Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

8.01.2016

Diary Menggapai Himalaya 24 : Chicken Momo

Kathmandu, 10 Juli 2016
Jajanan pinggir jalan Kathmandu

Aku penasaran dengan makanan ini sejak pertama melihatnya di pinggir jalanan Kathmandu. Aku pikir namanya cukup lucu ya. Chicken Momo, makanan apa lagi ini? 

'Tunggu, kamu yakin mau membeli jajanan di pinggir jalan Kathmandu?' tegur hatiku.

'Ah, sudahlah. Ini hari terakhirku di Kathmandu. Tidak usah berpikir terlalu banyak selain mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin disini,' kataku lagi dalam hati.

"Sir, one chicken momo. Take away," kataku kepada lelaki penjual chicken momo.

"80 Rupee," katanya sambil menyerahkan bungkusan hangat chicken momo.


Setelah sampai tempat istirahat dan memakannya, ternyata citarasa chicken momo cukup enak. Camilan ini mempunyai bentuk seperti pangsit dengan bahan utamanya adalah ayam yang dicincang dengan sayuran lain seperti wortel, kubis dan banyak lagi. Jajanan ini bisa dikatakan sehat karena tidak melibatkan minyak. Cara memakannya, tuangkan kuah kuning dan saos bersamaan diatas chicken momo. Kuah kuning ini sendiri rasanya seperti sambel pecel dengan sentuhan rempah-rempah India.

Asal muasal jajanan ini ternyata jauh berasal dari pegunungan sana. Tibet. Ah, chicken momo, Aku kangen.


0 comments:

Poskan Komentar