Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

6.25.2016

Solo, 12 Juni 2016 : Běijīng, wǒ láile !! ( 北京,我来了 ) (Beijing, Aku Datang!!)

CHINA. Finally!!

Ketika aku membaca email dari Air Asia yang mengatakan bahwa beberapa hari lagi akan diadakan promo kejutan Rp 0, aku belum berpikir sama sekali akan mengunjungi China. Aku hanya akan ikut berburu tiket promo, itu saja. Belum ada tujuan dan target yang jelas mau kemana. Kalau angan-angan, ada Myanmar dan Srilanka. Tapi aku ingin mengunjungi kedua negara tersebut tahun ini, sementara promonya untuk tahun depan saja.

Mendekati jam 11 malam, aku tidak bisa tidur. Andrenalinku bergejolak. Rasanya sudah lama sekali aku tidak berburu tiket promo Air Asia lagi. Terakhir aku melakukannya di 2014, saat membeli tiket dari Johor Bahru ke Surabaya, yang akhirnya aku mendapatkan tiket tersebut kemudian perjalanannya kubatalkan. Sudah 2 tahun berlalu, jantungku berdegup kencang.

Jam 11 malam akhirnya datang, promo Rp 0 pun akhirnya dimulai. Boro-boro bisa masuk situs Air Asia, mengeload situsnya sedikitpun tidak bisa. Terlalu banyak pemburu tiket yang menyerbu situs Air Asia dalam waktu bersamaan. Aku menunggu dan mencoba selama beberapa jam, kemudian merasa menyerah karena aku hampir tidak bisa masuk situs Air Asia sama sekali.

Jam 2 pagi, akhirnya aku berhasil masuk situs Air Asia. Entah angin apa, salah satu kota yang aku coba cari promonya adalah Beijing dan aku menghadapi harga yang sangat murah. 229 rm sekali jalan dari Kuala Lumpur! Itu kan hanya sekitar Rp 750.000-an aja. Setara harga tiket dari Surabaya ke Kupang, Surabaya ke Palu, Surabaya ke Manado. Tiba-tiba hati kecilku berbicara, 'Aku harus ke Beijing!'

Sebenarnya aku sudah mendapatkan harga dan waktu yang pas, tetapi karena masih galau antara kota kedatangan dan kota keberangkatan pulang, ane tunda-tunda proses pembayaran. Aku ingin mendarat di Shanghai, kemudian lanjut naik kereta ke Beijing, jadi pulangnya dari Beijing. Tetapi tidak ada jam keberangkatan yang pas. Saat sudah merasa yakin, tiba-tiba harga tiket sudah kembali ke harga normal. Sial, aku telat! Untuk memastikan aku akan berangkat, kemudian aku mengamankan tiket Surabaya - Kuala Lumpur - Surabaya dahulu seharga Rp 540.000 untuk pulang pergi.

Mendekati jam sahur, situs Air Asia kembali sibuk dan susah diakses. Aku memutuskan istirahat sebentar. Jam 5, aku kembali berburu tiket. Angin ajaib apa, harga tiket ke Beijing kembali turun ke harga promo lagi :D. 

Tanpa berpikir panjang lagi, aku segera booking tiket Kuala Lumpur - Beijing - Kuala Lumpur. Sempat ragu pas mau mbayar, tinggal klik pembayaran tahap terakhir. Lalu tiba-tiba ada sebuah suara di otakku, "Ah, masa bodo! Booking aja. Gak tau ntar disananya gimana!" Hahaha. Langsung aja aku klik dan tiketku statusnya sudah berubah menjadi terkonfirmasi.

FINALLY!! AKU BENAR-BENAR AKAN KE CHINA!!

AKU AKAN MELIHAT TEMBOK CHINA!! INI KAN SALAH SATU TUJUAN YANG AKU TULIS DI BUKU MIMPIKU!! (BUKU MIMPIKU YANG BERNAMA PIOPY, BUKU YANG SAMA DIMANA AKU MENULISKAN INGIN KE INDIA DAN TERWUJUD 2012)

PANDA!! Hehehe.

Aku masih tidak percaya. Andrenalinku masih tergoncang. Meski tidak tidur semalaman, aku merasa tidak mengantuk sama sekali. Otakku terus mengagumi keberanianku untuk menekan tombol konfirmasi. Terkadang untuk mewujudkan mimpi, memang dibutuhkan sedikit sekali keberanian. Sedikit keberanian yang akan merubah segalanya.

Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan umur panjang untukku, untuk mempersiapkan dan menjalani perjalanan ke China ini. Terima kasih Tuhan!


Tiket Kuala Lumpur - Beijing PP seharga Rp 1.700.000

Tiket Surabaya - Kuala Lumpur PP seharga Rp 540.000

@@@

UPDATE
1 Februari 2017
Status : 50 %

Nggak terasa, waktu keberangkatanku ke China adalah sebulanan lagi. Sampai hari ini, beberapa perkembangan yang kulakukan adalah menyempurnakan rencana perjalanan (itinerary) yang sudah 90 % jadi. Untuk rute fix sendiri, akhirnya aku mengambil Beijing - Datong - Beijing.

VISA, aku ke Konsulat Jenderal China hari ini dan ternyata mereka masih tutup karena masih liburan imlek. Dan bukanya baru besok tanggal 2 Februari...Oh My..padahal sudah jauh-jauh kesini, pulangnya kehujanan lagi. Yaudah gpp, aku akan mengantarkan berkas pengajuan hari Jumat (3 Februari 2017) besok. Semoga lancar. Nanti aku update lagi ya.

Oiya karena ada perubahan jadwal Surabaya-Kuala Lumpur (Awalnya mendarat jam 22 waktu Malaysia jadi jam 18 waktu Malaysia, aku mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan di Chinatown dulu malam harinya.
Perubahan jadwal Surabaya-Kuala Lumpur menjadi lebih awal

Sudah booking penginapan di Kuala Lumpur, sebuah kamar single room di Sevennite Inn, seharga 49 Ringgit per malam.

@@@

UPDATE
8 Februari 2017
Mengajukan Visa China

Setelah sempat aku tunda beberapa kali karena kesibukan kerja, akhirnya tanggal 8 Februari, aku berangkat juga ke Konsulat Jenderal China di Surabaya Barat untuk mengajukan Visa Turis China (kelas L). Yap teman-teman, mengajukan Visa China bisa dilakukan di Surabaya.

Alamatnya dimana gan Konsulat Jenderal China?
~ Lokasinya ada di Lantai 5 Gedung Spazio, Jalan Mayjend Soengkono 105, Dukuh Pakis, Surabaya. Nomor teleponnya adalah (031) 60039880. Jam bukanya dari 09.00 AM sampai 04.00 PM, dimana untuk penyerahan aplikasi dilayani dari jam 09.00 AM sampai 03.00 PM sementara pembayaran dan pengambilan paspor dari jam 09.00 AM sampai 04.00 PM. Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional Konsulat ini tutup.

Gedung Spazio (Sumber Gambar : DISINI)

Situs resminya disini gan:

Apa saja persyaratan yang kubawa saat hendak mengajukan? Ini gan daftarnya:
1. Formulir aplikasi yang sudah kuisi lengkap sebelumnya. 

2. Paspor asli dengan masa berlaku minimum 6 bulan;

3. Fotocopy paspor bagian depan dan belakang yang ada biodatanya;

4. Fotocopy KTP;

5. Pas foto background putih ukuran 4,8 x 3,3 cm;

6. Tiket pesawat PP yang sudah terkonfirmasi;

7. Bookingan penginapan selama di China;

Begini Ceritanya:
Karena sebelumnya udah pernah kesini ( 1 Februari) tapi nggak jadi apply karena Konsulat masih tutup, aku tidak terlalu kesulitan menemukan lokasi Konsulat lagi. Setelah parkir motor, aku segera menuju Gedung Spazio. Oiya untuk ke Lantai 5 kita wajib menuju resepsionis/pusat informasi dahulu untuk menitipkan KTP dan ditukarkan dengan kartu akses lift. Nanti sewaktu akan naik harus menggunakan kartu ini untuk memencet tombol lantai tujuan.

Bayanganku bahwa Konsulat akan sangat ramai dan harus antri lama ternyata salah, karena sewaktu aku masuk cuma ada segelintir orang dan barisan loket-loket yang menunggu pelamar visa. Setelah mendapatkan nomor antrian aku segera menunggu giliranku dipanggil.

Petugas yang menverifikasi persyaratan visaku seorang wanita yang cukup tegas.

"Fotonya kebesaran ya ini, nanti bawa ukuran 4,8 x 3,3 aja," katanya sembari memisahkan beberapa berkas yang dia tidak memerlukannya dari aplikasiku.

Setelah menerima kembali berkasku aku segera bergegas mencari tempat print pas foto. aku berputar kesana kemari mencari dari sekian banyak ruko yang ada disitu. Aku sempat disarankan menuju Fuji Foto tapi katanya foto baru bisa jadi 45 menit lagi karena mesin sedang dipanaskan. Aku menolak dan mencoba mencari alternatif lain.

Mengandalkan google map terkadang bisa menjadi masalah karena aku sempat tertipu dua kali lokasi print foto yang ternyata kenyataannya tidak ada. Setelah hampir satu jam berputar tanpa hasil, akhirnya aku kembali ke Fuji Foto dan langsung print disana dan setelahnya bergegas kembali ke Konsulat.

Untunglah pada penyerahan berkas kedua, tidak ada masalah berarti. Setelah petugas merasa puas dengan ukuran fotoku, dia memberikan slip kertas dimana pasporku dengan visa bisa diambil hari Senin tanggal 13 Februari besok.

Aha! Gampang sekali ya ternyata apply Visa China!

@@@

UPDATE
14 Februari 2017
Visa China sudah jadi

Untuk jaga-jaga supaya tidak terkecoh (ternyata tanggal 13 pas visanya belum ready), aku memberi tambahan sehari untuk pengambilan Visa China. Jadilah aku baru berangkat ke Konsulat tanggal 14. Sebelum berangkat aku sempat memastikan dahulu dengan menelepon langsung ke Konsulat. Mereka mengatakan jika tidak ada telepon dari pihak mereka, pengambilan visa adalah sesuai dengan waktu yang tertera pada slip.

Aku menjalani prosedur seperti kemarin. Oiya perbedaan Visa China ini dengan visa yang lain, kewajiban membayar visa dilakukannya pada waktu pengambilan visa. Karena aku mengambil visa Kelas L dengan servis standar (5 hari kerja) maka aku diwajibkan membayar Rp 540.000. Sebuah Visa China yang cantik telah menempel di pasporku. Thank you God. 

Tahap terakhir: tinggal mengefixkan itinerary, membeli tiket kereta Beijing-Datong=Beijing, tukar ringgit dan yuan. Nanti aku update lagi ya kalau ada perkembangan.

1 comments:

  1. Hay mbak. Dintunggu ceritanya ya mbak,
    Sekalian intinerary dan budgetnya haha

    BalasHapus