Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

10.19.2014

ALOHA FLORES....Dari jualan online sampai ke Flores. Terimakasih Tuhan....

Aloha (again) NTT....

Beberapa minggu ini aku berdoa kepada Tuhan...aku mengucapkan keinginan, "Ya Tuhan, gimana ya cara aku bisa ke NTT? Aku rindu sekali dengan kampung halaman, Kupang dan Atambua, mau kesana tapi duit pas-pasan. Pekerjaan sebagai asisten sudah regenerasi, dan beasiswa sudah dihentikan pas 4 tahun. Aku berpasrah kepadaMu, tunjukkanlah jalan bagiku untuk ke NTT Tuhan"

Niat kembali ke kampung halaman yang sangat menggebu-gebu itu sempat membuatku mencari pekerjaan sambilan kesana-sini sembari mengerjakan skripsiku. Seperti kepikiran mau jualan pulsa, mau kerja sambilan di rumah makan, mau bisnis jualan jus dan bakso bakar, tapi semuanya hanya berupa angan-angan sampai aku menemukan cara yang pas dan tidak terlalu menyita waktu yaitu jualan online melalui olx dan berniaga. Karena bagaimanapun, aku harus mengerjakan skripsiku. Disinilah aku benar-benar belajar bagaimana susahnya mencari uang yang sebenarnya.

Segera saja barang-barang yang tidak aku gunakan lagi aku kumpulkan, aku foto dan kemudian aku jual secara online. Niat itu dilancarkan Tuhan karena beberapa barangku laris walaupun tidak dalam waktu cepat. Total, dalam waktu 1 bulan, aku berhasil mengumpulkan hampir 900ribu. Tetapi apakah semuanya lancar sampai disitu saja? Tentu saja tidak, kebutuhan ekonomi yang menghimpit membuatku sering mengambil uang itu untuk keperluan yang lain seperti pergi ke Jogja, print draft skripsi, membeli pulsa dan lain sebagainya. Puncaknya, aku harus menggunakan sisa uang jualan online untuk membayar kuliah sehingga akhirnya habis sama sekali. Semakin jauhlah mimpiku untuk kembali ke NTT. Aku sudah tak punya harapan lagi. Niat awal aku ingin menggunakan modal itu untuk membuat tas traveling yang kemudian dijual, harus tertunda sementara.

Di dalam kegalauanku, aku ingat bahwa dulu sempat ada tawaran pekerjaan pemetaan tambang rakyat di Manggarai, Flores. Sebenarnya pekerjaan ini hanya untuk laki-laki, dimana dosenku sebagai ketuanya hanya membutuhkan 2 laki-laki. Aku pun tidak putus asa segera menghubungi dosenku untuk menanyakan apakah perempuan diijinkan ikut karena aku sangat pengin. Hehehe. Dosenku mengatakan, " Ya3, nanti saya coba diskusikan dulu." Aku lega mendengar jawaban dosenku, tetapi aku tidak mendengar kabar apa-apa dari beliau sampai lebih dari 1 minggu sesudahnya. Aku berpikir, 'Ahh..paling sudah ada laki-laku yang daftar, kan tempatnya eksotis tu, pasti banyak yang daftar dan aku nggak mungkin ikut.' Pemikiran itu membuat hariku tidak semakin baik.

Tiba-tiba, dalam suatu momen tak kuduga, aku memperoleh sms dari temanku,

"Luh, kamu minat ikut proyek ke NTT?"

"Mau banget donk, aku ikut. Yang ke Manggarai itu ya?" jawabku.

"Iya. Tapi kamu cari partner 1 lagi cewek ya. Nanti kalau nggak ada 2 cowok yang daftar ke aku sampai sore kalian berangkat."

"Okee."

Menerima SMS tersebut, aku segera menawari teman-temanku proyek ini. Dan jawabannya adalah.....hampir semuanya tidak bisa. Aku sedih sekali, waahh aku harus dapat partner. Kalau nggak aku nggak bisa berangkat. Akhirnya aku menghubungi seniorku angkatan 2009, dan syukurlahh dia bisa. Jadilah aku melapor ke temanku kalau aku sudah dapat partner. Tapi apakah kami fix berangkat? Belum tau. Kan menunggu apakah ada 2 cowok yang mendaftar dulu, kalau iya ada yang mendaftar, kami nggak jadi berangkat. Tapi temanku sudah memberi sinyal bahwa kemungkinan besar memang kami berangkat. Ayyeyy!!

***

Besoknya, aku sudah mendapat kepastian dari temanku bahwa kami memang akan berangkat ke Flores......2 hari lagi. Saat itu begitu tak terkira rasa senang di hatiku. Benar-benar.....nggak nyangka. Begitu besar kekuatan sebuah doa. Begitu besar kelegaan yang diberikan oleh Tuhan jika kita mau 'sedikit' bercerita tentang masalah kita, keinginan kita, kebutuhan kita. Aku benar-benar merasa sangat bersyukur saat itu. Aku yang awalnya kelimpungan sana sini jualan online buat ke NTT, akhirnya harus gatot karena saat itu sama sekali nggak melibatkan Tuhan. Aku berjalan sendiri, egois sekali. Temanku berkata, "Ya kamu minta ke NTT Tuhan nggak akan langsung kasi kamu uang breekk gitu. Dia kasi jalan lewat jualan online kamu laku, kamu bisa beli pulsa internet buat liat tawaran pekerjaan dan menghubungi dosenmu. Kamu diminta kerja dulu di provinsi yang SAMA dengan tempat impianmu untuk cari uang dulu. Nanti dari uang hasil kerjamu, kamu bisa pergi ke Kupang sama Atambua to." Aku hanya tersenyum membenarkan penjelasan temanku.

Siap-siap dulu. Berusaha sesimpel mungkin....

Besok aku sudah berangkat, sementara ini aku sedang menyiapkan segala sesuatu. Trip kali ini agak berbeda karena aku akan bekerja, bukan jalan-jalan seperti biasanya. Aku berdoa kepada Tuhan semoga sukses :) Aku ingin mengerjakannya dengan serius, untuk dosenku yang sudah mempercayai aku, untuk keluargaku, untuk Tuhan yang sudah memberikanku kesempatan. Terimakasih Tuhan.

***
UPDATE: Akhirnya ane bisa benar ke Kupang sama Atambua gan, berangkat tanggal 27 November 2014 pulang 11 Desember 2014. Sebenarnya gaji kerja di Flores aja nggak cukup gan, tapi Tuhan benar-benar sayang ane gan. Setelah proyek Flores, ane kembali ditawari 2 proyek di Madura oleh perusahaan yang sama. Wuahh senaanngg gan!!
 Jangan pernah meremehkan kekuatan mimpi gan. Uang bukan segalanya, yang penting NIAT! See u!

9.19.2014

[Catatan Pengeluaran] 350ribuan Keliling Singapore 3 hari 2 malam + banyak tempat wisata lainnya!



Patung Merlion yang menjadi primadona Singapore (GALUH PRATIWI)

Sampah. Ya itulah yang aku cari di sepanjang jalan Singapore. Semacam riset kecil-kecilan ttg kebersihan.HAMPIR TIDAK ADA SAMPAH (setidaknya di jalan yang aku lewati). Sungguh, ini adalah negara terbersih dan termudah yang pernah aku kunjungi. Total aku menghabiskan kurang dari 400 ribu untuk menjelajah Singapore selama 3 hari 2 malam (sudah termasuk semuanya: transportasi, akomodasi, makan dan masuk tempat wisata)


Rincian Dana:
Rekord pengeluaranku di Singapura kemarin ya 3 hari 2 malam, sama beberapa tips yang mungkin bisa berguna. Total 55,9 sgd.

1. Top Up kartu EZ link buat naik MRT 10 SGD. Keuntungan memakai kartu: tidak menghabiskan waktu untuk membeli tiket dulu di stasiun dan dapat diskon. Min top up ternyata 5 sgd.

2. Jajan roti pandan big saiz sama susu di 7-eleven Bandara Changi 4 SGD

3. Nginap 2 malam di Sky Orchid's mix dorm AC total 23,90 SGD.
Aku rekomendasikan banget penginapan ini karena murah (dorm cuma 12 sgd-an per malem). Tapi harus mau campur cewek-cowok, nggak masalah kok. Fasilitasnya ada hot water all the time, mesin cuci gratis, wifi kenceng, free breakfast, AC room, TV gratis, alat pijet gratis (aku sempet pijetan 20 menit lo), loker sama kunci. Nanti setiap nginep akan diminta deposit key 30 sgd (nanti dikembalikan pas check out).

4. Sarapan nasi briyani big saiz day 2 + teh tarik 5,90 sgd (waduh, nyesel nih mahaall). Kalau makan mending cari warung makan yang udah ada list harganya.

5. Beli pop mie 1,5 sgd buat makan siang. Pop mienya mahal tapi ukurannya gedhe banget rek.

6. Beli mie bungkus, 5 buah seharga 2,4 dolar. Karena di hostelku ngak ada kompor, cara bikinnya gampang. Rendam aja mie mentah di air panas (ganti air panasnya 3 sd 4 x nanti mateng sendiri)

7. Sarapan nasi lemak sama teh tarik day 3 senilai 3,90 sgd.

8. Beli tiket mrt (saldoku habis) dari stasiun mrt aljunied (dekat hostelku) sd stasiun kranji (buat naik bus sbs ke johor bahru 2,4 sgd). Cara naik bus ini gampang, kamu turun aja ngikuti petunjuk exit sampai bawah

9. Sampai bawah ada banyak orang ngantri gitu, siapin uang receh 1,9 sgd (uang pas ya). Nanti saat ditanyai mau ke check point atau terminal, pilih terminal (maksudnya terminal larkin di johor bahru). Nanti jalan sebentar, di check poin keluar singapore turun semua. nah habis check poin ini kamu naik bus sbs lagi (terserah yang mana nggak harus bus yang tadi) dengan nunjukkin tiket yang udah km beli tadi.

10. Bus dari Terminal Larkin ke Malaka 20 ringgit. Kalau mau irit, kalau dari terminal malaka sentral mau ke pusat kota malaka, ntar cari bus lokal (gampang nyarinya, tanya aj sama seseorang), naik bus nomor 17 ngomong aj turun di clock tower. biayanya 1,3 ringgit. Kalau naik taxi 20 ringgitan.

11. Bus dari Malaka ke Kuala lumpur 12 ringgit.

TOTAL SINGAPORE= 10 sgd+ 4sgd+ 23,90sgd+ 5,90sgd+ 1,5 sgd + 2,4 sgd + 3,90 sgd + 2,4 sgd + 1,9 sgd = 55,9 SGD.

TIPS: ke singapore besok bawa aja makanan ringan cepat saji kayak pop mie, mie bungkus, kopi2, energen dll. Dijamin lebih murah, buat lunch/dinner.

Itinerary Backpacker-an Keliling Pulau Timor (Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu)

catatan: kebutuhan waktu = kebutuhan waktu untuk menikmati objek wisata, belum termasuk waktu tempuhnya ke tempat tujuan *berdasar pengalaman pribadi penulis

DAY 1 - KAB.KUPANG
1. Sampai Kupang siang/sore, menuju Taman Nostalgia --> Sejenis taman kota, fotogenik, ada gong perdamaian seperti di Ambon. Kebutuhan waktu: 1 jam.

2. Pantai Lasiana --> Konon sunset terbaik di Kupang, tempat pembuatan gula aren. Kebutuhan waktu: 1 jam.

3. Pantai Tedis --> Tempat nongkrong malam yang asik, bisa jajan jagung bakar, roti bakar maupun bakso Solo. Kebutuhan waktu : 2 sd 2,5 jam.

4. Penginapan = Lavalon Homestay / setara

DAY 2 - KAB. KUPANG
1. Gua Kristal --> Gua air payau dekat Pelabuhan Bolok, bisa renang di dalam gua dengan air sebening kristal, waktu terbaik untuk menikmati jam 9 sd 14. Kebutuhan waktu: 2 jam.

2. Air Terjun Oeluan --> Air Terjun 3 tingkat di Kabupaten Kupang, searah dari Pelabuhan Bolok ke Pantai Tablolong. Kebutuhan waktu: 1 jam.

3. Pantai Tablolong --> Salah satu pantai terindah di Kabupaten Kupang. Kebutuhan waktu: 1,5 sd 2 jam.

4. Pasar Malam Kampung Solor --> Menikmati sajian makanan laut yang segar dan menggoyang lidah, best sea food di Kupang, segar dan murah. Suasana asik n cozy. Kebutuhan waktu: 2 sd 2,5 jam.


5. Penginapan : Lavalon Homestay / setara

DAY 3 - KAB. BELU
1. Perjalanan Kupang - Atambua. Estimasi waktu : 8 jam
2. Penginapan: Kota Atambua

DAY 4 - KAB. BELU
1. Motaain --> Perbatasan Indonesia-Timor Leste. Bisa masuk sampai ke gapura 'Bem Vindo A Timor Leste' dan Tugu Timor Leste free. Kebutuhan waktu: 1,5 jam.


2. Atapupu --> Dermaga, pemandangan indah. Kebutuhan waktu: 1 jam

3. Teluk Gurita. Kebutuhan waktu : 1 jam
Sumber: Panoramio.com

4. Kolam Susu --> Nikmati sajian bandeng bakar lezat. Kebutuhan waktu: 2 jam.


5. Sunset di Pantai Sukai Larang. Kebutuhan waktu: 0,5 sd 1 jam

6. Penginapan: Kota Atambua

DAY 5 - KAB. TIMOR TENGAH UTARA
1. Pantai Tanjung Bastian --> Salah satu pantai terindah di NTT, laut biru safir, pemandangan savana yang menggoda. Kebutuhan waktu: 3 jam.


2. Sakato: Perbatasan Perbatasan Indonesia-Timor Leste. Bisa masuk sampai ke gapura 'Bem Vindo A Timor Leste' dan Tugu Timor Leste free. Kebutuhan waktu: 1,5 jam.



3. Pelabuhan Wini --> Melihat kesibukan kapal-kapal pengangkut barang. Kebutuhan waktu: 30 menit.

4. Penginapan: Kota Atambua / Kota Kefamenanu

DAY 6 - KAB. TIMOR TENGAH SELATAN
1. Perjalanan dari Atambua/Kefamenanu ke Soe. Kebutuhan waktu: 3-5 jam.
2. Air Terjun Oehala --> Air terjun 7 tingkat di lereng Gunung Mutis. Indah dan mempesona. Kebutuhan waktu: 2,5 jam.

3. Penginapan: Kota Soe

DAY 7 - KAB. TIMOR TENGAH SELATAN
1. Desa Fatumnasi: Atap Pulau Timor, pemandangan yahud dan indah tak terkira. Sering disebut Little New Zealand. Transportasi dengan ojek 100rb sekali jalan. Kebutuhan waktu: 1 malam (menginap).
Sumber: lavalontouristinfo.com

2. Penginapan: Desa Fatumnasi
OPTION 2: MENGUNJUNGI SUKU BOTI

DAY 8 - KAB. TIMOR TENGAH SELATAN
1. Perjalanan pulang Fatumasi-Soe. Kebutuhan waktu 2 jam.
2. Menunggu bus Soe-Kolbano, kunjungi Taman Wisata Buat. Taman edukasi, 5 km dari pusat kota. Ojek 30rb PP. Kebutuhan waktu: 1,5 jam.


3. Perjalanan dari Soe - Kolbano. Bus ada jam 5 pagi dan 1 siang. Kebutuhan waktu: 2 jam.
4. Sunset di Pantai Kolbano. Kebutuhan waktu: 2 jam.


5. Penginapan: Kantor Camat Kolbano

DAY 9 - KAB.KUPANG
1. Perjalanan Kolbano - Kupang menggunakan mobil carry. Kebutuhan waktu: 4 jam.

2. Toko suvenir / oleh-oleh di Kota Kupang
3. Penginapan: Lavalon Homestay / setara

DAY 10 - KAB.KUPANG
Perjalanan pulang ke Jawa.


PS: Bagi yang ingin bertanya lebih lanjut mengenai Wisata Pulau Timor bisa menghubungi
WA  = 085 7299 365 60 

I'll be very happy to help you!

9.18.2014

[8] Cerita KKN Atambua 2013 : Mengenal Sosok Keren Bapak Desa Rinbesi Hat: Pak Gery!

Well, pada postingan ini beta akan sedikit membahas tentang sosok Bapak Desa Rinbesi Hat yang beta kagumi, beliau adalah Pak Gery. Nama lengkapnya Bapak Gregorius Ulu. Bagaimana sosoknya di mata ane? Cekidot!

Dari semua perangkat Desa Rinbesi Hat, bisa dikatakan yang paling dekat dengan ane adalah Bapak Gery. Gimana tidak, sejak akhir Juli hampir tiap hari saya dan Reno dari kluster Sainstek menghabiskan waktu dengan beliau untuk membangun gapura. Melalui kegiatan inilah ane jadi lebih bisa mengenal beliau. Apa saja kesan mendalam yang ditinggalkan Bapak Gery buat ane?

Ganteng
Ya. Menurut gue ini tidak diragukan, hehe. Bapak Gery mempunyai wajah yang cukup ganteng. Hal ini juga yang mengakibatkan Mama Made takluk sama beliau ya. Hehehe.

Gaul
Tidak seperti Bapak desa lain yang kebanyakan mempunyai mimik muka serius, Bapak Gery ini mempunyai pembawaan yang cukup santai dengan penampilan yang gaul. Gaul disini termasuk penampilan dan pengetahuan. Jika ada suatu acara biasanya Bapak Gery akan menggunakan pakaian yang gaul, selain itu ane juga senang cerita-cerita dengan beliau karena pengetahuannya yang luas.

Santai
Santai disini adalah sifatnya dalam menghadapi suatu kemelut atau masalah. Tapi apakah sifat santai ini dibarengi dengan ‘leda-lede’? Of Course not. Sifat lain yang membarengi sifat santainya adalah TEGAS. Aku bisa melihat bahwa warga Desa Rinbesi Hat mempunyai rasa hormat yang cukup besar kepada Bapak Gery, hal ini dikarenakan Bapak Gery tidak akan segan memarahi warga jika mereka tidak mengikuti aturan desa yang telah disepakati bersama. Bukti jiwa kepemimpinanya adalah Desa Rinbesi Hat menjadi juara 2 desa terbaik se-NTT. Asoyy!

Salah satu cerita tentang kesantaian Pak Gery dalam menghadapi suatu masalah adalah sewaktu Desa Rinbesi Hat dipastikan menjadi juara 2 desa terbaik se-NTT, maka kepala desa yang bersangkutan akan dipanggil ke Kupang untuk penganugerahan hadiah. Panitia sudah mewanti-wanti setiap kepala desa untuk tidak terlambat, tapi justru waktu itu Bapak Gery sengaja berangkat terlambat sehingga sewaktu datang agak dimarahi panitia. Hehe. Selain itu, sewaktu sedang acara di dalam ruangan, sudah ada aturan jelas tentang larangan merokok di dalam ruangan. Tetapi Pak Gery malah sengaja merokok hehehe. Ada-ada saja e pak.

Tanggung Jawab
Peresmian pembangunan gapura di batas Dusun Bekomean oleh Pak Gery

Sifat tanggung jawab ini kelihatan saat Pak Gery selaku kepala desa mendapatkan tugas untuk kemajuan desanya. Misalnya desanya kedatangan mahasiswa KKN ataupun mendapatkan bantuan dari pemerintah, Pak Gery akan dengan sigap akan mengumpulkan perangkat desa untuk kemudian rapat dan berbagi tugas. Dalam membagi tugas pun, beliau terlihat sangat tegas dan tidak setengah-setengah.

Contohnya adalah waktu kami mengadakan program KKN pembangunan gapura. Pada hari-hari awal pembangunan gapura di batas desa Seo B, tidak ada satupun warga yang datang untuk mulai melakukan pembangunan. Beberapa saat kemudian, Pak Gery pun datang dan segera memerintahkan warga baik yang berprofesi tukang maupun buruh untuk segera mulai pembangunan. Beberapa saat kemudian bahkan sudah membagi jadwal, dimana setiap harinya setidaknya harus ada 2 tukang dan 4 buruh. Sejak itu warga desa pun dengan patuh selalu datang setiap hari.

Cepat mengambil keputusan
Pengarahan pembangunan lapangan voli di halaman kantor desa oleh Pak Gery

Sifat ini terlihat dengan jelas lagi-lagi saat sedang membangun gapura. Siang itu seperti biasa beberapa tukang dan buruh sedang melanjutkan pembangunan gapura. Tiba-tiba saja ada seorang bapa berseragam dinas yang turun dari motornya dan menghampiri kami dengan wajah gusar. Dengan kasarnya dia bertanya:
"Apa ini? Ini bangunan atas ijin siapa?"
"Ini program pembangunan gapura sebagai batas desa dari KKN UGM," timpal Bapak Desa.
"Sudah ijin ke Dinas PU belum?"
"Sudah ijin, mau apa kamu?" salah satu temanku menimpali.
Kemudian Bapa tersebut menjelaskan bahwa jika belum melakukan ijin pembangunan di Dinas PU, maka gapura kami bisa terancam dibongkar jika suatu saat ada proyek pelebaran Jalan Trans-Timor. Kebetulan gapura kami memang di pinggir bahu jalan persis.
Saat itu  gapura yang sudah dibangun setengah jadi seaakan menemukan jalan buntu. Kami semua takut gapura yang sudah dibangun dengan modal uang, tenaga dan kesungguhan hati akan digusur oleh PU, karena sebenarnya memang belum melakukan perijinan. Tapi Pak Gery dengan tegas mengatakan, "Lanjutkan saja pembangunannya." I like it.

Berkharisma
Sifat ini terlihat olehku saat minggu kedua KKN, tepatnya saat kami melakukan sosialisasi program air bersih, penanaman paprika, pakan ternak dan kesehatan hewan di dusun-dusun Desa Rinbesi Hat. Sewaktu kami menjelaskan, hanya sedikit warga dusun yang memperhatikan. Entah tidak familiar dengan aksen kami atau masih kebingungan kami kurang tau, yang jelas banyak yang justru bicara sendiri. Pak Gery sepertinya mengetahui kebingungan warga desa itu, makanya setiap kali kami selesai melakukan sosialisasi, beliau akan dengan sabar menjelaskan kembali dengan ringkas apa-apa saja yang kami sampaikan. Saat Pak Gery menjelaskan, warga desa pasti akan langsung diam dan mendengarkan. Memang berkharisma! hehehe

Tidak suka basa-basi
Sifat ini terlihat saat Pak Gery menyampaikan teguran secara langsung ke aku terkait tingkah laku kami saat menghadiri salah satu acara pernikahan di Maktaen. Saat itu kami diundang nikahan di Maktaen, dan kebetulan beberapa sedang terserang flu jadi terpaksa menggunakan masker. Nah saat tiba pertama kali di tempat resepsi, biasanya kami harus maju ke depan dulu untuk memberi selamat kepada kedua mempelai. Tapi saat itu beberapa dari kami masih menggunakan masker ataupun jaket saat memberi ucapan selamat. Hal itu dianggap sebagai sesuatu yang kurang sopan. Maaf ya Pak.....

Punya selera humor
Sifat ini sangat jelas terlihat sewaktu kami semua sedang duduk-duduk istirahat saat proses pembangunan gapura. Biasanya Pak Gery akan bercerita tentang lelucon-lelucon yang membuat kami bisa terbahak-bahak. Salah satunya beliau pernah cerita bahwa 'Sang Maestro Rinbesi --> VIGA Rinbesi Hat' itu ketahuan pernah naksir beliau. Katanya Viga suka lirik-lirik beliau, tapi beliau malah risih-risih gimana gitu hehehehe.

Agak playboy
Playboy disini bukan dalam artian sebenarnya, tapi hanya dalam lingkup bercandaan. Sifat ini terlihat saat Pak Gery cerita beliau berdansa dengan banyak cewek cantik saat ada acara di Kupang. Hehehe, memang ada-ada saja tingkah Bapak Desa favorit saya ini.

Booking Tiket Sriwijaya Air Menggunakan CC (Kartu Kredit) Orang Lain: BOLEH. Isi dan Kirim LOI.

Pengalaman Juli 2014:

Beberapa waktu lalu karena tidak mempunyai uang cash yang cukup untuk membeli tiket pesawat Surabaya-Kupang untuk adik saya, maka saya terpaksa menggunakan kartu kredit. Browsing sana-sini, beberapa orang menyatakan bisa, tidak ada masalah berarti. Tapi karena masih belum yakin, saya pun menanyakan kebenaran berita ini via email customer care Sriwijaya Air. Beginilah jawaban mereka.

Pertanyaan pertamaku ke Sriwijaya via Email Customer Care:



Jawaban Sriwijaya Air yang cukup melegakan:


 Lembar LOI bisa diunduh saat sudah melakukan pembayaran. Lembar LOI ini kemudian diunduh, datanya diisi kemudian diemailkan kembali ke tim verifikasi Sriwijaya Air. Saya sertakan juga scan KTP dan scan Kartu Kredit saya (pemilik kartu kredit). Alamatnya timverifikasi@sriwijayaair.co.id

Pertanyaan keduaku ke Email Customer Care Sriwijaya Air. Meminta konfirmasi apakah Lembar LOI yang sudah aku isi, scan dan emailkan kembali ke mereka sudah diterima.

Jawaban Sriwijaya Air yang cukup melegakan. Customer Care-nya sangat cepat dan tanggap menanggapi pertanyaan calon penumpang. Memuaskan.



Jadi intinya pihak Sriwijaya Air mengijinkan kita untuk membeli tiket pesawat menggunaan CC orang lain, tapi kita diwajibkan mengunduh – mengisi – email kembali lembar LOI sebagai lembar verifikasi dari pemilik kartu kredit ke tim verifikasi Sriwijaya Air.

Pengiriman lembar LOI ini sangat penting ya, karena jika lembar tersebut belum kita emailkan kembali ke pihak Sriwijaya maka teman / saudara yang kita belikan tiket tidak akan bisa melakukan check in saat di bandara. Ada baiknya setelah mengirim lembar LOI, teman-teman mengemail customer care Sriwijaya Air untuk memastikan kalau email kita sudah sampai dan sudah diverifikasi sehingga calon penumpang bisa terbang tanpa hambatan. 

Terakhir, lembar LOI asli, fotokopi KTP saya dan fotokopi kartu kredit saya bawakan ke adik saya untuk jaga-jaga jikalau pas check in ditanyakan kembali. Sekilas info dari saya. Keep happy, keep backpacking!

8.25.2014

[1] Sawadee Thailand: Mimpi yang Terwujud

Trip ini merupakan rangkaian trip Thailand - Kamboja - Malaysia yang kulakukan dari 23 Januari 2012 - 2 Februari 2012

23 Januari 2012

Aku akan selalu mengingat tanggal ini. Tanggal dimana mimpiku akhirnya terwujud..Mimpiku untuk bisa menginjakkan kaki keluar negeri. Negara pertama itu adalah Thailand..This is my story in Thailand...

Setelah menunggu selama hampir 10 jam di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta karena antusiasme yang terlalu tinggi mau ke luar negeri pertama kali, akhirnya naik juga aku dan Alfi - travelmateku - ke pesawat Air Asia yang bakal menerbangkan kami ke Bangkok. “Hhhhhhhh”, hembusan nafas kerasku membarengi raungan pesawat yang mulai mengudara membelah langit malam Jakarta. Di dalam pesawat aku bersyukur, bersyukur berat akhirnya hari ini datang. Hari yang sudah kutunggu selama hampir 6 bulan terakhir. Hari dimana aku akan menginjakkan kaki pertama kalinya di luar negeri, sesuatu yang sudah kutunggu sejak SMP! 

Aku, menunggu dengan melasnya selama 10 jam di Bandara Soekarno Hatta. 

Penerbangan Jakarta-Bangkok berlangsung selama 3 jam, dan nggak ada yang melebihi rasa antusiasmeku saat pesawat Air Asia ini mulai merendahkan ketinggian membelah langit malam Bangkok. Saat itu aku bisa melihat kerlap-kerlip keemasan lampu Kota Bangkok. Sungguh senang rasanya hati ini, wajah tak hentinya menyunggingkan senyum. Pemandangannya begitu indah dan hati ini rasanya udah nggak sabar pengen cepat mendarat. Saat itu hanya rasa penasaran yang memenuhi benak gue, “Ya Tuhan, kayak apa ya luar negeri? Kayak apa ya Thailand?”

Pemandangan kerlap-kerlip malam Kota Bangkok dari pesawat. Sungguh indah.

Akhirnya pesawat pun mendarat dengan mulus di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok. Saat itu kami cukup bingung. ‘Trus, apa yang harus kami lakukan? What’s next?’ Hahaha. Maklum, wong ndeso yang baru pertama kali ke luar negeri.

Saat itu ada papan penunjuk transfer bus ke berbagai kota di Thailand, kontrol kesehatan, imigrasi, klaim bagasi, transfer dan visa on arrival. Karena setau kami kalau ke luar negeri itu harus bawa paspor dan nanti paspornya di cap, maka kami pun menuju ke imigrasi. Wealah, mau diapain di imigrasi nanti? Kami pasrah aja dan membawa paspor kosong kami dengan rasa sok tau.

Banyak petunjuk eh (papan dengan tulisan warna biru). Dua orang desa dari Solo ini pun bingung.

      Setelah menemukan imigrasi, kami pun segera mengantri untuk mendapatkan cap masuk Thailand di paspor. Disini karena kendesoanku, aku membuat kesalahan besar, karena berdiri persis di belakang Alfi yang paspornya sedang di cap. Ternyata karena aku masih ndeso, aku masih nggak tau kalau garis merah (kurang lebih 3 meter di belakangku) itu batas buat antrian selanjutnya. Jadilah, ibu imigrasinya bilang “Please step backward behind the line” ke aku, Jiaaahhh......Malu banget sama antrian di belakangku wkwk. Bwahahaha....Maaf ibuukk, namanya juga wong ndeso yang baru pertama kali ke luar negeri, hihihi. Ternyata di imigrasi itu biasa aja. Kita Cuma ditanyain ada keperluan apa di Thailand, menyocokkan wajah dengan foto di paspor, cap masuk, habis itu capcus deh kami diperbolehkan masuk dengan gratis selama 30 hari di Thailand.

Imigrasi Thailand. Awalnya aku berdiri tepat di belakang Alfi dimana hal itu jelas dilarang. Hahaha....

      Saat itu kami memang sudah booking penginapan bernama The Green House yang berlokasi di Khaosan Road. Konon, katanya Khaosan Road itu memang kawasan backpacker di Bangkok. Jadilah di sepanjang jalan kurang lebih 500 meter ini, kita bisa menemukan backpacker dari berbagai negara yang mengunjungi Thailand. Kami semakin tak sabar. Karena tidak ada transportasi umum yang murah dari bandara ke pusat kota, kami pun sharing taksi dengan seorang ibu dari Jakarta yang kami kenal di bandara Soekarno Hatta.

      Saat perjalanan dari bandara ke pusat kota Bangkok itulah aku bisa benar-benar melihat luar negeri secara langsung. Ternyata begini, seperti ini. Salah satu hal yang unik adalah, di sepanjang jalan kami banyak menjumpai foto-foto raksasa Raja Thailand. Dengan menganut sistem pemerintahan monarki konstutisional, mereka memang sangat mengagungkan dan menyayangi rajanya. Aku belajar budaya baru itu untuk pertama kalinya disini. Kalau di negaraku, kebanyakan foto calon legislatif di jalan hahaha.

     Setengah jam kemudian, sampailah kami di Khaosan Road dan inilah perjuangan sebenarnya karena kami harus mencari The Green House dari sekian banyak penginapan. Tapi hal itu justru membuat kami tambah bersemangat. Ternyata Khaosan Road meski sudah malam masih sangat ramai dan penuh dengan bule. Di sepanjang jalan banyak dijumpai penginapan, restoran, travel agen, 7eleven (supermarket internasional favorit backpacker), pedagang kaki lima, pedagang baju maupun layanan pijat. Pokoknya suasananya sangat hidup, santai dan backpacker abis. Aku benar-benar menikmati hari pertama di Bangkok ini.



Suasana malam Khaosan Road, kawasan backpacker paling terkenal di Bangkok. Cozy banget gan..


      Setelah memutari Khaosan Road sampai ujung, kami tak jua menemukan penginapan kami. Mulai curiga, jangan-jangan penginapan abal-abal aja nih, mana udah kami booking. Bertanya kepada beberapa orang, ternyata penginapan kami itu tidak di Khaosan Road, tapi di seberang jalan Khaosan. Suasananya tidak kalah cozy, tetap ramai dan musik berdentam-dentam dengan kerasnya dari beberapa cafe yang berjajar. Kami pun segera masuk untuk mandi dan merebahkan badan.

      Meskipun saat itu badan terasa sangat capek, tetapi suara musik yang berdentam-dentam di bawah seakan memanggil-manggil kami untuk bangkit dan jalan-jalan lagi. ‘We are in Thailand man, masak mau diisi dengan tidur aja?’ hehehe. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah 7eleven yang berada tidak jauh dari penginapan. 7eleven merupakan supermarket internasional yang berbasis di Amerika Serikat, dan barang-barang yang dijual memang kebanyakan kebutuhan backpacker gan. Harganya relatif lebih murah daripada beli di luar. Disini gue beli sisir dan air minum 1,5 L. Pergi jauh-jauh selalu lupa bawa sisir, klasik. Hahaha.

      Kami pun melanjutkan petualangan lagi, saat itu dengan begitu banyaknya pedagang makanan khas Thailand di pinggir jalan, aku jadi penasaran bagaimana rasanya. Hal ini sempat memicu perdebatan dengan travelmate, karena dia tidak mau coba, tapi gue paksa dan paksa, akhirnya mau juga. Saat itu kami pesan toum yam soup udang.

Toum Yam Soup Udang...

      Melihat kenampakan toum yam soup untuk pertama kalinya, gue yakin banget kalau makanan ini sepertinya enak. Tapi setelah dirasakan kuahnya, Astofiruloh aseeeem n sengak banget gan. Kami yang orang Jawa terbiasa dengan makanan manis malah akhirnya nggak doyan dan makan udangnya aja. Haha, dasar. Emang siapa suruh aneh-aneh? Akhirnya travelmate menyerah baik dengan udang maupun kuahnya, dan gue yang harus menghabiskan sendirian. Akhirnya karena nggak enak dengan travelmate, gue yang bayar toum yam soup-nya. Hahaha, kapok dah beli ini.
      Setelah selesai makan dan mengitari Khaosan Road lagi sejenak untuk foto-foto, kami pun memutuskan untuk kembali ke penginapan dan beristirahat. Bukan perkara mudah untuk tidur dengan begitu kerasnya suara musik di bawah. But we’re in vacation. That’s not problem, isn’t it? 

PART selanjutnya : DISINI