Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

6.07.2015

22 Hal tentang Atambua yang agan harus ketahui sebelum kesana

Tugu "Selamat datang di Atambua Kota Beriman"
sumber: http://3.bp.blogspot.com/

ATAMBUA 

Sebuah kota kecil di perbatasan negeri antara Indonesia dengan Timor Leste. Apa yang teman-teman pikirkan saat mendengar nama kota itu? Ane yakin bagi yang belum pernah kesana pasti akan membayangkan sebuah kota kecil di pelosok, dengan jalan tanah, tidak ada listrik, sekolah yang memprihatinkan? Apakah memang seperti itu? Simak tulisan saya ya gan. Saya akan menjelaskan dengan cukup detail tentang bagaimana kondisi di Atambua dengan sudut pandang seobjektif mungkin. Sebagai informasi tambahan, saya sudah pernah mengunjungi Atambua 4x, dengan total durasi waktu > 3 bulan baik untuk keperluan KKN, Travelling maupun mengunjungi saudara.

Oya sebagai awalan ane menyarankan agan untuk membaca ini dulu. Tulisan tersebut berisi 24 hal tentang Kota Kupang. Secara umum, karena masih terletak pada daratan yang sama, 24 hal tentang Kota Kupang itu juga berlaku di Atambua gan. 

1.       Jalan arteri utamanya sudah beraspal mulus
Kalau kalian membayangkan Atambua itu sebuah kota perbatasan dengan jalan tanah becek, jalan tanah berbatu-batu, well itu 30 % benar. Tapi sebenarnya jalan arteri utama yang menghubungkan Kupang-Soe-Kefamenanu-Atambua itu muluuus banget gan. Hampir nggak ada lubang. Mungkin di beberapa titik saja dilakukan perbaikan jalan. Tapi memang kalau sudah masuk desa-desa, jalan mulus tadi akan berubah menjadi jalan batu-jalan tanah-kemudian tidak ada jalan sama sekali hehehe. Harap maklum ya.

2.      Di pedesaan ada ATM dan Bank BRI, di Kota Atambua ada ATM BNI, Mandiri, Bank NTT
Jangan kira karena kota perbatasan maka nggak ada/jarang ATM ya gan hehehe. Di Atambua ini, terutama di Kotanya (sekitar Pasar Baru Atambua), banyak dijumpai ATM bank terkenal kok seperti Mandiri, BRI dan BNI. Ada juga Bank NTT. Sehingga kita tidak perlu kuatir kalau mau traveling ke Atambua. Tidak perlu membawa uang cash dalam jumlah banyak karena nanti bisa narik di kota gan. Kalau di desa-desa, biasanya hanya tersedia bank/ATM BRI dalam jumlah terbatas.

3.       Ada pasar (harian maupun mingguan)
Di Atambua, mata pencaharian sebagian besar mama-mama/mamatua selain bertani adalah berdagang. Di Atambua bisa dikatakan sangat mudah dijumpai pasar harian, biasanya buka mulai dari pagi jam 07.00 sampai sore jam 05.00. Sering juga dijumpai pasar mingguan (bahasa jawanya “Pasar Krempyeng”). Biasanya untuk pasar mingguan ini, akan diadakan 1 hari pada hari tertentu. Misalnya Rabu atau Kamis. Biasanya akan berlangsung beberapa jam saja (dari pukul 06.00 sampai 09.00).

4.       Ada apotek
Mau mencari obat sewaktu di Atambua? Jangan kuatir ya karena di Kota Atambua (tepatnya daerah Pasar Baru), cukup banyak dijumpai apotek, salah satunya yang cukup terkenal, K24.

5.       Ada puskesmas dan rumah sakit
Tiba-tiba sakit sewaktu lagi di Atambua? Lagi-lagi jangan kuatir karena disini ada banyak puskesmas gan dengan mantri-mantri yang handal seperti Puskesmas Atambua (Puskesmas Lama) di Jalan Hayam Wuruk dan Puskesmas Kota Atambua (Puskesmas Baru) di Jalan Adi Sutjipto. 
Selain itu juga terdapat Rumah Sakit Pemerintah seperti RSUD Atambua dan RS Tentara Atambua, serta Rumah Sakit Swasta yaitu RS Sito Husada. Tapi tentu saja ane berharap agan nggak harus kesini ya. Semoga sehat selalu!

6.       Ada universitas negeri dan swasta
Perguruan Tinggi yang ada di Kota Atambua ada 3 Perguruan Tinggi Negeri yaitu: Sekolah TInggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Fajar Timur Atambua, Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Belu, Universitas Terbuka dan 1 Perguruan Tinggi Swasta yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Atambua. Hehe, nggak kalah kan gan pastinya?
  
7.       Banyak warung makan Padang dan Jawa
Meskipun hampir 95 % penduduk Atambua beragama Katholik, tapi disini banyak dijumpai warung makan Padang dan Jawa yang kebanyakan penjualnya itu Muslim gan. Warung Makan Padang ini banyak tersebar di sekeliling kota dengan harga terjangkau. Biasanya 1x makan berkisar antara Rp 12.000,00 sd Rp 15.000,00.

8.       Dapur berbentuk lopo
Ingat bentuk rumah adat NTT yang dinamakan lopo? Disini kita akan masih sering menjumpai lopo-lopo gan. Ada yang menjadikannya rumah hunian, sementara yang lain menjadikan lopo sebagai dapur, dimana rumah utamanya sudah dibangun menggunakan batubata/batang pohon lontar dengan seng. Lopo ini sendiri tahan banget lo gan sama hujan dan panas, meski hujan deras biasanya tidak akan bocor karena tumpukan daun lontar. Biasanya pada bagian atas lopo akan digantungkan jagung-jagung supaya terkena asap pembakaran sehingga kering. Biji jagung kering itu bagus untuk dijadikan benih.

9.       Profesi sebagian besar berupa petani, peternak dan pedagang
Karena lahan yang tersedia masih sangat luas, sebagian besar bapa/bapatua/mama/mamatua di Atambua mempunyai profesi sebagai petani, peternak ataupun pedagang. Biasanya mereka akan mengolah berbagai jenis tanaman seperti: padi kalau musim hujan, jagung dan sorgum kalau musim kering, tomat, sawi dan lain-lain. Lahan yang digunakan untuk menanam bisa lahan sendiri maupun lahan sewa. Sementara untuk peternak, 3 ternak utama yang dikembangbiakkan disini adalah sapi, babi dan kambing. Ternak di NTT bisa dikatakan dihargai lebih murah dari di Jawa karena ketersediaan yang melimpah. Untuk pedagang, biasanya mereka akan menjual hasil pertanian mereka sendiri/hasil beli dari tengkulak ke pasar.

10.   Harga bensin menyesuaikan isi di botol
Kalau di Jawa harga bensin eceran mempunyai harga yang fix ( biasanya 1 botol lebih 500 sd 1000 dari harga di pertamina), di Atambua harga bensin eceran menyesuaikan isinya di botol gan. Untuk 1 liter normal, biasanya akan dihargai > 1500 dari harga pertamina. Jika isi bensin di botolnya penuh, maka akan dihargai >3000 dari harga pertamina. Jika isi bensin Cuma setengah, maka akan dihargai < 2000 dari Pertamina. Begitulah metode mereka dalam jualan bensin. Cukup banyak penjual bensin eceran di sepanjang jalan desa.

11.   Tebe-tebe kalau ada acara nikahan
Kalau kita menghadiri acara nikahan di Jawa, biasanya setelah makanan (terutama es krim keluar) itu merupakan tanda-tanda acara resepsi sudah akan selesai. Biasanya setelah dilanjutkan foto-foto dan salam-salaman, para tamu akan berbondong-bondong pulang. Tidak demikian di Atambua karena setelah makanan selesai keluar, hampir bisa dipastikan akan berlanjut dengan acara tebe-tebe atau tarian rakyat yang dilakukan berbanyak orang sambil membentuk lingkaran diiringi musik-musik yang semangat. Pasti gan ini, nggak mungkin dilewatkan. Percaya ane hehehe.

12.   Likurai kalau menyambut tamu penting
Seperti halnya tebe, likurai adalah salah satu tarian rakyat asal Kabupaten Belu yang biasanya disajikan saat menyambut tamu penting. Biasanya para gadis desa akan menabuh genderang kecil yang diapit di bawah lengan, membentuk suara alunan genderang yang berirama merdu. Zaman dahulu sih Tari Likurai ini biasa disajikan saat menyambut para pahlawan pulang dari medan perang  dan membawa kemenangan gan. Tapi untuk sekarang, karena perang sudah tidak zamannya lagi, tarian ini digunakan untuk menyambut tamu penting seperti bupati, gubernur, menteri maupun presiden.

13.   Membangun kuburan keluarga di halaman rumah
Kalau agan-agan berkunjung di Atambua, jangan kaget ya kalau sering menjumpai kuburan di halaman rumah warga baik pada bagian samping, depan maupun belakang rumah. Hal itu dikarenakan mereka mempunyai adat untuk menguburkan keluarga sedekat mungkin dengan kediaman mereka gan. Serem? Iya awalnya ane merasa serem gan. Malem-malem harus ke kamar mandi gelap banget sementara sampingnya kuburan. Tapi lama-lama terbiasa kok gan, dan tidak menjadi maasalah.

14.   Mengadakan upacara adat sebelum proses penananaman lahan ataupun sesaat sebelum panen
Upacara adat ini berguna sebagai doa mereka kepada para leluhur dan Tuhan, supaya proses penanaman mereka berlangsung dengan lancar sampai proses panen. Lancar disini maksudnya tidak ada halangan berupa banjir, serangan hama, kekeringan. Sesaat sebelum panen pun mereka kembali mengadakan upacara adat, sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta para leluhur.

15.   Ada masjid
Dengan dominasi 95 % warganya beragama Katholik, di Atambua masih bisa kita jumpai masjid kok gan. Pemeluk Islam disini kebanyakan merupakan pendatang baik dari Jawa, NTB maupun Sulawesi. Mereka hidup rukun berdampingan satu sama lain. Di masjid pun ane juga lihat TPA yang dihadiri anak SD cukup banyak.

16. Perbatasan bukan tempat mengerikan, kunjungi saja.
Kalau agan berpikir perbatasan Indonesia-Timor leste (khususnya perbatasan Motaain) itu tempat yang mengerikan, banyak tentara, kita bisa ditangkap, ditembak, diculik wkwk segera hilangkan semua pemikiran buruk itu ya. Karena perbatasan Motaain ini ramai dan aman gan, karena dikelilingi kantor POLRI dan TNI. Dengan ijin TNI, kita juga biasanya diperbolehkan masuk Timor Leste sampai tugu selamat datang kok. Jalan kesini juga cukup mulus. Jadi tunggu apa lagi, jangan ragu datang ke perbatasan Motaain ya!


16.   Ada surat kabar
Kebanyakan surat kabarnya diimpor menggunakan bus dari Kupang gan hehehehe. Surat kabar tersebut termasuk Harian Umum Pos Kupang, Timor Ekspress, dan Victory News Media.


17.   Ada siaran radio pemerintah maupun swasta
Eitss. Jangan kira karena di perbatasan negeri nggak ada siaran radio ya. RRI dan beberapa siaran radio swasta lainnya pasti tetap setia dong melayani Indonesia sampai ke ujung negeri. Ini dia informasi siaran radionya:
Siaran radio di Atambua
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Atambua

18.   Ada stasiun TV yang beroperasi di Atambua
Untuk stasiun TV pemerintah, pasti agan-aganwati bisa menebak stasiun TV apa. Iya, TVRI Atambua. Untuk stasiun TV swasta yang beroperasi di Atambua meliputi Kompas TV, TVRI dan Belu TV. Jadi nggak usah takut ketinggalan berita ya!


19.   Musim terdingin = Bulan Juni-Agustus, puncaknya Juli.
Bisa ditebak, mengapa bulan-bulan tersebut merupakan bulan terdingin di Atambua. Ya, karena pada bulan itu Australia yang berada di selatan Pulau Timor sedang musim dingin bersalju gan. Jadi bisa ditebak, musim dingin di suatu daerah akan menyebabkan terbentuknya pusat-pusat tekanan tinggi pada daerah tersebut. Menurut Hukum Fisika, angin akan bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju ke daerah bertekanan rendah, dalam hal ini daerah yang lebih panas. Jadilah Atambua diserbu angin yang cukup kencang. Siang hari tidak terlalu terasa dingin karena matahari masih garang. Tapi mulai sore jam 4, wahh bisa dibilang deh keluar butuh jaket.


20.   Ada angkot (bemo) baik di pedesaan maupun di Kota-nya
Untuk masalah transportasi umum antar kota di Pulau Timor, agan bisa naik bus 3/4 dari Terminal Atambua. Sedangkan untuk metode transportasi di pedesaan, menggunakan angkot warna hijau dengan tarif Rp 2000 sd Rp 4000 tergantung jarak. Untuk metode transportasi dalam kota dilayani oleh angkutan umum berupa mikrolet (dengan kapasitas penumpang sekitar 10 orang)yang melayani empat rute/trayek melalui 3 terminal. Selain itu tersedia transportasi alternatif berupa jasa ojek sepeda motor.


21.   Ada bandara dan pelabuhan
Di Atambua terdapat satu landasan udara sepanjang 1200 meter bernama Bandara A.A. Bere Talo (dulunya Bandara Haliwen) yang bisa didarati oleh pesawat-peswat kecil, diantaranya terdapat tiga maskapai yang melayani rute penerbangan Kupang-Atambua pulang pergi, masing-masing NBA, MNA dan Susi Air dengan waktu tempuh 1 jam dan tarif berkisar Rp 500.000 sd Rp 600.000. Selain itu terdapat dua pelabuhan laut yang melayani kota Atambua yaitu pelabuhan Atapupu yang merupakan pelabuhan kargo dan minyak, dan pelabuhan Teluk Gurita yang merupakan pelabuhan penumpang (ferry) yang melayani rute Atambua-Alor.

22.   Ada tempat wisata selain perbatasan
Khusus untuk keterangan ini, ane lanjutkan di postingan berikutnya tentang wisata di Atambua ya gan. Ane akan jelaskan dengan lebih lengkap dan detail.

Well, jadi itulah 22 hal tentang Atambua yang bisa ane sampaikan gan. Jadi buat agan-agan yang mau KKN, mau kerja dinas, mau sekolah, mau wisata ke Atambua tidak usah takut dan kuatir karena Atambua itu aman dan fasilitas cukup lengkap. Agan akan mendapatkan keramahan masyarakat yang begitu tulus disini, nanti akhirnya malah berat mau pulang. Hehehe. Curhat.

Oya satu hal yang sangat penting, seminggu sebelum kesini agan usahakan minum obat pencegah malaria dulu ya. Kasus malaria masih cukup tinggi disini. Mencegah lebih baik dari mengobati, bukan? :)

0 comments:

Poskan Komentar