Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

7.12.2015

[1] SINGAPORE TRIP: Merlioonn..dimana kamuu?

Akhirnya bisa berpose di Patung Merlion yang berada di pinggir Sungai Singapura.

30 Januari 2013

Dengan tiket pesawat Rp 0 yang aku dapat dari Air Asia kurang lebih enam bulan sebelumnya, akhirnya mendarat juga aku di Bandara Changi Singapura yang super besar, modern dan megah dengan outlet-outlet ternama mejeng disana-sini. Pemandangan ini membuang aku mlongo sana sini dan merasa sangat kere karena inilah pertama kalinya aku ke negara modern, hehehe. Brosur gratis yang banyak tersebar disana-sini nggak aku sia-siakan, aku raup semua yang berbau gratis, termasuk mengisi ulang tempat air minum dengan cold free waterfill yang banyak tersebar di sudut bandara. Ini harus dilakukan gan karena kalau beli air minum di 7-eleven itu sebotol 1 SGD-an. Tak lupa, sebelum meninggalkan bandara, aku update status dulu ‘sedang ada di Singapura" dengan tiket Rp 0’ dengan wifi gratis bandara. Hahaha.
Suasana Bandara Changi yang super mewah.
Sumber: http://www.thewanderingpalate.com/

Perjalanan aku lanjutin dengan menumpang free shuttle train untuk menuju terminal 2 dan kemudian naik MRT ke kota. Stasiun MRT Bandara Changi letaknya di basement Terminal 2 dan 3, bisa diakses dari terminal kedatangan/keberangkatan lewat lift/ekskalator. MRT paling awal berangkat pukul 05.26 am pada Senin-Sabtu, 5.54am pada Minggu dan hari libur, sementara paling akhir pukul 11.18 pm. Siapkan uang receh/uang kecil untuk membeli tiket gan, kecuali agan udah punya EZ Card tinggal isi pulsa.

Kesan pertama ane waktu itu tentang orang Singapore adalah, mereka sangat tertib dan rapi gan saat antri akan masuk tranportasi umum. Saat akan masuk free shuttle train, mereka akan dengan tertib membiarkan orang yang mau keluar dulu sebelum mereka sendiri masuk.
Free Shuttle Train yang menghubungkan Terminal 1,2 dan 3 di Bandara Changi.
Sumber: c2.staticflickr.com

Menurut aku, MRT di Singapura ini sangat nyaman, bersih, tepat waktu, tapi sayang mahal. Untuk ke kota dari bandara dikenakan tarif 3 SGD atau setara Rp 23.000,00. Saat itu aku sudah mengisi EZ Link Card  aku dengan pulsa 10 SGD sehingga proses pembelian tiket bisa berlangsung dengan cepat. Tinggal tap di mesin, gerbang terbuka, jalan sudaahh. Untuk beli pulsa MRT, bisa dilakukan di Stasiun MRT terdekat gan. Biasanya ada kantor kecil semacam Customer Service MRT, atau membeli lewat mesin.

Alternatif transportasi lain untuk menuju ke kota adalah bus. Tempat pemberhentian bus di Bandara Changi ada di basement terminal 1, 2 dan terminal 3. Untuk menuju ke kota bisa menggunakan Bus Umum Rute 36. Bus pertama tiba sekitar jam 6.00 am dan bus terakhir meninggalkan Bandara Changi sebelum jam 11.00 pm. Biaya sekali jalan kurang dari 2 SGD dengan lama perjalanan 1 jam. Siapkan uang pas karena tidak ada kembalian.
Suasana platform stasiun MRT.

Orang-orang Singapura terkenal sangat disiplin gan termasuk antri untuk masuk MRT.

Suasana di dalam MRT, sangat nyaman, bersih dan tepat waktu.

Karena ini pertama kalinya aku ke Singapore, aku sama sekali buta dan nggak tau tentang banyaknya peraturan yang ada di negara ini. Ketidaktahuan itu membuat aku dengan santainya minum di dalam MRT, sampai cewek India di sebelah ngeliatin aku. ‘Apa si mbak?’ batin aku. Mata aku tercengang saat akan keluar MRT karena di dekat pintu keluar terpampang jelas denda 500 SGD bagi yang makan/minum di dalam MRT. Alamaaaakk...Untung aku nggak didenda, padahal CCTV di dalam kereta itu on terus lo gan, sumpah ane lega banget hahaha.
Ini dia gan peraturan di dalam MRT, jangan sampai bawa durian.

Untuk mengirit pulsa EZ Link Card , aku memutuskan nggak menuju hostel yang udah aku udah book melainkan langsung keliling kota. Stasiun MRT pertama yang aku kunjungi adalah Marina Bay Sands karena aku kira Patung Merlion ada di sekitar situ. Salah besar. Wkwk. Ternyata Stasiun Marina Bay Sands hanya dikelilingi oleh distrik perkotaan dengan gedung-gedung tinggi. Waktu aku lihat, Marina Bay sands aja masih cukup jauh jika jalan kaki, sehingga setelah mempelajari peta, aku pun balik lagi ke stasiun MRT di bawah untuk menuju Stasiun MRT Bayfront. Marina Bay Sand sendiri merupakan hotel mewah yang bentuknya unik dan arsitektur menarik gan.
Nyasar gan, untuk ke Marina Bay Sand di depan itu aja harus nyebrang jalan raya dan nggak ada jembatan penyeberangan di sekitar situ.

Sampai Stasiun MRT Bayfront, aku kembali kebingungan karena tidak mendapati keberadaan Patung Merlion baik melalui pandangan jauh maupun dekat, padahal Marina Bay Sands udah jelas-jelas berada di depan mata. Aduh, Merlion, mana si kamu? Karena sudah tidak sabar memulai petualangan, aku pun memutuskan akan berkeliling Bayfront.

Belum berhasil mendapati Si Merlion, aku pun melangkahkan kaki lebih jauh dan senang saat tiba-tiba menjumpai bentukan seperti pohon-pohon raksasa dengan lampu warna-warni. Ternyata itulah yang disebut ‘Gardens by the Bay”. Setelah puas berfoto-foto dengan Marina Bay Sands, akhirnya ane menghabiskan sesorean sampai malam di ‘Gardens by the Bay”Gardens by the Bay merupakan taman buatan indah yang dibuat menghadap Teluk Selatan. Karena ini pengalaman solo traveling pertamaku, aku sempat agak down gan sewaktu ditanyai orang yang motoin ane, “Are you just alone?” Hahaha.

Pemandangan Marina Bay Sands dengan gemerlap lampunya yang indah.

Gardens by the Bay di malam hari.

Selain pertunjukkan utamanya berupa “Pohon raksasa berlampu”, Gardens by the Bay ternyata mempunyai banyak taman-taman gan, yaiyalah namanya juga Gardens haha. Di Taman ini konon setiap jam 7.45 pm, 8.45 pm dan 9.30 pm ada pertunjukkan Garden Rhapsodi. Pertunjukkan ini berupa perpaduan cahaya yang indah merambat melalui taman vertikal disertai alunan musik. Pertunjukkan jam 9.30 hanya ada di hari Jumat, Sabtu dan hari libur. 




Suasana taman dan pemandangan di sekitar Gardens by the Bay.

Selesai dari ‘’Gardens by the Bay”, ane pun memutuskan akan ke Esplanade yang bentuk atapnya kayak durian itu gan. Esplanade adalah gedung teater tempat pentas pertunjukan seni yang terkenal di Singapura atau bahkan untuk kawasan Asia. Selain itu, di gedung durian itu juga dipamerkan berbagai jenis karya seni seperti lukisan, seni instalasi, miniatur Esplanade, dsb. Untuk melihat koleksi tersebut kita tidak perlu mengeluarkan biaya sepersenpun gan. Waktu itu kebetulan lagi ada sekelompok remaja yang sedang berlatih musik. Ane pun tidak sia-siakan untuk menonton sejenak dan setelahnya melihat-lihat koleksi Museum Esplanade.

Selesai mengelilingi Espalanade, sebenarnya ane bisa melanjutkan dengan menyusuri Jembatan Helix. Tapi niat itu sementara ane urungkan karena kondisi kaki yang sudah sangat capek. Jembatan Helix ini dibangun untuk menghubungkan Esplanade dengan Marina Centre di seberangnya. Bentuknya yang tergolong unik seperti anyaman pilar-pilar dari baja dengan warna chrome yang menarik. Di malam hari, sinar lampu dari berbagai warna akan silih berganti menyoroti pilar-pilar itu sehingga membentuk perpaduan yang menarik.
Pemandangan Esplanade di depan, atapnya seperti durian gan.


Museum di dalam Esplanade, gratis.

Dari Esplanade, ane berjalan nggak tentu arah gan. Masuk lewat sebuah mall superbesar dan megah, kemudian keluar di suatu tempat yang luas menghadap Sungai Singapore. Wah, indah dan tenang banget pemandangannya. Di sekitarnya banyak gedung-gedung tinggi dan megah dengan gemerlap lampu yang semakin menambah kesan Singapura sebagai negara modern. Sewaktu ane menyusuri bagian pinggir sungai, ane sempat minder gan karena kebanyakan yang kesitu membawa teman/pacar. Alhasil ane cuma duduk-duduk aja di pinggir sungai sambil nyemil roti pandan n air putih hahaha.

Awalnya ane nggak dong kalau Patung Merlion sudah di seberang sana, tinggal jarak jalan kaki aja. Wkwkwk, emang dasar eroran. Setelah sejenak baru ane sadar dan setelah berfoto-foto segera berjalan lewat pedestrian di depan Hotel Fullerton untuk menuju Patung Merlion. Patung Merlion ini bisa dikatakan merupakan landmark nomer 1 negara Singapura. Banyak traveler yang bilang, 'Lu belum bisa disebut udah ke Singapura jika belum foto sama Merlion' Hehehe. Untuk menuju Patung Merlion, agan cukup turun di Stasiun MRT Raffles Place. Kemudian keluar melewati United Overseas Bank (UOB) Plaza. Dari pertengahan plaza, akan terlihat Hotel Fullerton. Patung Merlion berada tepat di seberang hotel. Ane sarankan kesini pas malam hari karena gemerlap pemandangan lampu warna-warni sangat indah. 




Saat itu keadaan di sekitar patung cukup ramai gan, banyak sekali yang berfoto-foto di icon nomor satu Singapore ini. Kerlipan lampu hotel di belakangnya menambah semarak suasana malam itu. Malam ane kembali disempurnakan dengan sajian pertunjukkan laser gratis dari Marina Bay Sand. Pertunjukkan laser dimulai jam 8 pm dan 9.30 pm. Di Jumat dan Sabtu malam pertunjukkan paling malam dimulai pukul 11 pm. Pertunjukkan laser gratis ini bisa disaksikan di bangku-bangku sekitar Patung Merlion

Pertunjukkannya bagus banget gan. Meskipun sudah malam, ane masih berada beberapa saat disitu untuk menikmati pemandangan. Entah kenapa ane tidak merasa takut sama sekali karena Singapore memang mendapatkan predikat negara teraman di Asia Tenggara. Selain itu suasana juga masih sangat ramai.
Akhirnya ketemu Merlion juga....

Pertunjukan laser gratis dari Marina Bay Sand.

Selesai menikmati pemandangan di Merlion dan sekitarnya, ane segera naik MRT lagi menuju MRT Aljunied untuk mencari hostel yang sudah ane booking sebelumnya gan. Hostel tersebut bernama Sky Orchids terletak di dekat Kawasan Geylang. Ane kebingungan banget gan awalnya sebelum akhirnya dibantu oleh seorang kakek keturunan China untuk menemukan hostel ane, Ternyata nama hostel ane berubah begitu di Singapura menjadi Hostel 98. Capedee pantes aja nggak ketemu haha. Saat itu ane mendapatkan kasur bunkbed posisi kasur atas, dan setelah mandi akhirnya ane tertidur lelap, bersiap untuk menjalani petualangan hari esok.
Bagian dalam Hostel 98 di Geylang, Singapore. Menurut ane hostel ini cukup recommended gan!

Kasur ane gan.

0 comments:

Poskan Komentar