Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

9.12.2020

Surabaya, 13 September 2020: How's Life? Why I Need to Take A Break?

How's your life?
How are you Galuh?
Do you need to take a break?

List of question I asked for myself.

Akhir-akhir ini ane merasakan kehampaan, ane merasa jiwa ane kering, ane merasa gak bersemangat dan gak punya energi untuk melakukan apapun. Terkadang ane merasa depresi. Dan penyebab semua itu adalah... pekerjaan ane yang hampir nonstop, menyita semua waktu dan energi ane. Pekerjaan ane yang hampir membuat ane susah mempunyai kehidupan sosial. Pekerjaan ane yang membuat ane susah setengah mati untuk melakukan hobi ane. Pekerjaan ane yang membuat ane malas setengah mati buka WA di pagi hari.

That why I decide, I want to take a break.

What do you mean?

Ane akan "stop" menerima "pekerjaan berat" dahulu selama beberapa bulan. Pekerjaan berat maksudnya? Pekerjaan yang butuh waktu lama untuk mengerjakannya, pekerjaan yang di sepanjang perjalanannya bakal ribet dan berbelit-belit, pekerjaan yang ane didesak terus-menerus, dan sebagainya.

Pekerjaan membuat 5 dokumen itu.

"Ah beneran? Nanti tergoda lagi kalau ada yang nawarin?"

Ane sudah bertekad! 

"Lalu apakah kamu akan stop kerja sepenuhnya?"

Setelah semua pekerjaan eksisting ini selesai, iya. Ane akan berhenti kerja sepenuhnya minimal 3 bulan. Ane mau recovery. Ane mau roadtrip. Ane mau hidup sederhana menyatu dengan alam. Ane mau tidur di mobil ane menyusuri kepulauan nusa tenggara yang eksotis. 

Ane mau mengistirahatkan jantung ane. Mengistirahatkan pikiran ane. Menonakifkan nomor untuk sementara. 

Ane ingin merasa bebas, lepas. Ane ingin bisa menikmati sejuknya embun di pagi hari tanpa harus mikir jam sekian aku udah harus buka laptop lagi. Ane ingin bisa minum kopi, baca buku novel-novel misteri.


0 comments:

Posting Komentar