja. Dengan menahan laper ane akhirnya membawa barang dagangan ane (syal tenun) dan ane geber motor keluar. Ntah mau kemana, pokoknya males banget di rumah. Akhirnya ane berhenti di warung soto di pinggir jalan. Sambil menunggu pesanan, ane mulai merenungi kehidupan ane.

'Kenapa ya hidup ane sekarang terasa berat sejak wisuda?Kenapa mereka (orang tua ane) marah-marah sama ane terus dan mulai menyalahkan temen-temen ane dari *** sana. Apa karena ane pengangguran? Apa karena mereka kesal kerjaan ane sekarang hanya jualan barang bekas? Mereka malu?'

'Padahal ane bisa dibilang sangat jarang merepoti mereka secara finansial. Kuliahku dari semester pertama sampai akhir sudah dicover oleh Beasiswa Unggulan Kemendiknas CIMB Niaga, uang buat skripsi juga jarang banget minta (paling sekali dua kali doang, sisanya pakai tabungan sendiri atau ngutang temen). Beda sama kakak ane yang biaya kuliahnya tinggi banget, sampai Bapak ane harus utang-utang.'

'Katanya lulusan g**l**i itu gampang dapat kerjaan. Katanya perusahaan-perusahaan besar selalu kekurangan. Nyatanya apa?? Aku melamar di puluhan situs pekerjaan, tidak ada satupun yang memanggilku. Bahkan CV yang ku-upload di Jobstreet tidak ada yang membuka satupun.'

'F*ck lah!!' umpatku dalam hati.

Akhirnya soto datang. Dengan agak hati-hati ane makan dan menikmati gurihnya kuah yang mengalir di kerongkongan ane yang kering. Rasanya saat itu bisa sarapan di luar adalah sebuah kemewahan. Uang ane memang lagi mepet banget gan. Saat itu ane memegang sekitar 1,6 juta rupiah (uang hasil jualan barang bekas), dimana 600 ribunya akan ane gunain untuk bayar kos bulan pertama di Jakarta, sementara sisanya untuk biaya hidup selama satu bulan pertama di Jakarta.

Cukup? Ane nggak yakin. Tapi ya berpasrah saja. Semoga nanti bapak ane sudah bisa transfer di pertengahan bulan.

Selesai makan, akhirnya ane memacu motor ane ke rumah temen ane di daerah Kopasus. Disana ane curhat semua masalah ane. Temen ane cuma bisa bilang sabar aja menghadapi cobaan.

Jakarta, beberapa hari lagi aku datang.

10.15.2017

Pengalaman Membuat VISA USA di Konsulat Jenderal Surabaya (September 2017)


Hi teman-teman, aku mau share pengalamanku membuat visa amerika sampai granted di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Aku kesana tujuan jalan-jalan ke Hawai'i. Dapat durian runtuh soalnya, tiket promo Kuala Lumpur-Honolulu 2,7 juta PP.
Syarat wajib yg kusiapkan:
1. Konfirmasi jadwal wawancara visa
2. Halaman konfirmasi DS 160 dengan barcode yg terbaca jelas
3. Paspor yg masih berlaku setidaknya 6 bulan
4. Bukti pembayaran dr cimb niaga
5. 1 lembar foto background putih ukuran 5*5 cm
Syarat tambahan:
1. Reservasi tiket pesawat PP jakarta-honolulu (korean airlines). Bisa reservasi 3 sd 4 harian. Reservasi ini akan batal dengan sendirinya kalau gak dibayar.
2. Booking hostel selama di hawaii
3. Itinerary singkat perjalanan beserta tempt yg dikunjungi
4. Fotocopy paspor dan KTP
5. Surat pernyataan bank
6. Buku rekening bank jatim asli
7. Surat keterangan kerja (aku kerja sebagai PTT di pemerintahan) beserta slip gaji 3 bulan terakhir
8. Surat keterangan kerja di laundry (kebetulan pnya usaha laundry, tp disini aku buat aku sebagai pegawainya temenku yg direktur utama) + slip gaji 3 bulan terakhir. Bingung kalau nulis pemilik soalnya baru laundry kecil gak ada buktinya selain foto.
Sebenarnya aku juga punya kerjaan freelance lain yaitu sebagai konsultan tambang, cuma gak aku masukkan karena tll banyak ribet takutnya malah dicurigai haha, padahal ini justru penghasilan utamaku. Soalnya freelance jd gak ada buktinya.
Total gaji di pemerintahan sama di laundry aku buat 6.5 juta/bulan.
Jadi ceritanya aku apply visa ini benar-benar nothing to lose. Pasrah. Berserah pada yang diatas. Bermodal tiket promo airasia kuala lumpur-honolulu PP senilai 2.7 juta, perjalananku dimulai.
.
.
Aku mendapat jadwal wawancara hari senin tanggal 11 September 2017 jam 09.15.. Berbekal ilmu kabur dari kantor, aku mulai melipir pelan-pelan menghindari atasan yg sliweran, berangkat agak mepet krn jam 8 harus ambil surat pernyataan di bank dulu (jumat mngg kmrnya lupa ambil). Setelah itu naik gojek ke konjen yg berada di sambikerep, gojeknya aku suruh ngebut, FYI konjen gak menyediakan parkir jadi klo bawa motor terpaksa motornya diparkir di depan jalan gak ad yg jaga.
Sebelum masuk ada proses screening dulu sebelum pintu masuk oleh seorang polisi. Diminta paspor dan KTP. Gak ada antrian sm sekali.
Setelahnya disuruh nunggu sejenak di luar pintu yg luar biasa tebel n berat. Lima menitan kemudian disuruh masuk, melewati screening barang bawaan. disini kita wajib menitipkan ktp dn HP, ditukar dgn kartu visitor. Berkas2 boleh dibawa.
Setelahnya kita nunggu di suatu ruangan outdoor. Nunggu giliran utk masuk ruangan lain lagi utk verifikasi berkas, cap sidik jari, sama wawancara. Setiap pintu pasti dijaga polisi yg ramah tp tegas.
Setelahnya kita dipersilahkan masuk ke ruangan. Hal pertama yg dilakukan adalah maju ke loket kemudian verifikasi konfirmasi pengisian form DS 160 sama menyerahkan paspor.
Setelahnya pindah ke loket satunya untuk cap jari (10 jari). Setelah cap jari nunggu giliran diwawancara,penentuan.
Setelah benerapa saat menunggu, akhirnya tibalah giliran sy wawancara. Sy wawancara pake bahasa indoensia.
B: ke amerika mau apa?
A: traveling ke hawaii, ke oahu sm kauai island
B: owh ke hawaii, kamu udah sering ke luar negeri ya (sambil bolak balik pasporku)
Fyi di pasporku udh ada visa nepal, china, schengen, turkey, etv india, vietnam, malaysia, singapur
A: ya lumayan
B: ni ke eropa kemana aja?
A: ke xx, yy,zz
B: oke kamu pergi sama teman ya (sambil lihat Ds 160 ku d komputer). Dia sudah pnya visa?
A: belum punya
B: kamu ada teman orang amrik?
A: tidak ada.
B: jadi temanmu ini (nyebut nama) orang Indonesia?
Fyi kebetulan nama temanku emang agak kebule2an
A: betul sekali
B: kamu kerja dimana?
A: pemerintah provinsi jatim. Di dinas xxyyzz.
B: udah berapa taun?
A: 3 tahun
B: sebagai apa?
A: staf xxyyzz
B: tidak ad yg spesifik? Hanya staf xxyyzz?
A: hmm saya memegang wilayah aa dan bb
B: ok. Kamu hanya mau ke hawaii?
A: iya
B: dari kapan sampai kapan?
A: 18-23september.
B: oke selamat visamu disetujui bisa diambil dlm 5hari kerja
A: terimaksih bapak, eh.... mister. Bisakah sy ambil besok? Sy akan ambil disini visanya (soalnya ndengerin orang yg diwawancara sblm aku, dy bs lgs ambil visanya besoknya)
B: bisa tp jam 14.00 ya. Sambil memberi kartu kuning dan catatan kecil.
Gak dtny syarat tambahan sm sekali..dan setauku yg wawancara hari itu granted semua. Kayaknya bulenya lagi baik moodnya.
Udah selesai visa, tiket promo udah di tangan, tinggal berjuang untuk bs dpt izin dr kantor, atau resign? Wkwkwk
Ps: oya sy belum PNS, masih PTT (Pegawai Tidak Tetap). Makanya bisa-bisa saja kalau mau resign haha, dan butuh banyak freelance memaksimalkan kemampuan yg lain dan usaha lain supaya bisa traveling, maklum nggak dpt warisan sawah.  (kalau ngandalin gaji d kantor cuma seuprit, wong jrg ada kerjaan wkwk, malah curhat wkwkwk)
 — di U.S. Consulate General Surabaya.

8.23.2017

Cheapest way to go to Reykjavik City Centre from Keflavik Airport

Iceland is expensive country. No doubt and everyone knows it. There must be a reason why. The simple answer, as you can see the Iceland's location on the map, located in the middle of Atlantic Ocean, separated thousand miles from the nearest continent, there must be a lot of things and product coming from outside of the country. That's why everything is expensive, include public bus transportation ticket.

Finding the cheapest transportation method from Keflavik Airport to Reykjavik City Centre is the first challenge for backpacker that visit Iceland. I know it. I was into it.

Actually the best method and obviously FREE is hitchhiking. But you're not always that lucky to find that kind of hearted people, right?

The second cheapest method is posting a share ride request in www.samferda.net

It is obviously a safe link that connect you to carpooling, where you can just post day and hour of your car ride request, and just wait and hope someone will call/email you to offer share ride or even give you a free ride to Reykjavik or other places. As I can check, this website is always updated.

The third cheapest method is ride Strateo bus, it is like a public bus in Iceland. Most of the bus start from or headed to BSI Bus terminal. To go to BSI terminal from Keflavik Airport, you need to buy 4 bus ticket (around 1600-1700 ISK). Yes you need 4 BUS TICKET. The ticket quantity is based on how many districts you're passing. If you want to go to Reykjavik city centre, then you need 5 bus ticket (about 2000-2200 ISK). Damn yeah expensive! The journey is about 1 hour and the bus will stop many times in the bus stop to carry more passengers. This is the cheapest public transportation method, but Strateo bus has no flexible schedule.

The earliest bus scheduled 06.35 am. You can wait outside the airport (in waiting places like a box). The bus is always ontime and yeah, don't miss it if you don't want to wait more longer or spend more money to ride another transportation method.

Good news. The strateo bus ticket is valid about 1.5-2 hours from the hours you bought it. So within the valid time, you can just use that ticket to go around city.

My advice, just buy 4 bus ticket and get off at BSI terminal. (You can buy the bus ticket in airport, I think in Mcdonalds downstairs before the main airport door). From there, if your hostel is located in the Reykjavik city centre, you can just walk, about 1-2 kilometers. My hostel was Bus Hostel Reykjavik, and I walked 1 kilometer from BSI terminal. You can walk while enjoy the view and orientating the road. Actually, the road is very easy to memorize! And on the way to Reykjavik city centre, you will see a beautiful landmark of Reykjavik, a marvellous high church called Halgrimskirkja (or something like that).

The fourth cheapest, is taking a Fly bus by Reykjavik Excursion. It is the most frequent and the most common transportation method from Keflavik Airport to Reykjavik city centre. From Airport to BSI bus terminal, they'll charge you 2500 ISK one way. For airport to your hotel in city centre, they charge 3000 ISK one way. Cheap? Hmmm.... You decide!

Well, just find your best transportation method based on your budget. On thing about Iceland, IT'S AWESOMEEEE!!!!!

Is it allowed to sleep in Keflavik International Airport, Reykjavik?

Many people and sources says you can't. Trust me, you can! I have proved this by my self when I visited Reykjavik in June 2017. My flight was landing in Keflavik Int. Airport at 23.00, and I had no hostel reservation for that night. I just assumed, there must be backpackers looking for some places in Airport to sleep also.

And As I could see, there were a lot of backpackers sleep in the coaches or floor. I slept on the floor with charging my handphone. A little bit cold, but I can handle it. There was no airport securities that cased away us! Even they didnt really care about us (backpackers!)

The best place for sleep is departure area (dont go downstairs because it little bit crowded). You can enter this place eventough youre not gonna fly to anywhere.

I can give u picture later for prove. Because it is saved in my computer (Im using handphone right now). Dont  waste money for expensive hotels /hostels when you can just sleep in the airport couches/floor.