Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

10.27.2021

Surabaya, 27 Oktober 2021 : RKAB, Movies and Night Ride

Hari ini aku bangun sekitar jam 09.30. Terbangun karena sakit perut dan mikirin Dokumen RKAB yang belum ane kerjain sih tepatnya, kemudian langsung ane lanjutkan mandi dan ngeteh dilanjut buka laptop.

Selesai membalas WA beberapa klien, akhirnya ane lanjut laptopan untuk mulai ngerjakan RKAB. Jujur hari ini mood ane untuk kerja agak low ya.. karena sebenanrya masih pengen istirahat.. tapi sejak internet dinyalakan aja, udah ada klien yang nagih kerjaan. 😭

Ane juga sebenarnya ada rencana refreshing ke Malang hari ini, pengen camping ke Batu, tapi ah.. gagal karena dikejar deadline lagi dan lagiπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜­. Ane pikir sebelum jam 12 siang udah selesai, tapi ternyata karena mood ane agak low jadi ane pun susah konsentrasi dan ujung2nya kerjanya jadi lama. 

Malamnya, selesai mengirim dokumen RKAB via email, ane lanjutkan nonton film The Guilty, dimana pemeran utamanya Jack Gyllenhaal. Sebenarnya ini film udah beberapa hari ane tonton sih, tapi sepenggal2 aja karena nggak ada waktu luang. Akhirnya malam ini bisa di finishing. Plot twist banget sih film ini haha..

Selasa, 26 Oktober 2021 : Gagal Proyek

Surabaya, 26 Oktober 2021

Hari ini ane bangun cukup pagi, sekitar jam 04.30. Rencananya ane akan ngelanjutin untuk membuat bab kajian keuangan yang kemarin sempat ane tunda pembuatannya karena harus bikin dokumen perpanjangan izin. Setelah bangun, ane segera cuci muka dan minum air putih. Kemudian membuka HP...

Ada pesan dari pemberi proyek, intinya mengatakan kalau "belum terlanjur beli tiket, maka jangan beli dulu. Soalnya ada trouble di tim. Nanti saya telfon."

Waduhh kenapa ni? 

Jadi cerita awalnya ane diminta salah satu klien untuk membuat "dokumen penawaran bisnis". Bisnisnya masih dalam bidang pertambangan sih gan, eh tapi kan, ane nggak punya ilmu - ilmu bisnis dan keuangannya itu. Meski ane dikasih contoh dokumennya, tapi topiknya bukan pertambangan, melainkan transportasi setebal 300 halaman lebih huhuhu. Bedah jauhhh otomatis gan bahasan-bahasannya antara pertambangan vs transportasi. Awalnya ane udah bilang kalau ane ragu bisa ngerjain itu, tapi klien ane mendesak ane untuk mencoba dulu. Ini totally beda banget sama dokumen izin pertambangan yang biasa ane bikin sehari-harinya, ini benar-benar harus mikir dari 0.

"Dicoba dulu aja mbak, aku percaya sama sampean kok."

Sebenarnya memang ane dijadwalkan berangkat ke Jakarta siang ini gan. Untuk mempresentasikan "dokumen penawaran bisnis" itu ke tim besar. Tapi mendapati pesan seperti itu ane jadi bimbang. 

Duh.. kayaknya gak jadi nih.. trus dilanjutin nggak nih ngerjain kajian keuangannya.. mana ane stuck lagi.

Pikiran ane bertanya-tanya. Ada masalah apa ya. Kok ngebatalinnya mendadak banget. Apa karena timnya ada yang gak bisa Dateng, apa timnya masih nggak sekonsep pemikirannya, dan lain-lain.

Ah tapi itu kan bukan urusan ane mencari tau sejauh itu. Nanti juga kan ane ditelfon, pasti dijelasin kok alasannya apa. Jujur ane malah lega sih.. lega banget. Karena proyek ini susaaaaaahnya bukan main. Menyusun sesuatu dokumen super tebal dalam jangka waktu yang singkat banget. 😭😭

Bayangkan aja kaya nyusun skripsi dan cuma dikasi waktu 2 minggu.πŸ˜…πŸ˜… dan... disaat aku masih ngerjain seabrek dokumen lainnya.. Oh my Lord.

Gimanapun karena mendapati pesan seperti itu, ane hentikan pembuatan kajian keuangan yang sudah dapat 3-4 halaman, dan melanjutkan pekerjaan lain yaitu dokumen perpanjangan izin di lokasi lain.

Sekitar jam 9 pagi, ane akhirnya ditelfon si pemberi proyek dan dijelaskan alasannya kenapa aku nggak usah ke Jakarta sore ini. Dari penjelasannya, inti yang kutangkap adalah, tim mereka tidak puas dengan kerjaan yang sudah kubikin (terutama untuk bab 1, 2, 3, 4 dan 6). Katanya masih jauh dari harapan mereka. Dan tidak mirip dengan dokumen contoh yang pernah mereka kasih ke ane setebal 300 halaman lebih itu.

Sakit hati? Hehe.. ya biasa aja sih. Ane malah lega. Ane langsung jelasin ke klien kalau ane udah berusaha maksimal. Ane emang nggak ada keahlian dalam bidang bisnis. Kemampuan ane emang mentok sampai disitu aja. Ane sarankan dia untuk membuat dokumen penawaran bisnis memakai konsultan profesional yang berbentuk badan hukum dan punya tim. Ane juga meminta maaf dan menawarkan pengembalian uang DP sampai 50%. 

Hhh... Beban berat di pundak ane langsung terangkat seketika saat sambungan telfon dimatikan. Klien OK with that (at least from I heard). Dan aku bisa fokus mengerjakan dokumen perpanjangan setelahnya.

Setelahnya ane inget sempet nyantai-nyantai sambil nonton serial Netflix favorit ane, YOU. Sekitar siang/sore baru ane lanjutkan lagi kerjain dokumen perpanjangan izin...

10.26.2021

Lumajang, 6 Desember 2017 : B29 dan B30!

Puncak B30 di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang. Nyetir sendiri naik motor sama temen dengan jarak 188 kilometer Surabaya-Lumajang (B30). PP hampir 400 kilo dalam 2 hari. Tapi pemandangannya luar biasa. Tarif masuk hanya 5 ribu, naik ojek dari homestay kaki B30 ke puncak B30 100rb/orang/PP (ojek dgn jalur offroad/trail). Ketinggian puncak B30 mencapai 2900 mdpl.
.
Perjalanan ini sekaligus ngetes ketahanan tubuhku nyetir motor jarak jauh, ternyata kuat 188 km, berhenti 3x. Untuk persiapan motoran 'Ekspedisi Nusatenggara 2018.'

Jogja, 30 Mei 2012 : Penggalan Kisah ke Roma, Italia (Meloncat ke 2017)

Jogja, 30 Mei 2012
Lokasinya tidak kuingat dengan pasti. Tapi melihat karakter dan keseharianku dulu, ini adalah saat aku semester 4 kuliah di Teknik Geologi UGM. Kemungkinan aku berada di Kamar Kosan Sagan, Jogja.

Hari ini membaca salah satu koran Jogja..
"Seorang bapak namanya x (aku lupa), akan mengendarai vespa dari Yogyakarta ke Italia..Misinya adalah berhasil mengendarai vespa sampai ke negara asal pembuat motor tersebut..Jumat tanggal 1 Mei besok dia akan berangkat, dengan jarak 27000 km membentang di depannya..Persiapan yang dilakukannya adalah memperbaiki motornya hampir selama setahun belakangan dan membawa uang 970 juta."
Kuharap aku mempunyai keberanian semacam ini one day.. Not this way of course.

Amsterdam, 27 Juni 2017
Bandara Schipol, menunggu penerbangan ke Roma 😊😊
Malam ini, ditemani semilir dingin angin di Kota Amsterdam, aku naik bus untuk menuju Bandara Schipol. Petualanganku di Benua Biru Eropa akan berlanjut ke negara selanjutnya, Italia. 😊❤️

Italia... Salah satu negara yang paling kufavoritkan selama ini selain Amerika Serikat. Salah satu negara yang berada di list negara yang ingin kukunjungi. Dan malam ini, aku sedang menunggu penerbangan kesana. Penerbangan memang masih esok pagi, namun untuk menghemat pengeluaran, malam ini kuputuskan untuk tidur 'klesotan' di Area Keberangkatan Bandara Schipol. Aku tidur di lantai sudut bandara yang sepi, sembari mengecharge HPku.

Tidurku memang tidak nyenyak, bahkan aku tidak bisa tidur. Aku hanya gulang guling kesana kemari. Didepanku terlihat seorang bule yang membuatku iri karena bisa tidur dengan nyenyaknya sampai mendengkur wkwkwk.😁😁

Bagaimanapun, aku terbangun keesokan harinya dan bersiap terbang ke Roma 😊.

Roma, 28 Juni 2017
Bandara
Penerbangan ane selama kurang lebih 1,5 jam dari Amsterdam berjalan lancar. Meskipun tidak tidur semalaman, ada semangat membara di dalam diri ane. Seorang Galuh Pratiwi, pemimpi ulung di kosan Sagan ini, telah menginjakkan kakinya di Roma, Italia !! 😁😁😁

Ane segera naik bus bandara untuk menuju Terminal Termini di Kota Roma. Karena lebih murah langsung membeli tiket PP, ane langsung beli tiket seharga 16 Euro. Itu karena rencana ane hanya akan di Roma 3 hari 2 malam. Jadi nanti dari Kota Roma ke Bandara, ane gak perlu ribet-ribet lagi cari tiket bus.

Jogja, 12 Desember 2014 : Ndeso + Kuper 😁😁😁

Aku lebih suka memandang ini, alami dan apa adanya, daripada gemerlap dunia modern yang bikin pusing dan menuntut penjagaan image. Hehe.
Lokasi: Pegunungan Fatumnasi, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

Q bisa dibilang merupakan orang ndeso. Setiap diajak ngomong tempat nongkrong, rumah makan bagus, gadget canggih, q jarang tau, bahkan yang lokasinya di Jogja sekalipun. Entah kenapa aku seperti tak tertarik, di samping uang juga tak pernah mencukupi untuk kebutuhan seperti itu. Entah kenapa berada di tempat seperti inilah yang justru membuatku merasa nyaman, menikmati hidup, dan selalu merasa ingin tau. Q melakukan perjalanan darat menggunakan sepeda motor selama 5 jam dari Kupang menuju tempat ini, bukan hanya tentang tujuan, tapi perjalanan kesini dengan jalan menanjak rusak berbatu-batu, jalan longsor, beberapa kali hampir terjatuh, bertanya arah entah berapa kali dengan warga lokal, keindahan alam milik Sang Pencipta, semuanya membuat hidupku lebih bermakna. Sudahlah, sudah terlalu panjang hehehehe..

10.23.2021

Surabaya, 17 Juni 2020 : Survei ke Mojokerto, kangen Chiko Poppy !!

Surabaya, 17 Juni 2020

Hari ini aku diajak Dedy, salah satu teman baikku, untuk melakukan "survei sengketa lahan antara pihak X dan pihak Y" di Kabupaten M. Jadi inti permasalahannya, Dedy adalah konsultan di Lokasi X, sedangkan aku konsultan di Lokasi Y. Di lokasi X dan Y ini ada area seluas 1,5 hektar yang saling tumpang tindih, dimana masing-masing pihak saling mengakui kalau itu tanah mereka. 

Nah lo, siapa yang bener akhirnya? Hehe

Kami bertiga berangkat dari Surabaya jam 07.20, dijemput sama Dedy di kediaman kami. Perjalanan berlangsung lancar, melewati Jalan Tol Tambak Sari langsung tembus Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. Aku yang sudah lama tidak ketemu dan cerita dengan Dedy, di sepanjang jalan kami isi dengan ceritaaaa terus. Cerita tentang segala hal. Mulai dari pekerjaan, isu-isu terbaru, termasuk rencana-rencana masa depan.

Kami sampai di lokasi jam 9 pagi. Segeralah dengan penunjuk jalan dari pihak ane, kami (ane, dedi, perwakilan dari lokasi X) mengelilingi area seluas 1,5 hektar itu. Kami tidak menjumpai masalah berarti, dan setelahnya antara kedua klien saling berdiskusi bagaimana baiknya. Sepertinya ujung-ujungnya klienku yang ngalah, eitss tapi mereka nggak mau ngasi akses jalan tambang untuk pihak X. Yahhh... itu dari mereka sendiri lah ya hehe.

Pulangnya kami - aku, Nur, Dedy - diajak klienku untuk makan di salah satu warung makan Mojokerto. Klienku ini vegetarian, jadi cukup hati-hati perihal makanan, namun dia tidak melarang/mengomentari juga kalau aku mau makan makanan yang lain.

Setelahnya dari sini aku diantar Dedy balik ke Surabaya. Kangeeeen banget sama 2 bocil, Chiko sama Poppy!

Surabaya, 25 Juli 2020: Buru-Buru Deadline Tulungagung, Adopsi Chabbita aka MIRA 😁😁

Well, hari ini ane capek bangeeet 😩.

Setelah 2 hari kemarin - 23 sd 24 Juli 2020 - ane di Sampang, Madura, untuk memasang patok-patok batas calon lokasi tambang, hari ini sejak pagi ane sudah dikejar-kejar klien Tulungagung untuk segera memasukkan berkas KTT dan RKAB Eksplorasi. Kemarin malam ane baru pulang mendekati jam 22.00 dari Sampang, dan jujur rasanya badan masih mau leyeh-leyeh aja. Pengennya bangun siang... Eh tapi sejak bangun udah ditelfon-telfon aja ane πŸ˜”. Mereka minta pokoknya 2 berkas tersebut hari ini kudu masuk, karena mau diminta tanda terimanya.

Akhirnya ane paksa tubuh lelah ini untuk bangun, setelahnya mandi dan ngeteh untuk memberi kesegaran dan stamina. Setelahnya ane sarapan segelas energen, dan mulai mengerjakan berkas pertama, permohonan pengesahan kepala teknik tambang (KTT). Ane tidak terlalu menjumpai masalah berarti disini. Cukup mudah karena ane udah sering mengerjakannya. Hanya ada beberapa kekurangan berkas yang ane langsung mintakan ke pemohonnya, untungnya mereka gercep!

Selesai masalah berkas KTT, ane beranjak ke berkas RKAB Eksplorasi. Ini agak lama karena ane harus menggambar beberapa peta, dan menyusun konsep tabel-tabelnya. Untungnya bisa selesai !

Surabaya, 5 Agustus 2020 : XTRAIL!


Hari ini begitu abstrak 😁
Well, ane bangun pagi seperti biasa, dan hal pertama yang ane pegang pasti adalah HP. Mengacuhkan WA dari beberapa orang, ane langsung membuka OLX, dan kategori yang ane buka biasanya adalah mobil bekas. 

Ya... Ane pengen banget punya mobil (tua tidak apa-apa), yang besar, kuat dan tinggi ! Itu karena mobil ane sekarang - Kia Rio 2012 - tidak mempunyai 3 hal tersebut, terutama tidak tinggi. Alasan kedua, ane ingin bawa pulang Kia Rio 2012 ane supaya dipake keluarga ane, sementara untuk di Surabaya, pekerjaan di lokasi tambang, dan kemungkinan roadtrip kedepannya, ane pengen naik mobil yang punya 3 kategori diatas!

Eh tiba-tiba Nissan Xtrail 2004 ini nongol. WOW! Itulah kesan pertamaku saat melihat iklannya. Pengambilan fotonya ane rasa benar-benar ciamik! Dan harganya pun sesuai dengan kantong ane, dibanderol Rp 63.000.000.

Ane langsung "bernafsu" banget pengen memiliki ini mobil, dan tanpa ba bi bu langsung WA nomor tertera untuk janjian cek mobil nanti sore. Lokasi cek mobilnya sendiri ada di daerah Surabaya Barat.

Solo, 6 Maret 2019 : Ngebut Kerjaan

"Karena hidup harus terus diperjuangkan. Laporan akhir tambang selesai tinggal disetorkan ke dinas ESDM. Next laporan tahunan dan dokumen studi kelayakan. Kebut dikit karena mau liburan 😁😁"


Kalimat diatas adalah status FB ane tanggal 6 Maret 2019. Ane masih inget banget, saat itu ane di Solo, lagi ngerjain kerjaan di KFC deket rumah. Karena rumah (kakak) ane di Solo itu kurang tempat privacy dan tenang gan, jadi emang kadang ane suka ke cafe atau KFC untuk kerja. Lebih tenang, ada mejanya dan bisa fokus.

Mau liburan? Iyaa. Dalam beberapa hari lagi temen ane dari Bau-Bau mau datang liburan ke rumah ane, dan tanggal 26 Maret-nya, ane akan pergi ke US dan Meksiko. Well, masih ane inget saat itu ane bener-bener termotivasi nyelesein kerjaan. 

Surabaya, 9 Oktober 2021 : Banyak kerjaan, marathon SQUID GAME.


Awalnya hanya mau nonton 1 episode, eh ternyata keterusan sampai episode terakhir ! Wkwkwk... Inilah kenapa ane menghindari banget "iseng" nonton film serial di Netflix kalau lagi ada kerjaan. Hadooohhh... godaan "episode selanjutnya" itu benar-benar nggak nahan. 

Mojokerto, 12 Desember 2020 : Kerja di Mojokerto, pulangnya mampir cafe

H+1 setelah Hectic Day...

Setelah perizinan tambang resmi dilimpahkan dari provinsi ke pusat... hhh... Jujur saat itu ada kelegaan sekaligus kekhawatiran. Kelegaan karena ane bisa dapat waktu istirahat sejenak setelah hectic berbulan-bulan. Kekhawatiran karena, susah nggak ya perizinan setelah ini??

Pekerjaan pertama yang ane dapatkan setelah 11 Desember 2020 (hari resmi pelimpahan perizinan ke pusat) adalah memperbaiki laporan reklamasi dan pascatambang klien ane di Mojokerto. Memperbaiki disini maksudnya, sebenarnya dokumen itu sudah ane susun, udah pernah diserahkan ke Inspektur Tambang. Namun setelah ditinjau Inspektur Tambang langsung ke lapangan, ternyata masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, baik oleh ane selaku penyusun laporan, ataupun penambang selaku pemilik izin. Karena penambang (klien ane) bilang kalau perbaikannya udah selesai, ane pun balik kesana untuk mencari data + foto update.


Kami, ane dan Nur asisten ane, hanya menghabiskan sekitar 1 jam di lapangan. Pulangnya kita sempat mampir ke cafe hits di daerah Mojokerto, niatnya sih mau langsung kerjain laporan yang ane ke lapangan hari ini. Eitsss tapi kok sampe sana mager. Akhirnya hanya pesen makanan ini sambil nyantai-nyantai sejenak. Ini apa ya, kok ane lupa, sepertinya steak ayam barbeque.


Lumayan enak kok rasanya...Cuma ya, untuk steak sih aku lebih suka daging sapi sebenarnya.


Selesai dari sini ane langsung arahkan Si Kia balik ke Surabaya. Ane ingat ane perasannya "plong" saat itu, biasanya dikejar-kejar target, ini karena masih peralihan ke pusat, belum ada yang kejar-kejar deadline. Ane bisa beristirahat dengan nyaman.

Surabaya, 7 Desember 2020 : Ban Mobil bocor di tengah kota Surabaya, padahal mau antar laporan

Surabaya, hari Senin, 7 Desember 2020
3 hari sebelum "hectic day" wkwkwk

Hari itu seperti biasa, ane masih cukup sibuk mengurus dokumen-dokumen untuk perizinan. Salah satunya yang menjadi deadline untuk hari ini adalah, laporan bulanan tambang salah satu klien di Mojokerto. Laporan bulanan ini tidak terlalu sulit, cuma ya harus diserahkan tepat waktu.

Paginya ane masih kerja ditemani si Mochichi Mochi..


Sore itu, sekitar jam 14.30, agak mepet jam pulang kerja dinas, akhirnya ane otw ke kantor untuk antarin laporan bulanan itu. Ane kan harus masukin via TU, untuk dapat tanda terima. Perjalanan dari Sukolilo cukup lancar sampai di akhir Jalan Kertajaya mau masuk Jalan Gubeng. Ane naik Si KIA btw, lagi enak-enaknya nyetir kok motor-motor di luar pada nunjuk-nunjuk ban kiri belakang ane. Ane awalnya ga paham, tapi akhirnya dong setelah mereka bilang,

"Ban-nya bocor, ban-nya bocor.!"

"Ha? Waduhh?" Padahal ane nggak ngerasain apa-apa sama sekali, gludak gluduk juga enggak.

Ane segera menepi ke kiri, turun dan cek. Dan ternyata.... Emang bener. Baru pertama ini ngalamin pecah ban mobil, n bingung harus ngapain 😁😁


Ane segera browsing di google, kalau pecah ban mobil harus ngapain😁. Akhirnya ane dapat link suatu perusahaan semacam gojek yang khusus menawarkan jasa bengkel panggilan. Segera ane isi beberapa data dan pesan untuk layanan ganti ban mobil, ane kan punya ban cadangan. Tarifnya lumayan lah, kena 75rb. Cukup worth it lah tapi, daripada ane harus cari-cari - cari bengkel kemana lagi kan. Akhirnya ane terpaksa bilang ke klien kalau nggak bisa ngantarin dokumen hari itu, habis mw gimana lagi kan. Ane bilang akan ane antar besok, untung dia nggak masalah dan ngerti.

Perbaikannya cukup cepat, hanya sekitar 20 menit.

Setelahnya ane meluncur ke dinas untuk menemui temen ane. Ane agak lupa juga detailnya ngapain. Kantor ini akan selalu ada di hati ane, kerja 3 tahun disini, rek! Besoknya ane tambalin itu ban mobil yang bocor, dan ane gunakan lagi sebagai ban utama. Jadi ban cadangan yang awalnya dipakai, ane kembaliin jadi ban cadangan.. Hhhh... welcome to the hectic day!

10.22.2021

Surabaya, 22 Oktober 2021 : Suibuukkk

Berhari-hari ini ane lagi sibuk banget. Hhhh... Setelah kemarin revisi dokumen studi kelayakan salah satu klien ane di Trenggalek setebal 200 halaman lebih, langsung disambung dengan pembuatan dokumen pra studi kelayakan. Di tengah-tengah 2 kegiatan besar itu, ane masih buanyaaaak yang diurus seperti menyiapkan dan meng-upload berkas permohonan WIUP, menyiapkan dan meng-upload berkas permohonan IUP Eksplorasi, laporan reklamasi dan pascatambang, pengajuan MODI, E-PNBP, akun PTSP KLHK. Awgggggghhhh banyak banget yang kulakukan! Benar-benar Minggu yang luar biasa... Sibuknya!

Sekarang ini ane jam 18.41, ane baru istirahat ngerjain dokumen pra studi kelayakan. Padahal besok ane ketemu dengan klien, dan harus presentasi, tapi kok masih jauh dari finish! Cuma ane udah cicil-cicil si, terutama di bab teknis kaya bab 3 tentang kajian teknis, bab 4 tentang kajian ekonomi dan finansial, dan bab 5 tentang kajian lingkungan dan sosial. Semoga aja beneran bisa selesai dah... Hhh...gila ini ane ngerjain ini berarti efektif waktu hanya beberapa hari aja. Karena ane masih ngerjain seabrek kerjaan lain.

Ke depannya, ane mau belajar membatasi kerjaan. Bukan ane serakah, tapi kadang susah banget bibir ini berkata tidak, kadang dipaksa, kadang juga ane kasian. Padahal ane juga nggak perfect-perfect amat kerjanya.

Karena gunungan kerjaan inilah ane terpaksa menunda roadtrip ane, huhuhu. Bahkan keluar kamar aja ga bisa kadang, saking sibuknya. Tapi ini ane lagi stop nerima kerjaan baru, dan fokus menyelesaikan yang ada dulu. Beberapa kerjaan baru udah ane take down, ane tolak dulu sementara.

Ok ane lanjut kerjain dokumen pra-studi kelayakan. Semoga aja malam ini beneran bisa selesai. Bab 1 tentang pendahuluan udah dikerjakan temanku, bab 2 tentang kajian hukum dikerjakan kakakku. Ane harus kroscek itu dulu juga sebelum besok dipaparkan.

Duh.. duh.. duh.. gila.. gila.. gila ..

UPDATE,
Surabaya, 23 Oktober 2021
06.25

Kajian teknis finished ! 

Kajian hukum yang dikerjain kakak ane, anggap aja juga finished!

15.43, kajian lingkungan dan sosial finished!



Kurang kajian keuangan aja. Udah minta kakak ane untuk copy paste - kan dari PDF ke word, nanti word itu yang ane edit. Pusing masalah ini. Pengen cepet-cepet Kelar.. dan stop Nerima kerjaan baru dulu. Mau istirahat, roadtrip and enjoy my life and my self. I forget when the last time I'm doing that.

10.23 PM
Barusan pulang dari makan mie ayam favorit di Keputih, deket kosan. Malam ini ada beberapa yang harus ane lakukan, antara lain koreksi dan finishing berkas pengajuan WIUP klien Malang, serta finishing dokumen perpanjangan izin lokasi Magelang, karena ane janji sama klien Magelang besok selesai. Kebetulan RKAB udah dicicil kakak ane, tinggal ane koreksi. Laporan Operasi Produksi sama Pengelolaan Lingkungan udah dicicil temen ane. Dokumen pra studi kelayakan diatas ane lanjutkan besok.

Kemungkinan selasa sore ane harus ke Jakarta untuk pembahasan dan presentasi dokumen pra studi kelayakan diatas, kayaknya naik kereta aja. Ane pengen ini cepet-cepet kelar. Besok asisten ane akan ke Trenggalek untuk mengambil sampel dan data foto-foto lapangan di 2 lokasi, eitss, ini bukan kerjaan baru, kerjaan lama yang antri untuk kukerjakan segera juga.

Ane nulis ini bukan untuk ngeluh, tapi untuk mengingat perjuangan aja. Supaya kedepannya ane nggak gampang nyerah kalau ada halangan ataupun rintangan, dan supaya ane mendapat pelajaran untuk bisa tegas ke diri sendiri ataupun orang lain.

10.20.2021

Surabaya, 3 November 2020: Merasa Egois..

Surabaya, Galaxy, 23.34.
Lagi istirahat ngerjain studi kelayakan.

Tiba-tiba aku merasa aku ini egois. Aku egois sama diriku sendiri, keluargaku sendiri, teman-teman dekatku, orang-orang dekatku, bahkan kucing-kucingku-pun sekalipun!
Aku merasa egois karena aku hampir tidak pernah punya waktu yang benar-benar free bersama mereka. (Even ke diriku sendiri). Aku tidak pernah bisa (akhir-akhir ini) memberikan diri dan pikiranku sepenuhnya saat bersama mereka. Aku tidak bisa tertawa lepas sepenuhnya bersama mereka. Karena apa? Karena otakku selalu dipenuhi hal lain yang tiada habisnya ini. Tidak lain tidak bukan, pekerjaanku.

Aku tidak akan menyalahkan pekerjaanku sepenuhnya, aku munafik kalau begitu. Karena inilah sumber penghidupanku. Inilah sumber untuk memenuhi hobi dan keinginanku. Dari pekerjaan inilah sumber keuanganku untuk semuanya, untuk menghidupiku, mobilku, kucing-kucingku, mengirim ke orangtuaku. Tapi mengapa ini semua terasa mengganjal dan kurasa ada yang keliru?

Aku tidak bisa begini terus kan? 

Ada yang harus kuubah..

Meskipun aku sudah kerja dengan timpun, tetap terasa berat. Semakin ribet dan mengada-ada saja.. 

Aku harus melakukan sesuatu untuk mengurangi keegoisan ini...

Harus ada plan yang jelas..πŸ’€πŸ˜© nanti kutulis disini.

Ps: Oya tadi gigi gerahamku dicabut. Alamak,total aku udah cabut gigi 4x wkwk. Soalnya udah 3 hari terakhir ini aku merasakan sakit yang begitu menyiksa, sampai badan lemas. Ponstan pun hanya bertahan 1-2 jam.. sekarang tidak berasa sakit. Alhamdulillah...

10.18.2021

Surabaya, 7 Oktober 2021 : Bangun + Renovasi Rumah Boyolali

7 Oktober 2021
Dikabari ibu ane kalau pembangunan + renovasi rumah Boyolali dimulai. Beberapa waktu sebelumnya memang ane udah transfer dana 15 jt untuk DP nutup belakang + gavalum + pager. Pembangunan dimulai dengan menutup bagian belakang rumah, yang awalnya emang masih terbuka. Wuaaah ane yang lagi super sibuk ini seneng banget gan!

9.30.2021

Jogja, 18 September 2021 : Upgrade Laptop!

Setelah sekian lama sering mengeluh karena laptop merah ane (si Asus) udah sering lelet, akhirnya hari ini ane upgrade laptop! Yeaay! Hari ini di ELS Computer, Jogja, ane meminang Lenovo Legion Ryzen 7 (5000 series) seharga Rp 20.700.000. Mantap banget spec-nya. Garansinya mencakup kerusakan dari pabrik dan kerusakan karena kecerobohan sendiri, sampai 3 tahun lamanya!  Aku akan menggunakannya untuk kerja, dan aku berharap at least bisa bertahan sampai 6 tahunan.

9.26.2021

Perjalanan Kuliah: Awal Mula Ceritaku Diterima di Teknik Geologi UGM

Solo, 12 Maret 2010, malam hari sekitar jam 8 malam

Malam itu malam yang biasa di Kota Solo, aku masih SMA kelas XII, dan dalam kurun waktu sekitar 10 hari lagi akan menjalani Ujian Nasional (22-26 Maret 2010), salah satu tahapan paling penting dalam kehidupan SMA-ku selain Olimpiade. Sekitar sebulan yang lalu, aku memang mendaftarkan diri ke Universitas Gadjah Mada (UGM), tepatnya jurusan Teknik Geologi, lewat jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB). Suatu langkah yang cukup nekad, kan? Padahal aku dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, dimana saringan untuk masuk menjadi mahasiswa/i UGM itu kan nggak main-main susahnya ya! Aku nggak punya data statistiknya sih berapa prosentase mahasiswa yang daftar dibanding yang diterima, tapi aku yakin ini bukan rahasia umum. Masuk UGM memang susaaah.... Apalagi aku anak IPS yang berusaha masuk jurusan IPA. Sainganku dari jalur PBUB tentu saja tidak main-main, kebanyakan teman seangkatan Olimpiade Kebumian-ku, yang tentu saja tidak diragukan kepintarannya. Bahkan ada yang mengantongi 2 medali Emas, dan beberapa prestasi lainnya. Uh.

Lantas, apakah aku minder?

Anehnya saat itu aku nggak begitu minder. Ya..karena masa itu aku masih anak SMA yang nggak begitu overthingking dan nothing to loose aja gitu. Diterima ya aku senang, nggak diterima ya, aku coba cari jalan lain. Mentoknya aku mau kuliah di Universitas di Solo aja, jurusan pendidikan geografi. Jujur saat apply masuk UGM lewat jalur PBUB, aku hanya berpasrah aja. Pasrah dengan semua piagam kejuaraan yang kupunya, terutama dalam bidang Olimpiade Sains Kebumian dan Lomba Cerdas Cermat (LCC) tentang UUD 1945 dan TAP MPR. Yang kedua nggak terlalu nyambung ya? hehehe. Tapi itulah andalanku.

Flashback lagi ke satu bulan sebelumnya, saat awal-awal aku mendaftarkan diri lewat jalur PBUB. Apa saja tahapan yang aku lewati. 
Februari 2010

Tau nggak postingan ini kutulis kapan, 21 September 2021! Haha. Udah lebih dari 10 tahun yang lalu bre sist! Tapi aku merasa ini salah satu tahapan penting dalam kehidupanku yang harus kutulis. 

Aku lupa pastinya, dimana aku mendapatkan info mengenai penadaftaran UGM lewat jalur PBUB sudah dibuka. Mungkin dari teman-teman Olimpiadeku, atau mungkin juga dari sekolahku. Karena selain aku, ada juga Hendika, teman Olimpiadeku di SMA yang sama (SMAN 3 Surakarta) yang juga daftar PBUB. Saat itu aku ingat, hal pertama yang harus kita siapkan untuk daftar PBUB adalah raport yang terlegalisir dari sekolah, dari kelas X-XII. Whatt?? Artinya nilai mata pelajaran IPA-ku pas kelas X akan terpampang dengan jelas, dimana nilainya hanya bervariasi hanya 60-80 Hahaha. Mulai mikir, duh teman-teman IPA-ku pada berapa yaa nilainya. Pasti bagus-bagus donk, dah ah lanjut.

Bagaimanapun aku tetap mengurusnya di sekolah. Aku menfotokopi raportku dan meminta legalisir ke bagian TU, ini tidak ada masalah. Selanjutnya aku menfotokopi semua berkas-berkas piagamku, seingatku ada :

1. Piagam Juara 1 Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Kota Surakarta (tahun 2008)

2. Piagam Juara 3 Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Provinsi Jawa Tengah (tahun 2008)

3. Piagam Keikutsertaan Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Nasional di Makassar (tahun 2008) - ini aku nggak dapat medali jadi cuma dapat piagam keikutsertaan

4. Piagam Juara 3 Jambore dan Olimpiade Kebumian di Universitas Veteran Yogyakarta tahun 2008 (ini team ya, jadi semacam jambore sama olimpiade gitu kegiatannya)

5. Piagam Juara 3 Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 dan Tap MPR Tingkat Kota Surakarta (ini team ya sama 9 orang lainnya)

6. Piagam Juara 3 Lomba Cerdas Cermat UUD 1945 dan Tap MPR Tingkat Provinsi Jawa Tengah (ini team ya sama 9 orang lainnya)

7. Piagam Juara 1 Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Kota Surakarta (tahun 2009)

8. Piagam Peringkat 15 Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Provinsi Jawa Tengah (tahun 2009) - turun drastis dari tahun sebelumnya karena tahun ini aku awalnya rada nggak niat, karena trauma nggak dapat medali kayak di Makassar tahun 2008

9. Piagam medali perak Olimpiade Sains Nasional bidang Kebumian tingkat Nasional di Jakarta (tahun 2009) - akhirnya aku dapat medali yeyyyy!


Legalisir raport kelas X-XII dan fotocopy semua piagam itu akhirnya aku serahkan ke sekolahku. Aku ingat-ingat lupa, sepertinya mereka yang menyerahkan berkas tersebut ke UGM untuk dievaluasi. Kalau ada pemberitahuan lebih lanjut, berarti berkas kita lolos. Tahap administrasi mungkin maksudnya ya. 

Beberapa saat kemudian, aku dan Hendika dikabari oleh sekolah bahwa kami harus menjalani tes. Ha? Tes apa?? Ternyata itu semacam tes mata pelajaran - IPA - yang dikirimkan oleh UGM ke sekolah kita, untuk kita kerjakan di sekolah.

Ha, maksudnya tesnya dikerjain di sekolah sendiri? Nggak ada yang jaga?

Iya bener gan. Aku sendiri saat itu juga baru tau, kalau ternyata setelah pemberkasan ada tes kayak gini. Laa mana aku bisa? Tesnya aja materi IPA semua. Ane yang dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan udah Ujian Nasional jurusan IPS - Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Geografi, Ekonomi-Akuntasi - harus belajar materi IPA lagi, bahkan ngulang dari kelas X-XII?? Ya ... mana mungkin bisa hahaha.

Jadi akhirnya ane nggak belajar sama sekali, karena itu bakal butuh waktu. Dan aku rasa percuma juga, nggak mungkin soalnya model soal IPA dasar. Pasti udah Fisika, Kimia atau Biologi yang ruwet-ruwet. Tau dah glap.. Lagi-lagi perasaan 'nothing to loose' muncul. Kalau ini memang jalan ane, pasti tetep ane bisa masuk Teknik Geologi UGM. Kalau nggak ya nggak usah dipaksa juga.

22 Februari 2010
Pengerjaan Tes....
Akhirnya hari ini datang juga... hari dimana aku akan menjalani 'tes PBUB' . Tes yang aku sendiri nggak tau sama sekali model soalnya kayak apa. Ternyata soal-soal tes dan lembar jawabannya dikirimkan UGM dalam kondisi map tertutup. Kami izin pelajaran di hari Senin itu, khusus untuk menjalani tes ini. Kami menjalani tes di ruang UKS.

Kubuka amplop dan mulai kubaca soalnya..

What the..... -biiiiiiiiiiiip-

Tidak perlu keceritakan dengan detail, kalian pasti tau penderitaanku seharian itu mengerjakan soal. Hahaha. Setelah selesai mengerjakan, kami serahkan soal + lembar jawaban ke guru. Setelahnya kami kembali ke kelas. Menunggu lagi sampai hari pengumuman, itulah yang ane lakukan. 

12 Maret 2010
Kembali lagi di Solo, di awal cerita

"Luh, kamu mau tak lihatin nggak diterima UGM-nya nggak?" tanya Rizka, salah satu temanku. Malam itu aku lagi chatting santai saat tiba-tiba topik ini muncul.

"Bukannya baru besok ya pengumuman resminya?" jawabku dengan heran. Karena memang setauku, pengumuman resmi dari UGM itu besok, tanggal 13 Maret 2010. 

"Bisa kok, ni udah ada bocorannya duluan, lewat SMS. Sini nomor pendaftaranmu berapa, aku cek-kan."

Sebenarnya aku antara mau dan nggak mau. Tapi penasaran juga yaa...Kaya perasaan ane lebih ke... 60% ditolak, 40% diterima hihi. Dasar pesimis!

'Laa... gimana ini? Ane kan belum siap deg-degan hari ini. Deg-degannya kan kusiapkan untuk besok aja,' kataku dalam hati sambil jantungku jedar-jedor nunggu balasan SMS dari Rizka yang tidak kunjung datang.

"Oke, 1140100010."

Beberapa menit kemudian....

"Luuuuhhh...selamat ya! Kamu diterima! Selamat datang jadi mahasiswa Teknik Geologi UGM.!" Begitulah kira-kira isi SMS dari Rizka. Kemudian dia meneruskan pesan dari SMS tadi. Disitu memang tertulis, "SELAMAT, anda diterima pada program studi Teknik Geologi."

"haaaaaaa?" Aku sendiri melongo nggak percaya. 'Kok Bisaaaa?'

Gimanapun andrenalinku langsung naik malam itu.. Senang dan leganya luar biasa.. Aku segera lari ke depan rumah mengabari Ibuku yang sedang main ke rumah tetangga, tentu saja ibuku begitu bahagia dan senangnya. Salah satu mimpinya adalah bisa melihatku kuliah di UGM, setelah mbakku gagal tes masuk UGM 3 tahun lalu.

Namun yang membuatku cukup sedih malam itu, ternyata Rizka belum berhasil masuk. Aku menghiburnya, aku tau bahwa itu tidak cukup berguna, tapi aku meyakinkannya untuk nanti mencoba SNMPTN. Jalur masuk UGM kan tidak hanya 1 pintu PBUB ini saja...

Bagaimanapun malam itu perbincangan kami berlanjut ke banyak topik dan banyak hal. Aku sudah tidak terlalu ingat lagi apa yang kulakukan setelahnya.

Keesokan harinya, membuka Facebook, aku menemukan postingan ini dari sahabatku, Alfiana. Ini kupasang disini sebagai kenang-kenangan. Alfiana salah satu sahabatku paling baik, selalu mendukung dan support sejak aku sering ikut lomba, bahkan sampai sekarang. Thanks Fi! (teman makan mi goreng di Kantin SMAN 3 Surakarta :D ). Next akan kuceritakan kehidupan awal-awal kuliahku, kehidupan anak kos, dan sebagainya di Jogja. I can't wait to do it!

9.19.2021

Solo, 5 Agustus 2021 : One More in Bali?

Sumber gambar : Disini

I already have 1 house, in Boyolali to be exact, and I can't express in words, how relieved and happy I am to have it with the status "paid off". 

Happy how?  happy because.. It turns out .. living in your own house is good huh.  We don't have to think about paying monthly fees like boarding children.  We just need to think about filling up the electricity pulse and paying for water to the PDAM. And because my house is quite minimalist, it's very economical on electricity and water expenses.

Besides that, living in our own house feels very nice because, we can design and buy things as we like.  For me, I prefer a minimalist arrangement.  Buy only what I need, which I will actually use every day.

Due to the endless pandemic for almost the last 2 years, I was able to save some money (which I would normally use for traveling abroad). And I think I want to invest my savings in 1 more house. I like the nomadic life, and I have always wanted to have a simple house on the island of Bali. Well, it doesn't have to be like a luxury villa or beachfront house, I just want a simple small house, where I can live where I can live carefree, and without having to pay anything every month for other people.

These few days, I started hunting for cheap houses on the island of Bali through the marketplace. I love this little house, for 140 million. I've asked the owner of the post, asking if it's okay for residents of ID cards outside Bali to buy it. He said yes, and gave the address of his marketing office. Well, I'll stop by later when my road trip to East Nusa Tenggara begins. But I will be careful and not careless, because I know that fraud is now everywhere.

Well this is just a light story, I don't want to push myself too deep into this either. But I think this seriously.

9.17.2021

Solo, 9 Februari 2021 : The Heritage Palace!

 Sudah lebih dari 2 mingguan ini ane di Solo, dan selama itu cuma di rumah aja. Boseeen juga ya ! Sedangkan emak sama bapak ane juga masih belum bisa diajak main karena masih nemenin mbak ane yang baru lahiran. Tau kan ribetnya emak-emak habis lahiran.. wkwk.. Ya jadilah ane habiskan 2 minggu ini hanya untuk menyelesaikan dan menyicil beberapa kerjaan, sisanya nonton film. Nonton terus-terusan. Terutama serial-serial Netflix yang ane demen abis karena selalu bikin penasaran.

Jadilah hari ini, Selasa, 9 Februari 2021 ane mengajak Gavriel - keponakan ane - untuk jalan-jalan ke The Heritage Palace di Solo. Awalnya rencana berdua aja, eh tiba-tiba emak pengen ikut juga. Yaudah sekut aja, kita berangkat dari rumah Bolon sekitar jam 13.15 naik si Kia Rio. Jarak dari rumah ane ke The Heritage Palace sendiri gak terlalu jauh, hanya sekitar 5 kilometeran dan bisa ditempuh dalam 20 menit.

Ane pertama kali tau 'The Heritage Palace' dari vlog-nya Joe Kal. Tau kan, vlogger yang suka eksplore tempat-tempat horror itu. Dan ane yang hobby-nya eksplore tempat via Google Map tiba-tiba nemuin aja tag tempat bernama "The Heritage Palace" sewaktu nyari tempat wisata di Solo. Setelah melihat foto-foto dan ulasannya di Google Map, aku merasa tempat ini OK. Fotogenik. 

Sesampainya di point The Heritage Palace yang ditunjukkan oleh Google Map, ternyata kami salah parkir. Kami diarahkan google map parkir di Restoran Tong Tjie, dimana itu adalah pintu keluar samping dari The Heritage Palace (bukan pintu masuknya). Alhasil kami pun jalan kaki sejauh 200 meter untuk menuju ke pintu masuk The Heritage Palace. 

Kami akhirnya putuskan beli tiket terusan, supaya bisa sekalian lihat Museum Mobil dan Omah Kwalik seharga Rp 55.000/ weekday, kalau untuk weekend sendiri Rp 65.000.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Museum Mobil Kuno. 






5.31.2021

Solo, 31 Mei 2021 : Start today - menatap ke depan, tidak akan lagi melihat ke belakang

Ane sebenarnya udah lakuin ini dari beberapa Minggu yll, tapi tulisan ini sebagai penegas aja supaya ane fokus.

Mulai sekarang ane hanya akan menatap ke depan, fokus ke hari ini, dan tidak akan pernah lagi menatap ke belakang. Menatap ke belakang? Maksudnya? Maksudnya hal-hal di masa lalu yang bukan merupakan pencapaian positif ane, ane gak akan mau mikirin atau ingat2 itu lagi.

Termasuk segala macam kemarahan, sakit hati, orang2 gak penting, curiga, dan sebagainya.

Ane ingin hidup sebagai orang yang bebas, dan optimis. Bebas maksudnya ane ga mau dibelenggu kenangan2 masa lalu yang ga penting. Yang menyakiti ane, atau bikin ane menyesal dan kecewa sama hal2 bodoh di masa lalu.

Ane ingin fokus ke hari ini dan masa depan. Ke mimpi2 ane yang lain. Cari duit sebanyak mungkin dengan cara halal untuk mengunjungi sebanyak mungkin tempat2 di dunia ini. 

Ane akan blok kenangan2 masa lalu yang bikin ane ga bahagia, dan menyambut hari2 ke depan dengan optimisme. Selalu diingat bahwa ane berharga, dan ane selalu ingin membuat orang lain merasa berharga juga.

Keep moving forward :))

5.07.2021

Surabaya, 26 April 2021 : Tips masak ikan kembung saos asam manis super murah dan cepat

1. Beli ikan kembung secukupnya dan sebungkus Saori Saos Asam Manis. Ikan kembung aku beli di Superindo seharga Rp 13.985, sementara Saori Rp 3000 per sachet.
2. Bersihkan ikan kembung di air mengalir. Siapkan bahan tambahan. Karena ane suka pedes maka ane kasi cabe rawit 4 biji. Karena masih ada sisa jagung manis ane kasi jagung manis.
3. Panaskan minyak di wajan, tumis cabe + jagung sejenak.  Setelah agak wangi masukkan Saori Saos asam manis. Ane pakai 1 sachet aja.
4. Setelah itu masukkan ikan kembung. Karena hanya untuk 1x makan ane pakai 2 ekor. Kalau ikannya mau digoreng sebentar ya gpp. Dibolak balik aja sampai ikannya matang.
5. Tadaaa. Jadi deh. Murah, super simpel dan cepat. Ikannya bisa diganti ikan apa aja, cumi, udang, kepiting, dll berbagai hasil laut bisa.

5.06.2021

Surabaya, 25 April 2021 : Tips masak cumi saos tiram super cepat, simpel dan murah.

1. Beli cumi + Saori saos tiram sachet. Ane beli di Superindo jadi bisa beli cumi 2 ekor aja. Harganya tercantum di bawah. Cumi 276 gram seharga Rp 26.190 untuk Saori saos tiram Rp 3.000/sachet.
2. Cuci bersih cumi di air mengalir. Terutama bagian dalamnya karena ada plastiknya yang memanjang + sisa-sisa tintanya. Kemudian potong-potong cumi.
3. Siapkan bahan tambahan untuk numis cumi (kalau ada). Kebetulan ane ada jagung manis + Lombok Krn ane suka pedes.
4. Siapkan wajan, panaskan minyak goreng. Kemudian masukkan dua tambhan bahan diatas ,tumis sebentar. Kemudian masukkan cumi secukupnya. Kemudian masukkan Saori Saos Tiram 1 Sachet + Air.
5. Tumis sampai cumi matang. Setelah itu udah selesai deh, dijamin rasanya mantap dimakan sama nasi putih panas!
Tambahan, goreng cumi super cepat dan murah.
1. Sisa cumi yang udah dipotong-potong tadi ditaburi tepung bumbu.
2. Goreng sampai cumi matang. Udah deh selesai! 😁😁

Masakan anak kos super simpel dan murah. πŸ‘πŸ‘πŸ‘