Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

4.27.2016

[SHARE STORY] Ketidaksengajaan Berbuah Beasiswa Kuliah

 Kisah ini bermula dari ketidaksengajaan. Ketidaksengajaan yang mengubah jalan hidup ane gan. Tapi ane yakin, ketidaksengajaan ini pastilah Tuhan yang mengatur gan.

Hari itu adalah hari dimana ane diharuskan mengikuti tes bahasa Inggris (TOEFL) di kampus baru ane, UGM. Sesuai peraturan yang dulu-dulu, setiap mahasiswa baru UGM memang diwajibkan untuk tes TOEFL dulu gan sebelum tahun ajaran baru dimulai. Kalau skor TOEFLnya > 500, maka kita bisa dibebaskan langsung dari makul Bahasa Inggris di semester 1 dengan nilai A. Dan agan tahu skor TOEFL ane? Ah sudahlah, itu membuat ane sakit hati. Intinya ane harus tetap ikut kelas Bahasa Inggris di semester 1 haha.

Rumah ane di Solo. Karena belum ngekos di Jogja (pelaksanaan Tes TOEFL ini dilaksanakan semingguan sebelum perkuliahan resmi dimulai), ane berangkat motoran dari Solo dengan ibu ane. Berangkat pagi-pagi dari Solo, kami sampai Jogja jam 7 pagian. Segera saja ane Tanya-tanya ke panitia, dan ternyata nomor urut ane kebagian tes TOEFL yang siang (mulai jam 14.00). Yaah…sial. Ane Bingung harus ngapain beberapa jam ke depan ini.

Akhirnya ibu ane yang seorang petualang mengajak ane jalan-jalan ke Kaliurang dahulu sembari menunggu jam 2 siang. Akhirnya ane ngadem di Telaga Putri sambil makan-makan dan pulang kembali ke Jogja, sampai di Jogja jam 12 san.

Menunggu kembali sekitar 2 jam, akhirnya tes TOEFL untuk rombongan ane siap dimulai juga. Ane segera saja masuk ke ruangan besar (semacam aula) di GSP dan mencari nomor ane. Saat ane sedang duduk dan menyiapkan alat tulis, kebetulan ane ketemu dengan teman olimpiade semasa kuliah – Fraga Luzmi Fahmi – yang duduk di sebelah kiri depan ane.

“Eh, Luh!” Sapa Fraga.

“Eh, ga, apa kabar?” jawab ane. Kebetulan Fraga ini jurusannya sama kayak ane.

“Baik, baik. Eh kamu mau beasiswa nggak? Besarnya bisa puluhan juta lo!” kata Fraga dengan antusias.

“Waahh..mau!! Beasiswa apa ga?”Tanya gue dengan antusias, seperti dapat durian runtuh aja kagetnya. Soalnya ane merasa ane nggak merasa pernah daftar beasiswa apapun.

“Beasiswa dari kemdikbud (beasiswa unggulan) sama Bank CIMB Niaga. Kamu dari dulu lo dicari sama kemahasiswaan, tapi nggak ada yang tahu kontakmu.”

“Hah? Sumpah aku nggak tau apa-apa ga!” jawab ane dengan terheran-heran.

“Wes, gini aja. Nanti habis tes kamu ke Direktorat Kemahasiswaan. Kamu nemui Pak Yanto (lupa namnaya Pak maaf hehe). Kamu nanya syarat-syaratnya sama dia,” kata Fraga lagi.

“Oke-oke ga. Makasih banget infonya.”jawab ane.

Karena tes TOEFL akan segera dimulai, ane segera kembali ke bangku ane. Sembari menunggu panitia bersiap-siap, ane segera menelfon ibu ane yang nunggu di luar.

Tuutttt…..Tuuttt…

“Halo?” jawab ibu ane.

“Halo? Mah? Ini Galuh. Mah barusan aku dapat info kalau aku ditawarin beasiswa. Nah info sama syaratnya suruh tanya ke Pak Yanto di Direktorat Kemahasiswaan. Bisa kesana nggak mah? Ngomong aja mamah itu walinya Galuh dan mau nanya syarat-syarat buat beasiswa.”

“Yo, takcobane sik.”jawab ibu ane singkat.

Hufft, syukurlah. Selama 2 jam berikutnya, ane bisa konsen mengerjakan TOEFL karena sudah lega. Sudah ada ibu ane yang menanyakan ke Direktorat gimana nasib beasiswa ane. Sekitar pukul setengah 4 sore, ane akhirnya selesai mengerjakan TOEFL dan keluar ruangan. Orang pertama yang ane cari adalah ibu ane, ane pengen banget tahu gimana perjuangannya mencari Pak Yanto.

“Mah, mah? Dimana?” Tanya ane di telfon.

“Oh ini mamah di deket parkiran,”jawab mama ane.

“Oke, aku kesana.”

Akhirnya ane menemukan ibu ane sedang duduk di dekat pohon, segera ane samperin.

“Mah, piye beasiswane?” tanyaku dengan sangat penasaran dan semangat.

“Nih, udah. Ini syaratnya,”kata ibu ane sambil menyerahkan secarik kertas.

“Waahh? Masih bisa??” ane sangat bahagia saat itu.

“Masih bisa. Dikirim secepatnya aja tadi soalnya kata Pak Yanto udah hampir telat. Wah tadi mamah takut banget mau ketemu Pak Yanto takkira orangnya serem. Ternyata baik banget. Ternyata kamu udah dicari dan ditunggu selama ini.”jawab ibu ane.

“Iya mah, besok Senin dikirim langsung lewat kentor pos.”

Akhirnya ane bisa pulang ke Solo dengan lega dan bahagia. Siapa sangka, dihari yang biasa saja, di hari pertama ane ke UGM untuk urusan akademik, langsung diberi berkah yang luar biasa oleh Tuhan. Sore itu ane dan ibu ane akhiri dengan menyantap bakmi jawa super mantap di Klaten. Semoga lancar!

###

Keesokan harinya, ane segera mempersiapkan semua syarat yang ditulis di kertas dari Pak Yanto kemarin. Semua berkas-berkas mulai dari Ijazah SMA, piagam-piagam Lomba dan Kejuaraan, Kartu Keluarga, Akta Lahir, Raport, Penghasilan Orangtua, kesemuanya ane fotocopy 2x untuk persiapan. Ane sudah siap dengan segala konsekuensi beasiswa ini yang pasti menargetkan IPK tertentu. Ane ingin mandiri dan ane berharap ane lolos beasiswa ini. Ane mengirim berkas-berkas tersebut hari Seninnya, lewat pos Express. Dikirimkan langsung ke UGM dengan penerima Pak Yanto.

###

Semingguan kemudian, perkuliahan ane akhirnya dimulai. Setelah serangkaian ospek fakultas dan pengenalan jurusan, akhirnya ane kuliah seperti biasa. Senior-senior masih bersikap dingin ke junior (angkatan ane) karena kita belum diospek jurusan. Kegiatan ane berhari-hari hanya berkisar kuliah, makan di kantin dan pulang ke kos.

Beberapa minggu kuliah, ane dan beberapa teman jurusan (termasuk Fraga) diundang ke CIMB Niaga Yogyakarta untuk melakukan tes pertama beasiswa ini. Tes ini sendiri meliputi Tes Psikologi, Tes Bahasa Inggris dan FGD (Forum Group Discussion). Rombongan kami ada 4 orang yaitu Ane, Hasbi, Dani dan Fraga. Waktu itu karena lokasi Gedung CIMB Niaga dekat dengan kos, ane datang duluan setelah pulang ke kos sebentar.

Sampai di gedung CIMB Niaga dan mengutarakan maksud ane, ane disuruh memakai jas almamater. Alhasil ane pulang lagi dan kembali beberapa saat kemudian. Setelah perkenalan singkat, akhirnya tes dimulai. Saat itu pesertanya banyak juga ya, mungkin sekitar 15 orang. Ane sendiri nggak tau yang diambil berapa orang. Tes Psikologi-nya sendiri masih standar dan ane bisa mengerjakan dengan lancar. Untuk bahasa inggrisnya sendiri, kebanyakan istilah bank yang ane nggak ngerti. Ane hanya silang-silang aja jawabannya dengan sedikit feeling. Ane hanya pasrah aja, kalau ini rejeki, ane yakin ane akan dapat beasiswanya.

Setelah kedua tes tersebut selesai, tes selanjutnya adalah FGD (Forum Group Discussion). Saat itu panitia memberi kami suatu topik dan kami harus memulai diskusi, harus ada yang pro dan kontra dengan pernyataan tersebut. Ane melihat kesemua calon penerima beasiswa ini mempunyai ambisi dan mimpi yang sama, memperoleh beasiswa ini. Ane hanya sesekali mengutarakan pendapat. Wes, pokoknya udah ngomong, batin ane.

###

Selang beberapa hari kemudian setelah tes TPA, Bahasa Inggris dan FGD, ane ditelfon kembali oleh Pak Yanto, mengatakan bahwa ane lolos dan dipanggil untuk tes tahap selanjutnya. Waahh…kaget juga ya. Secara ane nggak terlalu ngarep juga sih, ternyata lolos juga. Kami rencana akan diwawancara di Gedung CIMB Niaga lagi.

Pada hari H, ane datang kembali ke Gedung CIMB Niaga dengan semangat tinggi. Ane semakin optimis akan bisa mendapatkan beasiswa ini. Ternyata dari 15-san orang yang melakukan tes pada tahap pertama kemarin, Cuma diambil sekitar 10 orang untuk diwawancara. Dari jurusan ane, Ane sama Hasbi yang lolos.

Wawancara ini hanya berkisar pertanyaan ringan seperti disuruh memperkenalkan diri, motivasi mendapatkan beasiswa, dunia perkuliahan dan diakhir wawancara disuruh coba ngomong bahasa Inggris. Syukurlah ane bisa melalui semuanya dengan lancar. Sekarnag semuanya di tangan Tuhan!

###

Selang beberapa hari kemudian, ane ditelfon ibu ane dari Solo. Ibu ane ngomong barusan ada perwakilan dari CIMB Niaga Solo yang datang ke rumah ane. Mereka tidak lain dan bukan ya tim beasiswa itu sendiri gan. Salah satu kriteria untuk mendapatkan beasiswa ini sendiri selain nilai akademik yang bagus juga yang diutamakan kurang mampu gan. 

“Wah isin aku Luh, mereka tadi sampe foto-foto rumah segala, dikira orang lak kita ni mau ngutang bank,”kata Ibu ane.

“Hahaha, santai aja mah,”jawab ane.

Keluarga ane memang pas-pasan, rumah kecil, sehingga akhirnya ane dapat pengumuman yang membahagiakan seminggu setelahnya.

###

Akhir pekan itu, ane pulang Solo. Sejak kuliah mulai, ane memang sering pulang Solo saat weekend gan. Soalnya bingung juga mau ngapain di Jogja. Cuma ngalamun di kos bukan ide yang menyenangkan.

Sabtu magrib, datang telefon untukku, dari Pak Yanto.

‘Luh, kamu lolos beasiswa Unggulan CIMB Niaga. Nanti bakalan diundang sama CIMB Niaga untuk tanda tangan kontrak di Jakarta.”

“Wuaaahhh…iya Pak!! Makasih Pak!” Jawab ane dengan bersemangat.

“Tapi ingat to, nanti lulus harus mau kerja 3 tahun di CIMB Niaga.”

“Iya Pak, Gak masalah Pak.” Jawab ane.

“Oke, berarti kamu bersedia ya. Saya konfirmasi ke mereka.”

Wuaahh! Nggak bisa kebayang senengnya ane saat itu gimana gan! Ternyata dari jurusan ane, ane sama Hasbi yang dapat beasiswa ini. Benar-benar ketidaksengajaan berbuah berkah!!





Terimakasih kepada:

Tuhan, tanpa Tuhan mungkin ane nggak akan pernah mendapatkan semua ini. Ane bisa masuk UGM aja udah bersyukur banget, masih ditambah beasiswa, benar-benar anugerah tak terkira.

Fraga Luzmi Fahmi – karena telah memberikan info beasiswa ini kea ne. Kalau lo nggak kasi tau mungkin ane nggak akan pernah ngerti beasiswa ini.

Mama – sudah mau menanyakan info beasiswa ke Direktorat Kemahasiswaan padahal sebelumnya belum tau UGM sama sekali. Jalan sendiri, nanya sendiri, makasi MAMA!!

Kemendikbud dan CIMB Niaga – terimakasih atas kesempatan ini.

Cerita berlanjut disini (cerita lanjutan ini ane tulis setelah lulus kuliah)


0 comments:

Poskan Komentar