Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

3.22.2015

Pengalaman Kena 'Jokes Bullying'

Agan-agan semua pasti sudah tidak asing dengan istilah 'bully' kan? Itu lo, sejenis perilaku menyimpang yang suka menggunakan kekuasaan, kepopuleran, kelebihan, kesempurnaan untuk merendahkan orang lain baik secara fisik, verbal maupun mental. Berdasarkan searching ane di internet, ada beberapa jenis bullying gan seperti bullying fisik, verbal dan seksual. Ane menambahkan satu istilah lagi gan: jokes bullying. Atau bullying yang dilakukan dalam lingkup bercandaan, tetapi menerus sehingga membuat si penerima bullying lama-lama menjadi tersinggung.

Ane pernah mengalami yang terakhir ini gan.

Kenapa bahkan seperti ini perlu ane tulis gan? Bukan semata-mata tujuan ane ingin supaya orang yang pernah jokes bullying ane membaca ini. Jujur ane nggak perduli orangnya mau membaca atau tidak. Ane hanya ingin mengatakan, 

"STOP BULLYING, even though it's only a STUPID JOKES."
(STOP membully orang lain, meskipun itu hanya gurauan bodoh)

Jadi ane mempunyai teman, sebut saja namanya Krimi. Krimi ini kalau cuma sama ane sebenarnya biasa aja gan. Ngejek pernah, tapi jarang. Ane sendiri jarang membalas ejekan dia, soalnya ane pikir 'nggak penting amat'. Tapi sikap Krimi ini langsung berubah drastis ketika dia sudah berkumpul bersama teman-teman tertentu gan, sebut saja kalau udah ngumpul sama Android, Lenovo sama Lenga. Mereka bakal menjadi kelompok yang kompak untuk jokes bullying ane. Ane sendiri nggak tau kenapa targetnya selalu ane. Apa karena ane orang yang terlalu suka cas cus kalau ngomong, muka ane yang nggak secakep orang lain menurut versi mereka, atau karena mereka sebenarnya diam-diam iri sama ane entah apa yang diirikan.

Ane awalnya biasa aja gan. Ane pikir, 'ah..cuma bercandaan aja, biasa aja lah'. Tapi kesabaran ane itu benar-benar sudah di ujung tanduk saat Krimi dan teman-temannya terus-terusan mengejek ane. Bahkan di suatu forum baru, saat ane harus bertemu teman-teman baru dari universitas lain, dia tetap jokes bullying ane. Jujur ane kan malu gan, dipikir teman-teman dari universitas lain ane itu orang yang paling disia-sia. Padahal ane tau mereka cuma bercanda, ane tau Krimi dan kawan-kawannya itu baik, tapi kadang disaat bercanda mereka tidak tau batasan. 

Begini salah satu contoh kasusnya untuk memperjelas gan:
Malam itu kita sedang bekerja di suatu forum, dan mendatangkan mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain (sebut saja Univ. XYZ) yang cukup jauh dari universitas kami. Disitu ceritanya ada dosen juga gan. Disaat para mahasiswa dari Univ. XYZ sedang memperkenalkan diri, tak sengaja ada yang namanya persis sama ane. Cuma namanya aja yang persis gan karena orangnya cakep banget hahaha. Mau ditanya seluruh dunia juga orang di seluruh dunia udah tau kalau meski namanya sama, dia cakepnya 1 juta kali lebih dari ane. Krimi yang mendengar namanya persis sama ane nggak tahan komentar di depan banyak orang:

"Wah, disini juga namanya ada yang kaya kamu. Tapi namanya sama kok wajahnya beda banget ya."

Gurauan dia langsung disambung tawa bahak-bahak dari beberapa orang. ASEM banget kan, ane cuma ikut tersenyum, tapi sebenarnya dalam hati marah luar biasa. Maksud ane, seluruh dunia juga tau yang dari Univ.XYZ lebih cakep kenapa harus diperjelas di depan banyak orang kan hahaha. Sampai dosen di sebelah ane bilang,

"Krimi itu kalau bercanda sukanya menyenangkan hati orang aja, tapi dia nggak peduli orang yang dibercandain."

Ane cuma bilang, "Ah..sudahlah Pak.Sudah biasa dia seperti itu. Saya nggak pernah dengarkan" jawab ane dengan santai. 

Bla-bla-bla masih banyak kasus lainnya. Tidak usah ane ceritakan.

 Jujur di beberapa kesempatan ane tersinggung gan. Tapi karena ane orang yang ngalahan dan nggak suka ribut, ane cuma bisa diam dan melimpahkannya ke status fb maupun curhat ke paitua ane. Itulah yang membuat ane akhirnya menjauh dari Krimi dan kawan-kawannya gan, padahal sebelumnya lumayan akrab karena pernah bekerja di satu tim, daripada ane emosi dan benaran marah, ane lebih memilih mundur dari mereka.

Menurut ane, kita tidak sepantasnya mengejek orang (entah serius atau hanya bercandaan) gan. Mengejek seseorang berarti mengejek ciptaan Tuhan dong. Ciptaan Tuhan itu sudah sesempurna menurut versi Tuhan gan, dan pasti semuanya akan diberi kelebihan serta kekurangan masing-masing. 

"Hargailah orang lain apa adanya. Pikiran mereka unik, hargailah. Perilaku mereka unik, hargailah. Fisik mereka tidak sempurna, hargailah. Sebenarnya tidak ada orang yang sempurna."

Dan satu pesan ane untuk orang yang suka 'jokes bullying' -- "Berhentilah mengejek bercandaan ke orang lain sebelum mereka benar-benar tersinggung. Karena kalian nggak akan tau apa dampak ke orang tersebut. Syukurlah kalau orangnya cuek kayak ane, cuma marah sebentar trus ilang. Kalau orangnya sensitif, itu bisa menjadi semacam luka psikologikal/mental ke mereka. Nah lo, siapa yang akan bertanggung jawab then?"

0 comments:

Poskan Komentar