Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

7.13.2016

Diary Menggapai Himalaya 12 : Terjebak di Gorakhpur

Gorakhpur
7 Juli 2016
08.49

[12] July 7, 2016
Perjalanan ke kota kecil bernama Gorakhpur benar-benar sebuah penguji kesabaran. Bagaimana tidak? Kereta kami dari Agra ke Gorakhpur yang sejatinya berangkat kmrn malam jam 21.23 telat 8 jam, shg keretanya baru dtg keesokan harinya jam 06.00 pagi. Bisa ditebak, kami tidur di peron kecil dan berdebu. Beberapa gelandangan terlihat tertidur nyenyak. Sesekali polisi stasiun menanyakan kabar kami dn menyuruh kami tidur bergantian utk menjaga barang. Penantian yang benar2 menyiksa dan lama,, aku sering sekali terbangun karena suara kereta barang yang kerasnya bukan main2. Toilet? Jangan ditanya. Untuk pipis aku harus menahan nafas sesaat, melihat tumpukan kotoran manusia dimana2, membuatku cukup bergidik ngeri dn cept2 menyelesaikan urusan.

Pukul 6 pagi, raungan kereta Avadh Express, kereta kami, sukses membangunkan tidurku yg tidak yang tidak benar2 nyenyak dn badan gatal2. Aku segera mencuci muka dn mengejar gerbongku, sebelum kaget bukan main melihat ledakan manusia di gerbongku. Utk masuk aja susahnya bukan main, berpuluh2 orang berdiri di gerbong. Tempat duduk kami? Tidak usah ditanya, pasti sudah ditempati. Dengan bantuan pemuda lokal, kami mendapatkan tmpt duduk kami. Itupun masih berbagi tempat duduk dengan penumpang yang lain dn brg2 mereka yang seabrek. Mereka adalah penumpang gelap yg tidak punya tiket.
14 jm perjalanan, dengan desingan bau pesing dari toilet kereta, sampailah kmi di Gorakhpur. Badan benar2 lelah, tumpukan manusia msih bertebaran. Seharusnya kami langsung ke Nepal, tapi krn penduduk lokal mengatakan berbahaya malam2 ke perbatasan, kami menunda esok dan tidur di hotel. Sebelumnya mkn kari ayam di warung gak tau apa namanya tulisan huruf devanagari kluweng2, enak banget rasanya meski tanpa MSG. Rencana harus diubah total, satu kota harus dikoreksi dan diganti dengan kota lain yg lebih dekat karena faktor kereta. Rencana hari ini akan masuk ke perbatasan, menuju Lumbini (tempat kelahiran Sang Buddha Siddhartha Gautama) dan langsung bus malam ke Kathmandu. Doakan lancar fellas.







0 comments:

Poskan Komentar