Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

11.01.2016

Surabaya, 2 November 2016 : Usaha Ternak

Aku baru menyadari, aku mempunyai passion di bidang peternakan dan pertanian. Memikirkan akan mempunyai usaha di kedua bidang itu membuatku bersemangat. Ini adalah cita-citaku, menjadi pengusaha. Ide memulai usaha ternak ini kumulai pada Februari 2015, setelah aku lulus kuliah.

Februari 2015, aku mendapatkan kejutan tak terduga. Bulan itu adalah bulan terakhir aku mendapatkan beasiswa dari CIMB Niaga karena pada 16 Februari 2015 aku telah resmi dinyatakan wisuda oleh UGM. Aku membutuhkan waktu sekitar 4,5 tahun untuk mneyelesaikan pendidikanku.

Perjanjian beasiswa ini pada awalnya adalah CIMB Niaga akan memberikan beasiswa kepada kami selama 4 tahun, jadi kalau lulusnya lebih dari 4 tahun harus menanggung biaya kuliah sendiri serta tidak diberi uang saku lagi. Tapi entah kapan, kebijakan peraturan ini tiba-tiba berubah. CIMB Niaga tetap memberikan beasiswa kepada kami sampai kami wisuda, entah batasnya sampai berapa tahun. Aku yang tidak tahu dan tidak sadar, kaget karena tiba-tiba mendapati uang Rp 5.000.000 bercokol di rekening ponselku.

Saat itu aku lagi senang-senangnya berjualan, berwirausaha, karena memang itulah satu-satunya peluangku untuk mendapatkan uang sebelum bekerja. Aku berjualan barang-barang seperti baju, celana, HP bekas, kucing, tas, syal tenun, sepeda, meja, buku, dan sebagainya di grup jual beli barang bekas anak kos Jogjakarta ataupun lewat OLX. Penghasilanku lumayan, setidaknya aku bisa mendapatkan lebih dari satu juta rupiah. Konsekuensinya, waktu itu aku hampir setiap hari bolak-balik Jogja sambil kehujanan hanya untuk melayani COD dengan pembeli. Pada hari kelima, aku drop san sakit panas setelah kehujanan dan kecapekan berhari-hari.

Kembali ke kaget karena tiba-tiba di rekeningku ada uang Rp 5.000.000, aku mulai berpikir banyak hal. Jiwa wirausahaku bereaksi. Aku berpikir, jika aku menggunakan uang ini untuk traveling, pastilah langsung habis dan belum ada dampak cepatnya. Bagaimana kalau aku menggunakannya untuk investasi? Aku mulai berpikir keras. Apa yang bisa kulakukan dengan uang ini?

Aku tiba-tiba teringat tawaran temanku dari NTT yang mengatakan kalau harga sapi disana hanya Rp 1.500.000/ekor, sungguh terlalu murah dibandingkan di Jawa karena di NTT merupakan sentra produksi sapi bali. Aku mulai mengandai-andai,

'apa kubelikan sapi dulu aja ya?' 
'kan tahun depan pasti sudah tambah besar atau bahkan mungkin beranak.'

Aku segera membicarakan ideku ini dengan ayahku. Ayahku merasa sedikit keberatan, menanyakan apakah temanku itu bisa dipercaya. Aku bilang aku bisa percaya dan aku yakin akan keputusanku. Aku segera menyampaikan keputusanku ke temanku, aku ingin membeli seekor sapi betina yang seharga Rp 1.500.000.

Temanku menyetujui, dan beberapa hari kemudian aku diberi kabar buruk.

"Kak, sapinya tidak ada yang seharga Rp 1.500.000, stoknya habis. Kalau mau yang lebih besar ada tapi harganya Rp 2.500.000."

"Waduuh, bagaimana ya? Jadi nggak jadi dong?" jawabku dengan kecewa.

"Tadi mama bilang, bagaimana kalau beli kambing enam ekor saja? Kebetulan ada yang sedang jual murah per ekor hanya dihargai Rp 250.000 saja."

"Aku pikir-pikir dulu ya.."

Dan akhirnya beberapa hari kemudian aku memutuskan membeli kambing 6 ekor. Lega rasanya sudah menginvestasikan sedikit uangku pada sesuatu yang bisa berkembang. Aku rasa ini adalah passionku.







###

Pada pertengahan 2015, aku membeli 10 ekor ayam di NTT seharga Rp 35.000/ekor. Investasi senilai Rp 350.000 ini aku lakukan dengan kepercayaan ayam-ayam betina ini bisa berkembang biak dengan baik dan menguntungkan. Tuhan akan menjaga.


###

Pada awal 2016, aku memutuskan membeli seekor sapi betina kembali di NTT karena ada yang menjualnya murah seharga Rp 2.500.000/ekor. Aku merasa sayang kalau uang tabunganku hanya kusimpan di bank saja tanpa ada penambahan berarti. Aku berharap ke depannya sapi betina ini bisa berkembang biak.



###

Pertengahan 2016, aku kembali membeli dua ekor sapi jantan dari teman yang sama. Investasi yang kulakukan sebesar Rp 7.000.000. Semoga tahun depan bisa segera dijual. Kalau bisa aku ingin mengirimnya ke Jawa, dijual di Jawa sini supaya harga belinya lebih tinggi. Aku sedang mencari cara dan orang untuk itu. Kebetulan temanku peternakan UGM sudah pernah melakukannya. Aku akan menanyakan cara padanya.



###

Oktober 2016, aku kembali membeli seekor sapi jantan kembali seharga Rp 3.500.000 dari orang yang sama. Sapi jantan tersebut dijual agak murah karena penjual tersebut sedang membutuhkan uang. Aku berharap yang terbaik, semoga semua investasi ini tahun depan bisa menghasilkan. Aku senang menjalankan sesuatu berdasar passionku, aku tidak merasa terbebani.


0 comments:

Poskan Komentar