Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

11.15.2016

Ketika Backpacking hanya dianggap Membuang-buang uang, aku menjawab....

To Travel is to Live (Suvarnabhumi Airport, Thailand January 23, 2012)

"Nduk, kamu harus nabung ya. Hati-hati kalau atur uang, jangan kebanyakan jalan. Kamu harus selalu mempunyai simpanan untuk hal tak terduga," kata ayahku suatu hari.

Aku hanya mengiyakan. Walau perintah "jangan kebanyakan jalan" itu tidak mungkin bisa kupenuhi karena ada rasa dalam diriku untuk terus melihat dunia ini bagaimanapun caranya. Tetapi aku berusaha mendengarkan nasehatnya untuk menabung selain untuk traveling.

Seseorang bertanya padaku suatu hari, "Kamu nggak sayang sama uangmu kalau kamu pakai jalan-jalan terus? Emang apa yang kamu dapatkan selain bersenang-senang beberapa hari di luar negeri, postingan di media sosial yang di-like banyak orang dan kebanggaan?"

Aku hanya menjawab masam, " Well, aku rasa anda tidak mengerti sama sekali tentang backpacking."

Sebenarnya aku ingin menjelaskan secara panjang lebar, tapi terkadang mulut ini terlalu malas untuk melanjutkannya. Sangat susah membuat seseorang yang skeptis mengerti, Jadi aku tidak terlalu memperdulikan. Biarlah setiap orang menjalani hidup menurut tujuan hidup masing-masing.

Sebenarnya apa saja hal-hal yang kudapatkan setelah pulang backpacking? Apakah hanya uang yang menipis saja? Kebanggaan sesaat?

1. Hari-hari yang tidak terlupakan

"We travel not to escape life, but for life not to escape us."

Bisa dibilang, hari-hari selama aku backpacking adalah hari-hari yang tidak terlupakan untukku. Bagaimana aku bisa melupakan rasa antusiasku sewaktu pertama kali melihat kerlap-kerlip lampu dari langit Bangkok? Bagaimana aku bisa melupakan rasa antusiasku sewaktu melihat Taj Mahal untuk pertama kalinya? Melihat bangunan Angkor Wat yang begitu luasnya? Melihat Patung Merlion untuk pertama kalinya? Melihat Gunung Everest pertama kalinya meski hanya dari kejauhan? Melihat tempat kelahiran Sang Buddha? melihat tempat dimana Sang Buddha mendapatkan pencerahan sehingga menjadi guru spiritual umat Buddha di seluruh dunia? Sebagai jawaban, aku tidak akan pernah melupakan itu semua. Jika aku ditanya apa saja momen paling berharga dalam hidupmu, selain hal-hal mainstream seperti juara lomba, diterima kuliah di kampus tertentu, lulus kuliah, dapat kerja, melihat orangtua tersenyum, dan lain sebagainya, aku akan menambahkan semua pengalaman backpackingku ke dalamnya.

Travel brings love and power back to your life (Wat Phra Kaeo, Thailand, 2012)

Wherever you go, go with your heart (Wat Phra Kaeo, Thailand, 2012)

You travel for the unknown (Ta Phrom, Cambodia, 2012)

Jika aku ditanya apa yang kamu lakukan sebulan yang lalu, pada tanggal dan jam yang sama? Aku mungkin sudah lupa. Waktu itu hanya seperti serangkaian peristiwa hidup biasa yang memang harus dilewati. Tetapi jika ada yang bertanya apa yang aku lakukan tanggal 23 Januari 2012 (keberangkatanku ke luar negeri pertama kali yakni Thailand). Apa yang kamu lakukan pada 2 Februari 2013 (keberangkatanku ke Filipina). Apa yang aku lakukan pada 10 Juli 2016? (hari terakhir aku di Nepal), aku masih bisa menceritakan semuanya dengan cukup detail. bahkan peristiwa empat tahun yang lalu, aku masih mengingat dengan cukup detail.
Take every chance you get in life, because some things only happen once (India Gate, India, 2016)

Life's journey not a race (Thar Dessert, India, 2012)

Not all those who wander are lost (Agra Fort, India, 2012)

2. Pengalaman yang selalu bisa diceritakan
Aku selalu senang melihat teman-teman seusiaku mempunyai semangat untuk melihat dunia. Karena dunia ini begitu luas dan penuh cerita. Sifat manusia yang didasari rasa ingin tahu membuat rasa ingin menjelajah dan mengelana tumbuh. Saat rasa ingin menjelajah tumbuh, pengalaman adalah guru terbaik yang bisa diceritakan.


 Travel is about the gorgeous feeling of teetering in the unknown (Amer fort, India, 2016)

Die with memories, not dreams (Hawa Mahal, India, 2016)

Aku selalu senang berbagi cerita perjalanan, kepada siapapun yang membutuhkan informasi. Karena aku rasa perjalanan akan lebih indah dan bermakna jika setiap orang bisa merasakannya. Apakah sebuah fungsi perjalanan jika hanya disimpan sendiri? Perjalanan itu akan terlupakan, tergerus waktu, tergerus peristiwa hidup yang lain. Maka dari itu aku selalu mendorong setiap teman-temanku untuk menulis.

Menjadi seorang backpacker membuatku mempunyai sedikit pengalaman yang selalu bisa kuceritakan kepada orang lain. Baik dalam bentuk komunikasi searah (lewat blog), ataupun komunikasi dua arah (mengobrol dengan orang lain).

To Travel is worth any cost or sacrifice(Singapore, 2013)

Happiness is a journey not a destination (Malaka, Malaysia, 2013)

 Open your eyes and see the beauty (Thar Dessert, India, 2012)

Life is short and the world is wide (Thar Dessert, India, 2012)

 ordinary people can life extraordinary lives (Lumbini, Nepal, 2016)


Always do what you are afraid to do (Kathmandu, Nepal, 2016)

3. Keinginan mengajak orangtua melihat hal yang sama
Selama ini orangtuaku tidak pernah melarangku untuk bepergian kemanapun. Bahkan saat aku masih duduk di bangku kuliah semester IV, masih belum terlalu mengerti luar negeri selain Asia Tenggara, mereka mengizinkanku berangkat ke India. Salah satu negara yang mungkin di mata mereka penuh kengerian. Aku sangat menghargai kepercayaan mereka.


Book a Ticket and just leave (Agra Fort, India, 2016)

Life is beautiful if you know where to look (Kathmandu, Nepal, 2016)

Entah kenapa, setiap melihat tempat yang indah, aku terpikir mereka, Selama ini mereka hanya di Solo saja, ingin sekali mengajak mereka melihat apa yang aku lihat. Mungkin lewat itulah mereka bisa mengerti selama ini aku tidak hanya membuang-buang uang di jalan, ada banyak hal bisa menjadi perjalanan hidup. Ibuku mempunyai keinginan mengunjungi tanah leluhur di Beijing, sementara aku kurang yakin dengan ayahku dia ingin kemana. Semoga suatu saat bisa ya!

Adventures are the best way to learn (Nagarkot, Nepal, 2016)

To those who can dream, there is no such place as far away (Nagarkot, Nepal, 2016)

4. Foto-foto yang menarik
Tidak dipungkiri, menjadi seorang backpacker akan membuatmu menjadi seorang fotografer amatir dadakan yang mempunyai banyak koleksi foto menarik dari berbagai tempat di dunia. Bukan hanya untuk pamer di media sosial, aku rasa foto tersebut mempunyai makna yang lebih mendalam dari itu. Foto itu adalah sebuah gambar yang menceritakan seribu cerita. Lewat sebuah foto, kita bisa menceritakan lebih banyak dan detail. bahkan foto-foto tersebut bisa disimpan dalam sebuah album kenangan berjudul "All Around The World". Tidak harus selalu dibagikan untuk dilihat kalayak umum, aku rasa sebagian foto adalah kenangan pribadi. Saat anda membuka album tersebut, aku yakin senyum ada akan melebar dan banjir kenangan berdatangan.


The journey is my home (Thar Dessert, India, 2012) 


 Experience, travel – these are as education in themselves (Mumbai, India, 2016)

 Make voyages! Attempt them… there’s nothing else (Rizal Park, Philipphines, 2013)-



 Bizarre travel plans are dancing lessons from God (Taj Mahal, India, 2016)


Let your memory be your travel bag (Nagarkot, Nepal, 2016)

5. Mendapatkan kenalan baru
Aku rasa hidup ini sungguh misterius. Kita tidak bisa menebak, kapan akan mendapatkan sebuah keberuntungan, kapan akan mendapat musibah, kapan akan mati, kapan akan mendapatkan kenalan baru yang bisa mengubah hidup kita (baik dalam skala kecil ataupun besar) dan lain-lain. Maka dari itu aku berusaha mengambil semua sisi positif dari perjalanan.


 Travel penetrates your consciousness, but not in a rational way (Qutab Minar, India, 2012)

To travel is to possess the world (Jaisalmer, India, 2012)

 One’s destination is never a place, but a new way of seeing things (Thar Dessert, India, 2012)

To travel is to take a journey into yourself (Kathmandu Durbar Square, Nepal, 2016)

Aku mempunyai cerita bertemu dengan dua orang asal Indonesia di Bandara Tribuvan, Kathmandu, Nepal. Mereka bercerita pernah bertemu dengan seorang Indonesia di Thamel (kawasan backpacker di Kathmandu) tetapi hanya acuh tak acuh saat disapa. Padahal mereka berekspetasi lebih bertemu dengan sesama orang Indonesia. Hal itu menyadarkanku kita tidak boleh terlalu sombong dan cuek saat di jalan. Seperti prinsip karma, jika tidak ingin dibegitukan, jangan membegitukan. Ini pelajaran yang berharga!

Dia juga yang mengenalkanku kepada istilah domain untuk nama blog dan merekomendasikan tempat membeli domain yang murah dan terpercaya, Aku selalu ingin mengganti nama blog lamaku tapi kurang paham caranya, Ternyata lewat mereka aku bisa dengan mudah mengganti nama blogku. Kesannya hanya begitu ya? Tetapi sekecil apapun, aku rasa pertemuan dengan orang baru selalu membawa sebuah tujuan tertentu pula!


 Life is either a daring adventure or nothing (India-Nepal Border, 2016)

The grand tour is just the inspired man’s way of heading home (Lumbini, Nepal, 2016)

He travels fastest who travels alone (Kathmandu Durbar Square, Nepal, 2016)

To travel is to discover that everyone is wrong about other countries (Kathmandu, Nepal, 2016)

Itulah apa saja yang kudapatkan setelah backpacking. Mungkin uangku berkurang atau bahkan habis, mungkin postingan di media sosial mudah dilupakan orang, tapi bagiku kenangan pribadi itu akan abadi.


0 comments:

Poskan Komentar