Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

4.21.2016

Tanah Timor LELEBO 11 : Seminggu terakhir di Atambua

Sewaktu ane memutuskan untuk extend liburan di Atambua, ane masih nggak tahu akan berapa hari lagi disana. Saat itu yang ada di pikiran ane, ane hanya ingin menuntaskan rasa kangen ini sampai ke titik paling habis. 

Perjalanan ke Atambua masih seperti kemarin, Kupang - Camplong - Soe - NikiNiki - Kefamenanu - Halilulik (Desa  Rinbesi Hat). Pada saat sampai Camplong, ane sempat berpikiran ingin berhenti di Soe, melanjutkan petualangan ke Desa Fatumnasi. Tapi membayangkan kesendirian ane jadi malas dan tetap di bus sampai ke Halilulik.

Ane sampai di Desa Rinbesi Hat menjelang petang, sekitar pukul 18.00. Rinel langsung menyambut ane dan mengajak ane ke rumahnya. Selesai meletakkan tas, ane langsung diajak 2 adik (Rinel dan Elis) untuk JJS di Desa Rinbesi Hat. Seakan semua beban hilang ketika melakukan semua hal bersama adek-adek ane.

Ane menghabiskan waktu seminggu setelahnya di Desa Rinbesi Hat, 4 hari nginap di rumah Rinel dan 3 hari terakhir di rumah Any. Memang empat hari setelah ane ke Atambua, Any sudah menyelesaikan ujiannya di Kupang dan pulang ke Atambua. Kegiatan ane sehari-hari berkisar tidur, nongkrong, makan, JJS, JJP, pergi belanja ke pasar, jalan-jalan ke Atambua, makan mie ayam solo di Atambua.

Selama di Rinbesi Hat juga ane dikenalkan Rinel dengan mama besarnya, ane sering main ke rumahnya dan ngobrol-ngobrol seru sampe dibawain oleh-oleh nanas dan madu sebelum pulang. Sama Mama Rita (mamanya Any), ane dikasih kain tenun. Disuruh makan dengan dominasi menu daging biasa ane dapatkan disini, padahal mereka sendiri jarang makan daging. Terimakasih semuanyaa......

Selain jalan-jalan, ane juga mengunjungi rumah bapa dan mama yang ada di Desa Rinbesi Hat, khususnya Dusun Dinleo tempat ane melaksanakan KKN dulu. Tidak ada yang berubah dari mereka, mereka semua tetap baik dan ramah.

Salah satu rumah yang ane singgahi adalah rumah keluarga Elis, salah satu adek ane juga di Rinbesi Hat. Ane bertamu dan mengobrol-ngobrol ringan dengan mereka. Sewaktu ane mau pamit pulang, neneknya Elis bahkan menangisi kepergian ane. Ane merasa begitu terharu dengan ini semua. Mereka sederhana tapi berusaha memberikan yang terbaik untuk ane. Sungguh suatu perlakuan yang langka didapatkan di perkotaan pada zaman sekarang ini.

Kepulangan ane adalah tanggal 5 Februari 2014, setelah semalam kembali menginap di kos Any. Trip ini adalah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan buat ane.

Terimakasih ATAMBUA!

Terimakasih Elis.

Terimakasih Mama Shinta, Mama Elis, Elis, Noel dan Herman.

Terimakasih alm. Mama Yanti, Yanti dan Remi

Terimakasih Remi dan Noel.

Terimakasih Mama Tere dan Mega.

Terimakasih Lena.

Terimakasih Linda dan Jazmin.

Terimakasih Pace, Mega dan adiknya Pace.

Terimakasih Andri, Rinel, Yanti, Pace, Gusti dan Lena..

Terimakasih Lena, Yanti, Gusti dan Andri

0 comments:

Poskan Komentar