Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

1.08.2015

Sumur Uji, Parit Uji dan Terowongan Uji

APLIKASI PARIT UJI, SUMUR UJI & TEROWONGAN UJI pada DUNIA NYATA

Penyelidikan geologi teknik merupakan langkah awal untuk melakukan pembangunan konstruksi teknik maupun mitigasi bencana alam. Penyelidikan geologi teknik ini meliputi pengumpulan data dan analisa data permukaan ataupun bawah permukaan. Analisa bawah permukaan ini antara lain bisa dilakukan dengan pembuatan parit uji, sumur uji dan terowongan uji.

a.     Sumur uji
      Merupakan lubang-lubang hasil penggalian (baik dengan tangan/mesin) dengan diameter sekitar 1 m hingga 1,5 m. Pembuatan sumur uji digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan relatif dangkal seperti jenis tanah, ukuran butir tanah, tebal lapisan tanah penutup, adanya bidang diskontinuitas bawah permukaan, dll. Pembuatan sumur uji ini juga disertai dengan pengambilan sampel terganggu maupun tidak terganggu.

b.      Parit uji
     Merupakan lubang galian yang dibuat seperti parit dengan tujuan untuk mengetahui lebih jelas geologi di permukaan, misalnya batas atau bidang kontak lapisan-lapisan batuan, rekahan, patahan, tingkat pelapukan dan tebal lapisan penutup. Perbedaan dengan sumur uji adalah terletak pada ukurannya, biasanya lebar parit uji adalah berkisar antara 0,5-5m. Parit uji merupakan bagian penting dari penyelidikan geoteknik apabila terjadi perubahan kondisi tanah yang signifikan (horizontal maupun vertikal), adanya volum tanah yang besar dan atau material bukan tanah (bongkahan, kerakal, debris) yang contohnya tidak bisa diambil dengan menggunakan metode konvensional.
Selain untuk mengetahui sifat fisik tanah, beberapa uji lapangan juga dilakukan selama proses pembuatan sumur uji ataupun parit uji. Selain itu juga sering dilakukan uji sifat hidarulika tanah.

c.       Terowongan uji
Terowongan uji sering juga disebut lateral hole test dan dibuat dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi sepanjang jalur terowongan. Pengamatan kondisi geologi terutama pada dinding-dinding terowongan. Salah satu yang wajib diperhatikan dalam penyelidikan menggunakan terowongan uji adalah adanya gas beracun, kemungkinan runtuhnya dinding terowongan karena rembesan air atau ketidakstabilan batuan terowongan uji karena getaranMelalui pengamatan tersebut akan dihasilkan data-data bawah permukaan yang memberikan kenampakan batas-batas litologi, antara lain:
-      Batas yang merupakan lapisan penciri
-      Batas perubahan litologi secara lateral
-      Batas urutan gradasi vertikal
-      Batas yang berupa ketidakselarasan
-      Batas yang berkaitan dengan satuan-satuan genesis
.

DAFTAR PUSTAKA
Budi Indrawan, I Gde & Dwikorita Karnawati. 2011. Panduan Praktikum Geologi Teknik. Laboratorium Geologi Tata Lingkungan, Jurusan Teknik Geologi UGM hal 21-26
Verhoef, P.N.W. 1994. Geologi Untuk Teknik Sipil. Erlangga, Jakarta 

0 comments:

Poskan Komentar