Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

3.22.2018

CARA MENUJU PANTAI ORA (TRAVELING JANUARI 2018)

Resort Ora

Pantai Ora, siapa yang tidak mau kesini? Salah satu primadona di Provinsi Maluku, salah satu primadona bagi negara kita tercinta, Indonesia. Aku dan tiga orang teman mendapatkan kesempatan mengunjungi Ambon dan Pantai Ora pada tahun baru 2018 lalu selama 4 hari 3 malam. Budget yang kami habiskan adalah sekitar 3,5 juta rupiah per orang dengan metode backpacker (sudah termasuk tiket pesawat). Di bawah ini akan aku jabarkan cara menuju Pantai Ora di Pulau Seram.


Jarak dari Pelabuhan Tulehu ke Amahai

NB: Pantai Ora dan Ambon itu masih jauh ya teman-teman. Ambon ada di Pulau Ambon, sementara Pantai Ora ada di Pulau Seram. Yap. Dua pulau yang berbeda. Jadi untuk menuju Pantai Ora teman-teman harus melakukan perjalanan darat dan laut.

1. Sampai Bandara Pattimura di Ambon jam 06.00 WIT, kami ditawari mobil Avanza yang banyak stand by di depan Bandara untuk menuju langsung ke Pelabuhan Tulehu, seharga Rp 150.000/mobil. Kalau waktunya longgar bisa juga naik angkot dua kali, dengan rute Bandara Pattimura -Terminal Mardika, disambung angkot lainnya dari Terminal Mardika - Pelabuhan Tulehu. Karena kami mengejar speed boat yang jam 09.00 WIT, kami memutuskan langsung charter Avanza. Jarak tempuh dari Bandara Pattimura ke Pelabuhan Tulehu dengan naik mobil charter Avanza sekitar 1 jam dengan medan perbukitan yang lumayan meliuk-liuk.

NB; Jadwal speed boat ke Pelabuhan Amahai sehari ada 2x, yakni jam 09.00 WIT dan 16.00 WIT

2. Sesampainya di Pelabuhan Tulehu, kami segera membeli tiket speed boat untuk menuju ke Pelabuhan Amahai di Pulau Seram. Ada dua loket di Pelabuhan Tulehu, satu loket untuk penjualan tiket kapal ke Pulau Saparua (Harganya Rp 65.000), satu loket untuk penjualan tiket kapal ke Pulau Seram (Harga Rp 115.000 sekali jalan untuk kelas ekonomi, Rp 260.000 untuk kelas VIP). Lama perjalanan dari Pelabuhan Tulehu ke Pelabuhan Amahai sekitar 4 jam. 

Selesai beli tiket, kami putuskan sarapan di warung yang banyak tersebar di pintu masuk Pelabuhan Tulehu. Harga makanan cukup bersahabat, antara Rp 20.000 sd Rp 25.000 sekali makan.

3. Sampai di Pelabuhan Amahai di Pulau Seram bagian selatan, kita putuskan naik angkot yang stand by di depan pelabuhan untuk menuju ke terminal di kota.  Di Pelabuhan Amahai banyak sekali supir yang menawarkan charter mobil pribadi untuk diantar sampai ke Desa Saleman sebagai titik pemberhentian terakhir sebelum Pantai Ora. Namun harganya gila-gilaan, satu mobil ditarif Rp 800.000. Kami menolak dan pilih naik angkot ke terminal kota. Siapa tau disana bisa dapat charteran mobil lebih murah. Tarif naik angkot Rp 5.000/orang.

Pelabuhan Amahai, Pulau Seram

Angkot dari Pelabuhan Amahai ke Kota Amahai

4. Sampai di Terminal di Kota Amahai, kita tinggal keluar terminal dan sudah banyak jasa charter mobil/jasa transportasi menuju ke Desa Saleman di titik pemberhentian terakhir sebelum Pantai Ora. Ada dua pilihan, kalau mau naik tanpa charter, biayanya Rp 75.000/orang. Namun konsekuensinya, harus menunggu mobil sampai penuh dahulu. Kalau mau charter, biayanya Rp 500.000 sd Rp 600.000/mobil/sekali jalan. Karena kita hanya berempat dan tidak nampak traveler lainnya yang kelihatan, kita memutuskan charter.
Charter mobil menuju Desa Saleman

5. Sebelum berangkat kita putuskan sarapan dahulu karena di sepanjang jalan Kota Amahai ke Desa Saleman itu bakal jarang banget warung, kebanyakan hutan belantara. Lama perjalanan dari Kota Amahai ke Desa Saleman sekitar 2 jam dengan kondisi jalan yang cukup bagus, namun berkelak-kelok ala pegunungan.
Kondisi jalan dari Amahai ke Saleman

 Hutan di samping kanan dan kiri jalan

Salah satu spot foto. Di kejauhan itu adalah Pantai Ora.

6. Sampai di Desa Saleman, kita diaturkan driver mobil untuk charter boat lagi untuk mengantarkan ke penginapan kita yang berada di Desa Mata Air Belanda. Dari Desa Saleman ke Desa Mata Air Belanda memang masih cukup jauh, sekitar 2-3 kilometer, dipisahkan oleh lautan. Tarif sewa boar adalah Rp 700.000/boat, namun itu sudah termasuk diantarkan Desa Saleman-Desa Mata Air Belanda PP, diantar renang sore harinya ke Spot Tebing, diantar esoknya seharian snorkeling ke Pantai dan Resort Ora.
Desa Saleman. Cantik banget.

Desa Saleman

Desa Saleman

7. Penginapan di Desa Mata Air Belanda ini seharga Rp 300.000/malam. Bisa untuk 2 orang. Jika tambah makan maka biayanya Rp 50.000/orang/sekali makan. Daari Desa Mata Air Belanda, masih harus naik boat lagi sekitar 15 menit untuk menuju Pantai/Resort Ora yang indahnya benar-benar tak ada tandingannya.
Laut dangkal di depan penginapan di Desa Mata air Belanda

Desa Mata air Belanda kaya akan sumber air tawar

Desa Mata air Belanda

 Meninggalkan Desa Mata Air Belanda untuk menuju SPOT Tebing

Desa Mata air Belanda

PEMANDANGAN DI SPOT TEBING


PEMANDANGAN DI RESORT ORA DAN SEKITARNYA











NB; Menggambil gambar dari postingan ini boleh namun harap mencantumkan sumbernya. Terimakasih Guys!!

4 comments:

  1. Halo, ada kontak di penginapan mata air belanda? Dan juga speed boat nya ? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juga... Mohon ijin, Numpang berbagi informasi. ini Nomor Kontak Penginapan Mata Air Belanda.
      Hp : 0812 2830 4006
      Kami Siap Melayani.
      Terima Kasih

      Hapus
  2. Mau tanya kalau pergi sekeluarga bawa anak usia 15th dan 9th aman ga ya dgn perjalanan berjam jam? Ada tempat Sholatnya mas?

    BalasHapus
  3. Dari Bandara Patimura sampai ke pulau Ora di penginapan pinggir pantai berapa biaya ....

    BalasHapus