Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

12.24.2021

Jogja, 5 Juni 2021 : Wisata kuliner ke Pantai Depok sama Mama n Iel

Solo, 5 Juni 2021

Hari ini akhirnya kesampaian juga ngajak ibu ane dan Gavriel - keponakan ane - untuk wisata pantai sekaligus kuliner ke Pantai Depok, Jogja. Well, tidak dipungkiri setiap mendengar kata "Pantai Depok", pasti yang kepikiran utama itu seafood-nya yang melegenda itu. Dimana kita bisa belanja sendiri seafood mentah di pasar, kemudian 'memasakannya' di warung-warung yang banyak sekali berjajar di tepi Pantai Depok dengan harga yang cukup terjangkau. Selain masakin seafood kita, mereka juga bisa memberi pelengkap seperti tumis kangkung, sambel, dan es degan yang menyegarkan. 

Kami berangkat dari Solo sekitar jam 7 pagi, setelah sebelumnya sarapan soto seger dulu di deket rumah. Perjalanan dari Solo ke Jogja berjalan cukup lancar, walau terdapat sedikit kemacetan di beberapa titik. Yahhh...memang jalan Solo-Jogja itu terkenal banget karena banyak lampu merahnya. Perjalanan dari Jogja ke Parangtritis juga tidak kalah bersaing, banyak titik kemacetan juga disana sini. Bahkan ane sempet salah jalan, niatnya dari Kota Jogja ngarah ke selatan, ini malah ngarah ke barat. Akhirnya puter balik biarpun udah jauh-jauh melewati ringroad. Akhrinya kami sampai di Pantai Depok setelah 3,5 jam perjalanan. Jauhnyooooo...

Sampai Pantai Depok, kami segera menuju ke pasar ikan & seafood di bagian belakang. Ibu ane langsung beraksi membeli 1 kg kepiting mentah dan 1 kg udang. Setelahnya kami sebenarnya hendak menuju tukang masak langganan yang namanya "Bu Ratmi", namun ternyata hari itu warung Bu Ratmi lagi tutup karena beliau lagi ada acara. Akhirnya diantarkan seorang joki masak, kami dipilihkan warung di ujung, yang view-nya langsung ke Pantai.

Segera ibu ane minta dimasakkan Kepiting Asam Manis dan Udang Bakar. Selain itu juga pesan tumis kangkung, dan es degan. Mantaapp.. Warung terlihat agak sepi hari itu. Hanya terdapat 1 keluarga yang terlihat selain kami. Karena saat itu masih hari biasa.

Menunggu agak lama, makanan akhirnya dataaang. Mantaap! Aku lupa foto kepitingnya hehe, tapi ini ada foto udangnya. Gavriel terlihat menikmati banget pemandangan pantai, mungkin karena udah cukup lama juga dia nggak main jauh dari Solo.






12.18.2021

Yogyakarta, Funny Moment

This is a photo of me (far left) when I attended the basic field training activity, when I was in my second semester of geological engineering. Oh so geeky and funny. Hahaha. We were doing joint sit ups.

11.21.2021

Surabaya, 4 Juni 2020 : LIFE WITH CAT !!

One part of my life story with "Chiko". Chiko was a stray cat that I adopted from the street near the old Kenjeran Beach, Surabaya. He's RIP now. He died of panleu disease in January 2021. We tried to take him hospitalized at the veterinary clinic, but it was too late. You will always be my most beautiful memory during May 2020 - now. Rest in peace.


11.09.2021

Surabaya, 4 November 2021 : Kepiting Asam Manis, UKL-UPL Ditolak (Lagi) n Kerja di Cafe

Hari ini masak spesial, makanan favorit ane, kepiting asam manis. Beli kepiting hidup sekilo Rp 130.000 di depo seafood deket rumah, kemudian dimasak sendiri. Mantaap.

Siangnya, ane n temen beranjak ke Galaxy Mall. Mau nongkrong di cafe sambil kerja disana. Kami berangkat agak sore ke Galaxy Mall, sebelum ke cafe sempatkan makan sore di Food Court Galaxy Mall. Ane makan mie pangsit, sedangkan temen ane sate ayam. Beli es teh 1. Lumayan juga habisnya 101rb 😁.

Selesai makan, kami nongkrong juga di cafe favorit yang biasanya buat kerja. Cafge Briosse. Seperti biasa, disana ane pesen es kopi Hazelnutt Latte. Favorit ane.

Pas lagi cek-cek email klien, ane lagi-lagi menelan kenyataan pahit karena pengajuan UKL-UPL ane lewat aplikasi PTSP KLHK ditolak lagi. Hhh ini berarti sudah kedua kalinya ditolak. Bener-bener bingung.

11.05.2021

Surabaya, 2 November 2021 : Bawa sampel Untuk Analisa Uji Geoteknik

Hari ini ane bangun seperti biasa, sekitar jam 09 pagi. Langsung mandi, dilanjut ngeteh n sarapan. Sekitar jam 13 siang, ane n asisten ane meluncur ke Lab. Mekanika Tanah di ITS untuk mengelabkan geoteknik 4 sampel batuan dari Trenggalek dan Tulungagung yang sudah kami ambil sebelumnya. 

Sampel andesit dari Trenggalek

Sampel andesit dari trenggalek

Surabaya, 13 Desember 2020 : Adopsi Momo dari Pasar Pabean, Surabaya

Pasar Pabean, Surabaya, 13 Desember 2020

"We never know when we will get a new family member. In fact, he still survives until now, being one of the cats I love the most, MOMO."

Malam itu ane n temen lagi jalan ke Pasar Pabean, salah satu sentra pasar ikan terbesar di Surabaya. Rencananya kami akan beli antara ikan kerapu/ikan kakap untuk dimasak ikan kuah kuning. Perjalanan naik Si Kia Rio kami awali dari daerah Sukolilo, beranjak menuju Kapasan dan parkir di dekat Jembatan Merah Plaza. Sekitar 40 menit mengemudi.

Belum ada yang spesial saat ane parkirkan mobil dan mulai berjalan sekitar 300 meter dari parkiran menuju ke pintu masuk Pasar Pabean. Sampai secara nggak sengaja temen ane lihat kucing kecil ini sedang meringkuk di bawah meja. Ane sendiri awalnya gak lihat karena saat itu kondisi gelap, dan kucing kecil ini benar-benar lagi meringkuk sendirian, ketakutan n kelaparan di bawah meja.

"Eh.. eh.. ada kucing kecil," seru temen ane sambil menunjuk sesuatu di bawah kolong meja.

Ane yang awalnya ga liat karena kolong meja agak gelap sedikit membantah,
"Mana sih....? Ga liat aku."

"Itu lagi meringkuk di bawah meja," Jawa temen ane lagi sembari mendekati kucing malang itu.

Setelah ane lihat seksama, ternyata emang beneeeer. Ada kucing kecil terlihat sedang meringkuk di bawah meja gelap, sendirian, terlihat kelaparan. Kebetulan karena kami bawa biskuit kucing Excel, langsung kami angkat kucing malang tersebut ke meja dan kami kasi makan.

Si kucing malang itu terlihat makan dengan begitu terburu-buru dan rakusnya. Duhhh...kasian kamu nak. Udah berapa hari coba nggak makan? Setelah ane lihat dengan seksama juga, ternyata kakinya juga bengkak.

Kami terus mengamati kucing kecil itu sembari dia makan dengan lahapnya. Namun karena hari sudah semakin malam dan kami harus segera membeli ikan, kami meninggalkan si kucing kecil sementara untuk masuk ke pasar dulu.

"Nanti kami kembali ya pus, kamu ikut ke rumah. Jangan kemana-mana ya.." kata ane sambil ngelus kepalanya.

Tidak butuh lama bagi kami untuk membeli ikan, dan segera kembali di meja si kucing kecil. Dia terlihat masih makan biskuit Excel dengan lahapnya di meja. Kami segera menggendongnya untuk dibawa masuk ke mobil. Oya 20 meter sebelum masuk mobil, si kucing kecil sempet lepas dari gendongan temen ane n berlari tunggang langgang. Untungnya temen ane sigap mengejarnya dan mendapatkannya kembali hehehe.

Akhirnya si kucing kecil berhasil dimasukin temen ane ke mobil. Ane masih tinggal sejenak untuk kembali membagi biskuit Excel ke kucing-kucing liar yang lain. Luar biasa.. begitu banyaknya kucing liar di Surabaya ini.

Di sepanjang perjalanan pulang, ane pikirin nama buat si kucing kecil ini. Nama yang lucu, apa ya.... Tiba-tiba ane kepikiran salah satu makanan khas Nepal namanya "chicken MOMO"

"Takkasih nama MOMO aja ya," kata ane ke temen ane. Dia setuju. Hehe. Dan si Momo ini pintar banget. Dia hanya terduduk di bagian belakang mobil dan setiap kami panggil "MOMO" dia pasti ngeong dengan cemprengnya 😁😁😁
Momo beberapa hari setelah diadopsi. Masih keciillll 😁🤣
Momo, 2 November 2021 😁😁🤣 rakusnyaaa dia. Kucing kuning di sebelahnya namanya PICO. Ane akan critain proses adopsinya di postingan ya g lain hihi. Love u.

11.03.2021

Surabaya, 6 Desember 2019 : Iseng Mengunjungi Hutan Bambu Surabaya. Bagus gak seh?

Sore itu, daripada gabut, setelah menyelesaikan beberapa urusan di Dinas, ane mengajak temen ane si Nur untuk mengunjungi Hutan Bambu Surabaya. Soalnya ane sudah cukup sering lihat di IG, kok bagus yah kayaknya Hutan Bambu Surabaya ini. Kenampakannya hampir mirip Hutan Bambu yang di Jepang. Yah.. walaupun ane tau sih, miripnya ala-ala. Setelah melihat review beberapa traveler di google map (ane sering banget baca-baca review tempat wisata di Google Map), akhirnya kami memutuskan berangkat kesana sekitar jam setengah lima sore dari daerah Dukuh Kupang. Lokasi hutan bambu ini sendiri berada di Sukolilo, Surabaya Timur.

Yang ane baca sekilas dari review pengunjung di Google Map, Hutan Bambu Surabaya ini dulunya mantan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disulap jadi tempat wisata gan. Satu kawasan dengan Hutan Bambu Surabaya ini ada Taman Harmoni yang terletak di sebelah timurnya.

Sore itu jalanan menuju Sukolilo cukup padat, karena jam pulang kerja. Kami membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke Hutan Bambu. Saat sampai, langit sudah menuju gelap. Tidak ada penjaga ataupun orang lain yang terlihat ada disitu, kami pun segera memarkir motor dan jalan masuk ke Hutan Bambu. 

Sesaat setelah masuk, ane begitu apresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya untuk mengubah tempat yang awalnya "Tempat Pembuangan Akhir" atau TPA menjadi sebuah hutan bambu. Ane jadi mbayangin, dulu area ini pastikan kotor dan bau oleh sampah, tapi kini telah berubah ditanami bambu-bambu yang cukup fotogenik.

Meski untuk dibilang spektakuler banget, ane rasa nggak juga ya. Tapi cukup baguss. Kami menghabiskan sekitar setengah jam disitu untuk foto-foto. Setelahnya kami langsung cuss balik ke arah Dukuh Kupang karena langit mulai menggelap, dan .... Nyamuk-nyamuk mulai berdatangan nyedot darah ane.. Ulala.. nyamuk di Surabaya ini emang luar biasa banyaknya.


P.S : Foto diedit dengan efek ya. Ditambahi saturasi.