Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

1.04.2016

[1] Sejarah Hawaii : Kedatangan James A.Cook


Segera setelah Ekspedisi Cook mendarat di Kauai, berkembang perdagangan yang pesat antara orang Inggris dan orang Hawaii. Pada gambar diatas, terlihat seorang nelayan Hawaii menawarkan ikan untuk dijual kepada crew Kapal Resolution (Gambar oleh Herb Kawa’nui Kãne)

Ekspedisi Kapten James A.Cook membawa nama Hawaii dan rakyatnya dikenali Bangsa Eropa (Gambar oleh Hawai’i State Archive)

1
Kedatangan Bangsa Barat:
Kapten Cook
(1775-1795)

Penjelajah Inggris, Kapten James A.Cook mungkin bukan orang Eropa pertama yang mengunjungi Kepulauan Hawaii. Beberapa sejarawan menyatakan bahwa seorang navigator Spanyol bernama Juan Gaetano adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Kepulauan Hawaii pada pertengahan 1500. Namun yang membuat nama Cook lebih terkenal karena dialah yang berhasil membawa Hawaii dan rakyatnya menjadi perhatian di Eropa.

Lukisan pria dan wanita di Pulau Sandwich yang digambar oleh awak kapal Kapten Cook (gambar oleh Hawai’i State Archives)

Peta pertama Òahu, Kauài, dan Nìihau yang digambar oleh awak kapal Kapten Cook. Sewaktu peta ini dibuat, ejaan nama pulau-pulau tersebut ditentukan oleh bagaimana mereka dilafalkan (Gamba roleh Hawaìi State Archives)


Pelayaran Kapten Cook
Selama dua pelayaran pertamanya, Kapten Cook menjelajahi belahan bumi selatan termasuk Selandia Baru, pesisir Australia dan beberapa pulau-pulau di Pasifik. Setelah dia menyelesaikan dua pelayaran pertamanya, beberapa pulau di Pasifik dipetakan dengan detil untuk pertama kalinya menggunakan kronometer. Kronometer merupakan peralatan baru yang ditemukan pada saat itu, berupa jam yang sangat akurat dan bisa digunakan untuk menentukan titik bujur lokasi pengamatan. Kapten Cook melakukan pemetaan ini dengan sangat hati-hati sehingga sampai saat ini hanya terdapat sedikit perubahan pada peta pulau-pulau barat daya Pasifik.

Pelayaran Kapten Cook yang ketiga merupakan pelayaran terpenting untuk sejarah Hawaii secara keseluruhan. Pada 12 Juli 1776, Kapten Cook mengembangkan layar dua kapalnya untuk pelayaran ketiganya. Kapal tersebut bernama Resolution dan Discovery. Lintasannya kali ini adalah ke arah barat laut, mengarungi Samudra Pasifik sampai ke Samudra Atlantik. Kapten Cook berlayar mengelilingi Afrika sampai Tasmania, dari sana berlayar kembali sampai Pulau Cook kemudian ke Tahiti. Karena Kapten Cook sudah pernah mengunjungi Tahiti sebelumnya, maka dia memilih Tahiti sebagai tempat untuk menambah perbekalan dan memperbaiki kapal sebelum berlayar mengarah ke utara untuk menjelajah pesisir barat laut Amerika Utara. Ketika meninggalkan Tahiti, Kapten Cook tanpa sengaja mengikuti rute yang diambil oleh orang Polynesia kuno yang berlayar dari Tahiti ke Hawaìi

Ketika Kapten Cook tiba di Kepulauan Hawaii pertama kali, orang-orang Hawaii mengira bahwa dia adalah Dewa Lono yang telah kembali. Simbol dari Lono berupa bendera berbentuk persegi panjang, dan kebetulan, layar dari kapal Kapten Cook berbentuk persegi. Kapal layar tersebut juga berisi penuh makanan, dimana Legenda Hawaii berjanji bahwa ketika Dewa Lono kembali beliau akan datang membawa makanan untuk rakyat (Gambar oleh Herb Kawa’nui Kãne)

Kedatangan Orang Eropa Pertama ke Kepulauan Hawaii

Pada 18 Januari 1778, Pulau Oahu disusul Kauai merupakan dua pulau pertama yang dikelilingi Kapten Cook. Kapten Cook menamai pulau-pulau tersebut Pulau Sandwich untuk menghormati Pangeran Sandwich yang merupakan Perwira pertama dari Departemen Angkatan Laut Inggris (tingkatan posisinya mirip sekretaris US Navy). Pemberhentian pertamanya di Hawaii adalah di Waimea, Kauai.

Segera setelah Kapten Cook mengijakkan kaki di Kauai, perdagangan berkembang dengan pesat antara orang Inggris dan orang asli Hawaii. Orang Inggris membutuhkan makanan, sementara orang Hawaii menginginkan paku besi yang ditawarkan orang Inggris sebagai barter. Meskipun orang Hawaii mempunyai sejumlah kecil besi sebelum kedatangan Kapten Cook (kemungkinan berasal dari limpasan ombak ke darat pecahan-pecahan kapal orang Spanyol), tetapi besi sangat langka dan orang-orang kepulauan tahu bahwa besi bisa bernilai tinggi. Orang Hawaii menukar 60 (enam puluh) babi, ubi rambat, kentang manis, pisang masak dan talas dengan paku dan beberapa lempengan besi.

Kepulauan Hawaii pada awalnya dinamakan Kepulauan Sandwich oleh Kapten Cook. Nama tersebut didapatkan untuk menghormati Pangeran Sandwich keempat, yang kemudian menjadi Perwira pertama Departemen Angkatan laut Inggris. (Gambar oleh Hawaii State Archives)

Ketika Kapten Cook turun ke daratan, orang-orang Hawaii memperlakukannya seperti pemimpin tingkat tertinggi bahkan disamakan dengan Dewa. Rakyat Kauai berpikir bahwa Kapten Cook merupakan Dewa Lono yang sudah kembali. Dari Kauai, cook berlayar ke pulau terdekat yakni Niiahu. Dia mendapatkan ubi rambat dan garam disana. Sebagai barternya, dia memberi beberapa kambing dan babi, semangka, labu dan benih bawang kepada rakyat Niiahu. Setelah dua minggu berada di Niiahu, Kapten Cook berlayar kembali untuk menjelajah bagian barat laut pesisir Amerika utara.

Prajurit Hawaii pada zaman dahulu menggunakan pāhoa kayu (paling kiri) dan Dewa Perang Kū (paling kanan) saat peperangan.

Ekspedisi Kapten Cook memasuki kawasan Teluk Keakakekua pada bulan Januari 1779 (Gambar oleh Herb Kawa’nui Kãne)

Pada akhir musim gugur, Kapten Cook dan awak kapalnya kembali ke Hawaii untuk menghabiskan musim dingin serta menjelajahi Kepulauan Hawaii secara menyeluruh. Setelah memetakan pesisir Maui dan Hawaii, Kapten Cook berlabuh di Teluk Kealakekua di Pesisir Kona di Pulau Hawaii untuk mengisi perbekalan kapalnya lagi. Orang-orang Hawaii sangat senang melihat kapal Kapten Cook yang mengelilingi pesisir Pulau Maui dan Pulau Hawaii. Kedatangan Kapten Cook ini adalah sama dengan kedatangan sebelumnya yakni pada Musim Makahiki, disucikan untuk Dewa Perdamaian Lono. Kemungkinan pada kāhuna (tetua, pendeta) percaya bahwa kembalinya Kapten Cook memenuhi legenda tentang Dewa Lono. Menurut Legenda Hawaii, Lono telah berlayar dan berjanji akan kembali suatu saat nanti. Orang-orang Inggris ini memenuhi kriteria deskripsi Lono, bahkan layar pada kapalnya berbentuk persegi, seperti simbol suci Lono. Seperti yang dijanjikan pada legenda, kapal tersebut bahkan penuh dengan makanan.

Sementara kedua kapal yang dipimpin Kapten Cook – Resolution dan Discovery – diperbaiki, orang-orang Inggris mulai melakukan perdagangan dengan Orang-orang Hawaii. Raja setempat yang bernama Kalani’ōpu’u mengunjungi Kapten Cook diatas kapal Resolution dan bertukar hadiah dengannya. Raja Kalani’ōpu’u memberi Kapten Cook beberapa jubah bulu dan makanan, sebaliknya Kapten Cook memberi kemeja linen dan sebuah pedang. Beberapa saat kemudian, Cook juga menghadiahi Raja Kalani’ōpu’u dengan tool chest.

Kebanyakan besi yang diperdagangkan adalah dalam bentuk senjata pendek dengan pinggiran tajam, dibuat oleh pandai besi di kapal. Senjata tersebut mempunyai model mirip dengan senjata tradisional orang Hawaii, pāhoa dari kayu. Tidak ada perselisihan serius yang terjadi antara orang Inggris dan orang Hawaii.

Kematian Kapten Cook
Reparasi kedua kapal Kapten Cook selesai dalam 18 (delapan belas) hari, dan kedua kepal telah berisi penuh bahan makanan dan keperluan lainnya. Kapten Cook berlayar meninggalkan Kealakekua, dan berencana kembali ke barat laut Pasifik. Namun, beberapa hari setelah pelayaran terjadi badai besar yang menghncurkan Kapal Resolution dan memaksa Kapten Cook untuk kembali ke Teluk Kealakekua.

Pada 14 Februari 1779, awak kapal Kapten Cook kembali ke Teluk Kealakekua dengan tanpa pemberitahuan untuk memperbaiki kapal mereka yang rusak akibat badai. Pertempuran terjadi antara orang-orang Hawaii dan Kapten Cook beserta awak kapalnya. Kapten Cook tewas dalam pertempuran tersebut (Gambar oleh Herb Kawa’nui Kãne)

Kembalinya Cook pada kali ini tidak diterima dengan baik oleh rakyat Kealakekua. Musim Kū, Dewa Perang, telah dimulai. Memberikan persediaan makanan kepada awak kapal kedua kapal pimpinan Kapten Cook mengakibatkan persediaan makanan orang-orang Hawaii mulai menipis. Keduanya saling bertengkar dan berselisih. Orang-orang Hawaii mulai melempar batu kepada awak kapal yang telah turun ke pesisir, bjuga mencuri kapal boat besar dan menghancurkannya untuk mengambil paku-pakunya.

Kapten Cook memerintah awak kapalnya untuk turun ke darat dan merebut kembali kapal boat. Dia bahkan berencana merayu Raja untuk naik ke kapal dan menawannya sampai kapal boat dikembalikan. Kapten Cook hampir berhasil melaksanakan rencananya, sampai dia diserang ketika hendak membawa Raja ke kapal. Dalam serangan tersebut Kapten Cook tewas.

Mengetahui Kapten Cook telah tewas, orang-orang Hawaii kemudian membawa jasadnya bersama keempat pelaut lainnya yang juga meninggal dalam pertempuran. Jasad Kapten Cook diperlakukan seperti pimpinan tinggi bahkan seperti dewa. Seperti adat lokal, daging yang melekat pada tulang jasad Kapten Cook dilepaskan dan beberapa tulangnya diletakkan diantara beberapa pimpinan. Kapten Clerke yang mendapat jabatan sebagai komandan ekspedisi yang baru bersama sebagian besar pemimpin asli Hawaii membuat penyelesaian damai. Meskipun demikian, beberapa pertempuran tetap berlanjut sampai bagian dari tubuh alm. Kapten Cook dikembalikan. Orang-orang Hawaii ini menunjukkan keberanian yang hebat melawan senjata superior dan modern orang Inggris.

Monumen untuk menandai tempat meninggalnya James A. Cook dibangun di Teluk Keakakekua. (Gambar oleh Hawai’i State Archives).

Sumber: Terjemahan Buku History of the Hawaiian Kingdom karya Norris W. Potter, Lawrence M. Kasdon, Ann Rayson.

1 comments: