Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

4.25.2017

Tidur di Bandara International Beijing Terminal 2

Air Asia D7 313, berangkat dari Beijing (T2) pukul 05.40, sampai di Kuala Lumpur pukul 12.05.

Tidur di bandara adalah ide pertama yang terlintas di pikiranku. Jika pesawatku berangkat 05.40, maka setidaknya aku harus sudah berada di bandara pukul 04.00. Aku segera meluncur ke situs favoritku untuk mencari referensi tempat tidur di bandara, http://www.sleepinginairports.net, dan mendapati hal yang membingungkan. Review seorang traveler bernama Clipsham cukup membuatku pusing.

"No matter where I tried to get some shut-eye, even if I was sleeping sat upright, a member of airport staff would shake me and declare 'no sleeping!" - Clipsham

Namun pada bagian where to sleep di bawahnya, ada informasi yang bertentangan:

Airport staff are generally tolerant of overnight sleepers.

T3 is the most comfortable terminal to catch some sleep overnight. Plenty of seating, though the benches are often wooden, and only chairs with armrests are padded. Get creative.

Many travellers suggest the Burger King in the mezzanine level of T3 - its couches are comfortable and they are tolerant of sleepers.

Landside, there are a lot of benches that have no armrests, so head to the A/B counters and the L/K counters. It’s crowded, so grab a seat when you can! (Traveller, November 2011)

As a busy airport, come prepared for noise and light - bring earplugs and eye masks.

Jadi yang benar yang mana? Disitu hanya ada informasi untuk Terminal 3. Bagaimana dengan Terminal 2? Aku mulai mencari alternatif penginapan murah (hostel/guest house) yang berada di dekat Bandara Internasional Beijing. Tapi nihil, paling murah berkisar antara 100-200 yuan, itupun masih berjarak sekitar 3-5 kilometer dari bandara. Artinya, aku masih harus membayar airport shuttle. Malas, pengennya cari yang gratisan saja. Hehehe.

@@@

Nah berdasar pengalamanku bermalam di Bandara Internasional Beijing Terminal 2 (kusingkat BIJ T2), aku akan berbagi tips dan trik. Jadi tidur di BIJ T2 itu diperbolehkan (Maret 2017). Menurutku, spot terbaik adalah di bagian Terminal Ketibaan (Arrival) yang berada di Lantai 2. Disitu ada banyak kursi-kursi berjajar (kebanyakan ada lengan kursinya) yang bisa digunakan untuk beristirahat. Jika anda cepat, bisa mendapatkan sederet kursi yang tidak ada lengan kursinya. Lokasinya strategis karena berdekatan dengan toilet, tempat isi ulang air, KFC, Starbucks, mesin penjual minuman, dan lain-lain.
Salah satu spot untuk tidur di Terminal Ketibaan Bandara Internasional Beijing Terminal 2 (GALUH PRATIWI)

Sewaktu aku bermalam disitu pada 27-28 Maret 2017, aku sempat beberapa kali tidur dan tidak ada petugas yang mengganggu sama sekali. Beberapa orang disekitarku juga terlihat selonjoran di kursi yang tidak ada lengannya, ada juga yang menggelar semacam tikar kecil dan tidur di lantai. Sepengetahuanku, tidak ada petugas yang melarang kami tidur. Aku merekomendasikan di terminal ketibaan karena biasanya relatif lebih sepi daripada lantai keberangkatan di lantai 3. 

Oya, selain terminal ketibaan, anda bisa juga tidur di Terminal Keberangkatan di Lantai 3. Seperti lantai 2, disana banyak juga kursi berjajar yang bisa digunakan untuk beristirahat. Hanya menurutku tidak terlalu nyaman karena suasana yang terlalu ramai. Sebagai salah satu bandara yang menjadi hub internasional penerbangan jarak jauh, jadwal keberangkatan pesawat dari BIJ T2 sering dilakukan pagi-pagi sekali sehingga lantai keberangkatan jarang sepi.

Semoga postingan ini membantu ya, Happy Traveling in CHINA!

Kintamani, 23 April 2017 : Menikmati Hidup dengan Traveling

Aku orang yang percaya dengan ungkapan, "Hidup haruslah dinikmati dan haruslah dibuat bahagia."

Aku menulis ini sambil duduk santai di teras Segara Hotel and Restaurant, sebuah penginapan super cozy di tepi Danau Batur, BALI. Aku selonjorkan kakiku di kursi teras kamar sembari memangku laptop. Tubuhku terasa rileks. Udara dingin sesekali datang, menyegarkan kulitku yang dari seharian kemarin terkena panas yang menyengat di Denpasar.

Perjalanan ke Bali ini cukup mendadak. Aku baru memutuskan akan pergi beberapa hari sebelum berangkat, setelah bingung mau menghabiskan long weekend 22-24 April 2017 dimana. Menghabiskannya sendirian di Surabaya aku rasa bukan pilihan yang menyenangkan, di Solo juga aku sering bosan karena tidak ada aktivitas terlalu berarti yang bisa dilakukan, kebetulan juga minggu ini belum ada order pekerjaan konsultan . Aku sempat berpikir ingin mengunjungi Timor Leste, tapi karena harga tiket yang melambung mahal, aku mengurungkannya. Setelah sempat berargumen dalam hati, antara ingin mengunjungi Banjarmasin / Balikpapan / Samarinda / Bali, akhirnya pilihan aku jatuhkan ke Bali. Karena dari semuanya, Bali-lah yang paling ekonomis. Lagipula, aku juga kangen dengan Bali. Setelah kupikir-pikir, terakhir kali aku benar-benar kesini untuk mengunjungi wisatanya itu tahun 2011 sewaktu backpackeran dengan teman kuliahku. WOW, sudah 6 tahun yang lalu.
 Aku di Monkey Forest, UBUD (GALUH PRATIWI)

Aku menikmati dua hariku di Bali. Meskipun aku tidak terlalu mengunjungi banyak tempat wisata (karena targetku memang hanya ingin bersantai dan refreshing), tetapi perjalanan ini benar-benar telah menyegarkan otakku dari kepenatan yang selama beberapa hari melanda. Sejak pulang dari China pada 28 Maret 2017, perasaan wanderlust dengan intensitas lumayan hebat memang sering melandaku. Rasanya hanya ingin pergi ke tempat yang jauh. Berpetualang. Menikmati sesuatu yang baru. Selalu bosan dengan hal monoton yang kuhadapi setiap hari.
Tegalalang Field Rice, UBUD (GALUH PRATIWI)

Resign, resign dan resign adalah ide yang muncul di kepalaku sejak aku pulang backpackeran dari China. Rasanya aku sudah tidak sanggup menghadapi semua hal monoton ini. Kerja dari Senin sampai Jumat, dari jam 07.00 sampai 15.30. Uang, uang, uang, itu selalu yang dicari. Dimana kebahagiaan? Dimana kenikmatan hidup? Dimana itu? Apa hidup hanya untuk mencari uang? Mengejar materi yang tidak pernah ada habisnya?

Siang tadi, setelah mandi yang menyegarkan, aku makan siang di restoran Hotel Segara. Sepiring nasi goreng ayam, kentang goreng, dan teh lemon panas terhidang mengepul didepanku. Aku makan sembari menikmati pemandangan Danau Batur yang mempesona dihadapanku. Sejenak kemudian, aku menyalakan notebook dan mulai menonton film India menggunakan wifi hotel. Rasanya pikiranku begitu rileks, aku benar-benar menikmati hidup. Traveling mengajarkanku, bahwa dalam hidup kita harus senantiasa seimbang. Kerja dan memberikan hidup kebahagiaan, harus dilakukan secara seimbang.

Gaya hidup pemalas? Aku tidak mendefinisikan backpacker sebagai sesuatu seperti itu. Karena menurutku, seorang traveler yang sudah terasah menjadi backpacker akan mempunyai tingkat kreatifitas dan bertahan hidup yang lebih tinggi dari rata-rata. Mereka selalu mencari dan mencari sesuatu untuk membuat semuanya murah. Mencari segala informasi dari berbagai sumber. Mereka bukan pemalas. Mereka bisa menikmati itu semua dari hasil kreatifitas mereka. Kreatifitas untuk menghasilkan uang, kreatifitas untuk membuat rencana perjalanan yang menyenangkan, kreatifitas untuk bertahan hidup dengan uang seadanya. 

Aku benar-benar menikmati hidup dengan traveling!

3.09.2017

Diary Menggapai Himalaya 32 : Perjalanan Gorakhpur - Sunauli dan Membuat Visa On Arrival Nepal di perbatasan India-Nepal (Juli 2016)

Gorakhpur mungkin adalah kota tujuan utama bagi mereka yang ingin masuk Nepal dari India. Kota kecil yang berlokasi di Uttar Pradesh ini berjarak kurang lebih 100 kilometer sebelah selatan pintu perbatasan India - Nepal. Sunauli merupakan kota perbatasan sisi India, sementara Belahiya merupakan kota perbatasan sisi Nepal. 
Jarak Gorakhpur - Sunauli (Google Map)

Untuk menuju Gorakhpur, ada beberapa alternatif transportasi yang bisa digunakan seperti via jalur darat (kereta api atau kendaraan roda empat) serta jalur udara (via pesawat). Saran saya, jika ingin berhemat dan bisa tidur di sepanjang jalan, gunakan transportasi kereta api kelas sleeper. tapi harap booking tiketnya jauh-jauh hari karena rute menuju Gorakhpur sering penuh. Perjalanan kemarin aku mengambil rute Agra - Gorakhpur menggunakan kereta api sleeper. Murah dan bisa tidur di sepanjang jalan.

TIPS 1 : Jika waktu tidak terbatas dan ingin berhemat, gunakan metode transportasi Kereta Api Ekonomi Sleeper. Ingat beli tiketnya jauh-jauh hari, turun di Gorakhpur Junction.
Pilihan Transportasi menuju Gorakhpur (Sumber: DISINI)

Jika naik kereta, saya sarankan turun di Gorakhpur Junction (GKP). Jika anda sampai di Gorakhpur pada malam hari, saya sarankan jangan langsung ke perbatasan karena daerahnya cukup rawan. Lebih baik menginap di Hotel yang banyak tersebar di pintu keluar Gorakhpur Junction (GKP). Pada perjalanan kemarin, karena kereta kami terlambat 8 jam, kami sampai di Gorakhpur malam hari dan menginap di Hotel dengan tarif 990 Rs/dua orang. Aku lupa nama hotel tersebut, tapi yang jelas kondisinya bagus. kami mendapatkan sebuah kasur king size dengan TV, AC dan air panas. Jangan khawatir, cukup banyak hotel dengan tarif yang bervariasi antara 450 Rs/ 900 Rs/ 990 Rs / 1000 Rs (kami sempat bertanya ke beberapa hotel).
Hotel di depan Gorakhpur Junction dengan tarif 990 Rs (GALUH PRATIWI)

    Hotel di depan Gorakhpur Junction dengan tarif 990 Rs (GALUH PRATIWI)

TIPS 2 : Jika sampai di Gorakhpur malam hari, sebaiknya menginap dahulu di hotel yang banyak tersebar di pintu keluar Gorakhpur Junction.

Pagi harinya, setelah sarapan kami memutuskan segera menuju tempat pemberhentian bus yang akan menuju Sunauli. Jika dari pintu keluar Gorakhpur Junction, anda cukup belok kiri dan jalan kaki sekitar 100 meter. Bertanyalah jika kesulitan menemukan.

Yang harap dijadikan perhatian, di sepanjang jalan keluar Gorakhpur Junction, akan banyak sekali driver-driver yang menawarkan tumpangan ke Sunauli dengan mobil pribadi. Menurut info yang kami dengar dari warga lokal, tarif perorang sekali jalan ke Sunauli adalah 3000 Rs. WOW.

Kami mengindahkan semua tawaran driver-driver tersebut dan terus mencari keberadaan bus umum yang akan mengantarkan kami ke Sunauli. Akhirnya kami menemukannya, posisi ngetem bus ternyata di depan pintu masuk nomor 3 Gorakhpur Junction, dekat dengan pertigaan.

TIPS 3 : Untuk menuju perbatasan (Sunauli), gunakan bus umum yang mangkal di depan pintu masuk 3 Gorakhpur Junction. Tarifnya sangat murah, 90 Rs, dengan lama waktu perjalanan 2,5 jam.


Lokasi pertigaan dimana bus ke Sonauli mangkal (GALUH PRATIWI)

Kami menunggu bus ngetem sekitar satu jam sebelum akhirnya bus berangkat. Jarak Gorakhpur ke Sunauli sendiri sekitar 100 kilometer dengan lama perjalanan sekitar 2,5 jam. Tarif tiketnya sangat murah, hanya 90 Rs perorang. Bandingkan jika naik mobil pribadi yang seharga 3000 Rs. Duh.
Bus ke Sunauli (GALUH PRATIWI)

Bus yang awalnya hanya berisi beberapa penumpang, lama kelamaan semakin penuh. Kami beruntung karena mendapatkan tempat duduk dari awal. Rute yang kami lewati adalah melewati kota-kota kecil dengan keadaan yang cukup kumuh. Perjalanan selama 2,5 jam terasa cepat bagiku karena aku terus merekam dan penasaran dengan keadaan masyarakat di daerah pinggiran. Pasar-pasar, rumah ibadah, ruko-ruko yang berantakan, jalan berdebu, kabel semrawut, tumpukan sampah, menjadi pemandangan yang mendominasi.
Pemandangan sepanjang jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Pemandangan sepanjang jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Pemandangan sepanjang jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Pemandangan sepanjang jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Patung Mahatma Gandhi di jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Pemandangan sepanjang jalan Gorakhpur-Sunauli (GALUH PRATIWI)

Kami sampai di Sunauli pukul 12.35. Jalan aspal panjang, panas dan gersang mengular ke depan. Lingkungan sekitar didominasi oleh ruko-ruko yang saling berhimpitan. Kabel-kabel semrawut terlihat menggantung, sampah-sampah plastik bertebaran dan udara terlihat sangat berdebu. Dengan petunjuk kenek bus, kami segera menuju Imigrasi India (Sunauli) yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat bus kami berhenti.

TIPS 4 : Bertanyalah kepada kenek bus lokasi Imigrasi India.


Sunauli yang berdebu (GALUH PRATIWI)

Sunauli yang berdebu (GALUH PRATIWI)

Untuk sebuah imigrasi, aku cukup kaget karena imigrasi India ini sangat kecil dan papan penunjuknya sangat kecil. Hampir tidak bisa dikenali dari bangunan di sekitarnya. Mungkin, jika kita tidak awas, kita bisa tidak menyadari keberadaan imigrasi ini. Masuk Nepal tinggal masuk aja haha. 

PS: Untuk warga negara India/Nepal, mereka memang bebas keluar masuk negara tersebut tanpa paspor dan visa karena ada semacam perjanjian.


Imigrasi India (Sunauli) (GALUH PRATIWI)

Kami menghabiskan sekitar setengah jam di Imigrasi India untuk mendapatkan cap keluar. Disitu pula kami sempat bertemu dengan traveler asal Korea yang habis menjelajah Nepal selama 20 hari (termasuk mendaki ke Everest Base Camp), kemudian akan menjelajah India, setelahnya ke Mesir. Dia sudah pernah ke Bali juga. Kami mengobrol sesaat sebelum harus berpisah ke tujuan masing-masing.

Untuk menuju Imigrasi masuk Nepal, kami harus berjalan kurang lebih 300 meter lagi. Kondisi jalanan menjadi bertambah parah. Debu dan sampah tersebar dimana-mana. Truk-truk barang, mobil, motor, sapi, kambing, berseliweran dimana-mana. Kami sempat menukarkan USD ke Rupee Nepal di salah satu ruko pinggir jalan.

TIPS 5 : Jika belum punya Rupee Nepal, tukarkan USD atau Rupee India anda di ruko-ruko Money Changer di sepanjang kanan/kiri jalan. Banding-bandingkan harganya dahulu kalau bisa. Kalau bisa minta diberi uang kecil juga untuk naik bus/makan. Tukarkan Rupee Nepal secukupnya karena jika tidak habis, uang ini susah ditukarkan ke USD/mata uang lainnya lagi.


Sunauli yang berdebu (GALUH PRATIWI)

Sunauli yang berdebu (GALUH PRATIWI)

Sunauli yang berdebu (GALUH PRATIWI)

Sekitar 10 menit berjalan, kami akhirnya menemukan gerbang keluar dari Negara India. Orang-orang terlihat lalu lalang dengan leluasa tanpa adanya penjagaan berarti. Setelah berfoto kami melanjutkan perjalanan menuju gerbang masuk Negara Nepal dan Imigrasi Nepal. Seperti halnya Imigrasi India, Imigrasi Nepal hampir tidak terlihat dan tidak bisa dibedakan dari bangunan di sekitarnya. Bertanya memang hal yang krusial disini sepertinya.

TIPS 6 : Bertanyalah kepada polisi/tentara yang berjaga di bawah gerbang masuk Nepal dimana lokasi Imigrasi Belahiya Nepal.


Batas negara India (GALUH PRATIWI)

Kantor Imigrasi Nepal di Belahiya (GALUH PRATIWI)

Selamat datang di Nepal (GALUH PRATIWI)

Untuk masuk Nepal, bagi Warga Negara Indonesia bisa menggunakan VOA (Visa On Arrival). Adapun syarat membuat VOA Nepal di Belahiya berdasarkan pengalamanku adalah:

1. Paspor asli dengan masa berlaku min 6 bulan;

2. Membawa pas foto 4x6 background putih (2 lembar), sediakan juga ukuran 3x4 backgorund putih (2 lembar);

3. Mengisi 2 formulir yang akan didapatkan on the spot di Imigrasi Belahiya;

4. Membayar biaya pembuatan VOA ( 25 USD untuk 15 hari, 40 USD untuk 30 hari, 100 USD untuk 90 hari).

Syaratnya cukup mudah bukan gan, setelah mendapatkan cap VOA, anda bisa masuk Nepal dan menjelajah sesuai dengan masa berlaku visa.
Visa On Arrival Nepal (Belahiya) (GALUH PRATIWI)

TIPS 7 : Bayar dengan USD saja karena tarifnya sudah pasti, daripada dengan mata uang lain (Euro, SGD, HKD, GBP) maka akan terkena selisih nilai kurs yang terkadang malah dibulatkan ke atas.

Dari Belahiya, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pokhara/Kathmandu/Chitwan, anda bisa mampir ke Lumbini. Lumbini merupakan tempat kelahiran Sang Buddha Gautama yang menyandang gelar UNESCO World Heritage Site, salah satu situs ziarah paling penting bagi umat Buddha. Jarak dari Belahiya ke Kompleks Lumbini adalah sekitar 30 kilometer, dapat ditempuh dengan bus kota.

Caranya: sehabis melewati imigrasi Nepal, anda akan melewati serangkaian ruko-ruko dan penjual kaki lima di sebelah kanan. Tetap jalan aja sekitar 100 meter sampai menemukan kumpulan bus di sebelah kanan anda. 
Setelah melewati imigrasi Nepal, terus berjalan saja sampai menemukan papan hijau penunjuk batas. Terminal bus ada di sisi kanan. (GALUH PRATIWI)

Terminal bus Belahiya (GALUH PRATIWI)

Bus tersebut melayani berbagai rute dan tujuan. Untuk menuju Lumbini, tidak ada bus langsung. Anda harus oper bus dua kali. Dari sini, cari saja bus yang lewat Siddhartanagar. Dari Siddhartanagar, anda lanjutkan naik bus yang menuju Lumbini. Biasanya bus ke Lumbini ini ngetem di depan kios buah-buah. Tips saya, bertanya saja kepada warga lokal mana bus ke Lumbini. Biasanya mereka akan menjelaskan anda harus oper bus dua kali.
Rute dari Belahiya ke Lumbini (GALUH PRATIWI)

Tarif bus dari Belahiya (perbatasan) ke Siddharthanagar sangat murah, hanya 20 NPR. Dari Siddharthanagar ke Lumbini ditempuh dalam waktu 45 menit dengan tarif 75 NPR. 
Kondisi bus dari Belahiya ke Siddharthanagar (GALUH PRATIWI)

Di dekat stupa ini kami diturunkan dan harus oper bus yang mengarah ke Lumbini (GALUH PRATIWI)

Posisi ngetem bus ke Lumbini adalah dekat kios-kios buah ini (GALUH PRATIWI)

Kondisi bus Siddharthanagar - Lumbini (GALUH PRATIWI)

Seingat saya kemarin, kami diturunkan di salah satu pintu keluar Kompleks Lumbini. Oiya satu hal yang harus diketahui, kompleks Lumbini ini sangat luas. Panjangnya mencapai 4,8 kilometer, sementara lebarnya 1,6 kilometer. Saya tidak menyarankan berjalan kaki untuk mengelilinginya karena akan sangat capek. Alternatif transportasi yang tersedia adalah cycle rickshaw. Sewaktu turun dari bus, kami langsung didekati oleh supir cycle rickshaw yang menawari 500 NPR/berdua untuk mengelilingi kompleks Lumbini. Kami menawar 400 NPR dan dia setuju.
Kompleks Lumbini sangat luas (GALUH PRATIWI)

Postingan saya mengelilingi Lumbini:

Tata Cara Pengajuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk Penjualan Provinsi Jawa Timur

Kegiatan penambangan batuan andesit di Kab. Ngawi (GALUH PRATIWI)

Menurut UU Nomor 4 Tahun 2009 pasal 1 ayat 22, Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk menjual hasil pertambangan mineral atau batubara. Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu membuka layanan perizinan yang disebut Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk Penjualan. Bagaimana penjelasan izin ini? Apa perbedaannya dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus Pengangkutan dan Penjualan? Mari saya paparkan di bawah.

Menurut UU Nomor 4 Tahun 2009 pasal 105, berikut ini adalah ketentuan untuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk Penjualan:
(1) Badan usaha yang tidak bergerak pada usaha pertambangan yang bermaksud menjual mineral dan/atau batubara yang tergali wajib terlebih dahulu memiliki IUP Operasi Produksi untuk penjualan.

(2) IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan untuk 1 (satu) kali penjualan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.

(3) Mineral atau batubara yang tergali dan akan dijual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai iuran produksi.

(4) Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib menyampaikan laporan hasil penjualan mineral dan/ atau batubara yang tergali kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuaj dengan Kewenangannya.

Lantas, apa saja syarat mengajukan Izin Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk Penjualan? Berikut adalah saya paparkan berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 49 Tahun 2016:


A. Syarat Administratif
1. Surat permohonan, berkop dan bermaterai cukup.
2. Salinan Kartu Tanda Penduduk Pemohon.
3. Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak Badan Usaha.
4. Surat Keterangan Domisili Kegiatan Usaha (asli).
5. Profil Badan Usaha;
6. Salinan Akta pendirian Badan Usaha termasuk akta perubahannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang;
7. Susunan direksi dan daftar pemegang saham.
8. Salinan izin usaha yang dimiliki dari instansi yang berwenang
9. Surat pernyataan bermeterai pemohon tentang kebenaran salinan dokumen yang dilampirkan dalam permohonan.

B. Syarat Teknis
1. Master plan kegiatan disertai dengan peta topografi dan titik koordinat dengan skala 1:1.000 – 1:5.000;
2. Rencana kerja berdasarkan master plan;
3. Perhitungan volume mineral dan/atau batubara yang tergali akibat kegiatan yang dilakukan;
4. Kualitas mineral atau batubara yang tergali disertai dengan sertifikat conto dan analisa mineral atau batubara dari laboratorium yang telah diakreditasi; dan
5. Salinan perjanjian jual beli dengan pembeli apabila mineral logam, mineral bukan logam, batuan, dan/atau batubara yang tergali akan dijual.


                 TAHAPAN PERIZINAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN 
                         KHUSUS PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN

           (Berdasarkan Pergub Jawa Timur 49 Tahun 2016)

1. Pemohon mencari informasi, baik kepada P2T maupun kepada Dinas Teknis.
2. Setelah mendapatkan informasi tentang Izin Sementara untuk Melakukan Pengangkutan dan Penjualan, Pemohon melengkapi syarat-syarat dan mengajukan permohonan IUP Operasi Produksi untuk Penjualan.
3. Pemohon mengambil nomor antrian.
4. Permohonan dicek oleh Petugas Front Office.
a. Dokumen tidak lengkap dikembalikan
b. Dokumen lengkap diserahkan ke tim Teknis
5. Dokumen diverifikasi oleh tim Teknis.
a.Dokumen tidak lengkap dan/atau tidak benar secara administrasi dikembalikan ke pemohon
b.Dokumen lengkap dan benar dibuatkan surat Permintaan Rekomendasi ke Dinas Teknis.
6. Verifikasi dan evaluasi dokumen permohonan oleh Dinas Teknis:
a.Dokumen tidak sesuai dikembalikan ke pemohon melalui tim Teknis.
b.Dokumen sesuai, akan ditindaklanjuti dengan kunjungan lapangan, penyusunan berita acara dan rapat pembahasan.
7. Rapat pembahasan dan Kunjungan lapangan serta membuat Berita Acara Kunjungan lapangan.
a. Ditolak, permohonan dikembalikan ke pemohon melalui tim Teknis.
b. Disetujui, dibuatkan draft Rekomendasi Teknis.
8.Surat penolakan pemohonan IUP Operasi Produksi untuk Penjualan dari hasil Verifikasi dan Evaluasi Dinas Teknis.
9.Penyerahan penolakan pemohonan IUP Operasi Produksi untuk Penjualan kepada Pemohon.
10.Penyusunan Rekomendasi Teknis IUP Operasi Produksi untuk Penjualan.
11.Pengiriman Rekomendasi Teknis IUP Operasi Produksi untuk Penjualan.
12.Berdasarkan hasil Rekomendasi Teknis dari Dinas ESDM, P2T menerbitkan IUP Operasi Produksi untuk Penjualan.
13.Persetujuan IUP Operasi Produksi untuk Penjualan diserahkan kepada pemohon.

FAQ:
1.  Di bagian syarat administratif disebutkan persyaratan teknis hanya untuk badan usaha saja, apakah perorangan tidak boleh mengajukan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi untuk Penjualan?
Jawab: Benar sekali, yang boleh mengajukan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi untuk Penjualan hanyalah badan usaha. Jika ada perorangan yang ingin mengajukan izin ini, saya sarankan membentuk CV terlebih dahulu.

2.  Di bagian syarat administratif poin 8 disebutkan salinan izin usaha yang dimiliki dari instansi yang berwenang, maksudnya apa?
Jawab: Saya berikan ilustrasi untuk mempermudah. Misal Pak Anwar ingin membangun gudang di lahannya seluas 2 Hektar. Tapi tanah tersebut masih berbentuk bukit yang bergelombang sehingga perlu dikepras terlebih dahulu supaya rata. Dalam hal ini Pak Anwar harus mengurus izin mendirikan gudang terlebih dahulu (bisa meliputi Izin Mendirikan Bangunan [IMB], Izin HO, dan lain-lain sesuai ketentuan peraturan daerah setempat). Izin mendirikan gudang inilah yang nantinya dilampirkan dalam persyaratan izin usaha pertambangan Operasi Produksi untuk penjualan.

Setelah administrasi dan teknis lengkap, permohonan bisa diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur. Permohonan akan diproses sesuai tahapan diatas. Setelah IUP OP Penjualan keluar, Pak Anwar bisa segera melakukan pengeprasan tanahnya yang berbukit tersebut. Hasil keprasan tanah tersebut bisa dijual. Setelah rata, bisa dibangun gudang.

Bagi yang membutuhkan informasi:
085 7299 36560
Email: galuhsaina@gmail.com

Permohonan diserahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur. Alamat Jl. Pahlawan No.116, Krembangan Sel., Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur (031) 3577691.

3.02.2017

Jual Syal Tenun Atambua dan Rote

Bagi yang berminat dengan syal tenun Atambua dan Rote, Nusa Tenggara Timur. Harga per pcs 80ribu. Hubungi 085 7299 36560 (WA,sms,telfon). Panjang syal antara 130-160 cm, lebar syal 20-27 cm. Kalau SMS/telfon tidak bisa WA saja, soalnya kos jarang ada sinyal. Pengiriman barang bisa via COD (bertemu langsung di Surabaya) atau kirim via POS/JNE. Silahkan dipilih :








 






Syal Tenun Rote. Harga Rp 85.000


Pashmina Rote. Harga Rp 250.000