Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

12.22.2015

[PART 8] Tinta Hindustan: Makam Akbar Agung

Gerbang masuk Makam Akbar Agung dengan lukisan panel inlay 

Dengan perundingan tarif yang cukup alot, petualangan kami berlanjut menuju Akbar Tomb. Akbar Tomb merupakan makam raja ketiga Kekaisaran Mughal yang berlokasi di Sikandra di pinggiran kota Agra yang berjarak sekitar 8 km dari pusat kota. Karena jaraknya dari Agra Fort yang lumayan jauh, kita harus naik auto rikcshaw melewati keramaian jalanan Kota Agra dengan deruan bunyi klakson kendaraan lain yang cukup memekakkan telinga. Hal itu masih ditambah dengan udara panas yang menyembur dari jalanand an polusi asap kendaraan. Semua hal itu mulai membuat semangat perjalanan dan jiwa petualanganku seakan sudah habis. Kepalaku pusing.

Sampai di tempat tujuan, semangatku tidak juga naik, ditambah kepala pusing. Karena itulah aku memutuskan tidak ikut masuk ke Makam Akbar Agung, keputusan yang cukup aku sesali. Akhirnya hanya Pix San dan Sony saja yang masuk, sedangkan aku menunggu sambil tiduran di Auto Rickshaw. Suasana di halaman parkir kebetulan sejuk dan menenangkan sehingga bisa membuatku hampir tertidur. Tetapi sesaat sebelum tertidur, aku diminta supir auto rickshaw untuk menunggu di tempat duduk parkir karena dia beralasan akan makan. Aku pun keluar dan berbincang dengan supir auto rickshaw yang lain, dia sempat mengatakan akan membeli jam tangan murahanku seharga 200 Rs. Aku tolak karena aku membutuhkannya untuk mengestimasi jadwal ketibaan kereta api, bukan masalah harga mahal atau murah hehehehe.

Bangunan Makam Akbar Agung ini sangat spektakuler. karena Akbar merupakan salah satu raja terhebat dalam sejarah Kerajaan Mughal. Dari gerbang masuknya saja sudah terlihat ukiran panel inlay yang sangat cantik dan rumit pada gabungan batu pasir merah dan marmer putih, khas Kerajaan Mughal. Gerbang masuk ini dibangun Akbar meniru desain Buland Darwaza di Fatehpur Sikri. Pada bagian atas gerbang utamanya, terlihat empat minaret dari marmer putih yang berdiri gagah, seakan melambangkan kebesaran Akbar, kebesaran Kerajaan Mughal. Terdapat satu phistaq (satu pintu utama terbesar yang bentuknya melengkung seperti busur) dan empat iwan (berupa lengkungan lebih kecil di sekeliling Phistaq). 
Lukisan panel inlay 
Sumber: wikipedia.org

Makam Akbar Agung ini dibangun pada 1605-1613 pada lahan seluas 48 Hektar di Sikandra dimana inisiatornya adalah Akbar Agung sendiri. Makam Akbar Agung mulai dibangun pada tahun 1600. Menurut tradisi Tartary, pembangunan makam memang dimulai selama masa hidup seseorang. Dalam hal ini, Akbar sendiri yang memilih lokasi di Sikandra ini untuk dijadikan lokasi makamnya. Setelah kematiannya pada 1605, putranya, Jahangir menyelesaikan pembangunan makam pada 1605-1613.

Pada masa pemerintahan Aurangzeb Alamgir, putra Shah Jahan, Rebellious Jat dibawah Raja Ram Jat menghancurkan makam-makam indah ini sekaligus menjarah semua emas, perhiasan, perak, karpet dan menghancurkan hal-hal lain. Bekas penyerbuan itu masih ada dengan dijumpainya tanda-tanda terbakar di gerbang. Tulang akbar juga dibakar dan makam dirusak sampai Inggris dibawah Lord Curzon melakukan perbaikan. Selain mencuri dan menghancurkan Makam Akbar Agung, Taj Mahal juga dijarah dan dua gerbang Agra Fort dihancurkan.
Bagian depan Makam Akbar Agung

Begitu masuk, kita akan disuguhi pemandangan halaman yang melampar luas, dengan sebuah kolam kering dan embusan angin dari pohon lontar, pohon khas daerah dengan iklim panas. Melangkah lebih jauh, kita akan melihat bangunan utama makam dengan banyak iwan dan satu phistaq utama. Makam itu dikelilingi oleh tembok batu pasir merah dengan ketinggian 10-20 meter. Pada bagian atasnya terdapat kubah-kubah kecil dari marmer putih yang menggambarkan percampuran budaya Islam, India, Persia dan Turki Ottoman.
Lorong sempit menuju Makam Akbar Agung

 Untuk memasuki Makam Akbar Agung, kita diharuskan melewati lorong yang cukup sempit. Lorong tersebut berakhir pada sebuah ruangan tertutup gelap dan lembab dengan sebuah makam sederhana pada bagian tengahnya. Bangunan makam tersebut berupa piramida empat sisi, dialasi oleh sebuah paviliun marmer yang berisi makam palsu. Makam yang sesungguhnya, seperti di makam lainnya, di ruang bawah tanah.
Ziarah di Makam Akbar Agung

Makam Akbar Agung yang sebenarnya, ada di dalam mausoleum bawah tanah

Sejarah India memang tidak akan pernah terpisahkan dari Kerajaan Mughal. Kebesaran Akbar Agung memang tidak pernah terlupakan di hati masyarakat India, terbukti dengan masih banyaknya peziarah yang datang ke Makam Akbar Agung. Mereka bahkan berdoa di sisi makam. Menunjukkan bahwa dahulu kala, Akbar Agung merupakan raja yang sangat disayangi rakyatnya. Sejarah tidak akan berbohong.
Makam Lodi, berada di Kompleks Makam Akbar Agung
Sumber: wikipedia.org

Kanch Mahal, dibangun oleh Jahangir pada Kompleks Makam Akbar Agung
Sumber:  wikipedia.org

0 comments:

Poskan Komentar