Life Only Once. Stop Thinking and Just Make It Work

7.13.2016

Diary Menggapai Himalaya 19 : Hindi and Friend on the Road

Surabaya
13 Juli 2016
09.00

[19] hindi & friend on the road
"Apka nam kya hai? Mujhe kuch Hindi ati hai... Kyaa tum angrezee boul sakte ho? " Tanyaku kepada beberapa orang India dengan sok tau.
(Siapa namamu? Aku bisa berbicara Hindi sedikit. Kamu bisa berbahasa Inggris?)
Terkadang sebaliknya, mereka bertanya.
"Hi, are you from china? Japan? Korea? Taiwan?"
 of course Indonesia 
Terkadang hanya dengan beberapa sapaan singkat dengan pronouncation Hindi yang kacau, bisa membuka percakapan dengan mereka. Aku memang orang sok tau, ketika mereka mulai menjawab sapaanku dengan bahasa hindi, aku kewalahan dan ketawa-tawa, sama sekali nggak paham apa maksud mereka. Kelihatan hanya sekedar menghafalkan sedikit frase hehehe. Selanjutnya tentu saja kita bercakap Bahsa Inggris ala patah2. Wkwkwk.
Menurutku roh dari sebuah perjalanan bukan terletak hanya pada tujuan-tujuan eksotis yang hendak/sudah kita capai. Tapi apakah kita puas dan bahagia dengan perjalanan itu. Salah satu yang membuat batinku lebih puas, saat aku bisa berinteraksi dengan sesama traveler lain/orang lokal. Karena sebenarnya dalam diriku, ada pribadi introvert sekaligus ekstrovert. Ketika aku mencoba diriku keluar dari zona introvert dan membuka diri, aku menyadari bahwa kita bisa menikmati dunia ini bagaimanapun caranya, salah satunya dengan berinteraksi dengan manusia yang lain.
Orang manapun di dunia, aku rasa kebanyakan adalah orang baik. Jika terus berpikir positif dan mampu mawas diri, aku yakin kita akan terus bertemu orang baik di sepanjang jalan. Aku bersyukur bertemu mereka. Mereka yang menambah cerita indah tentang India.
Seperti kutipan lagu Justin Bieber, " All around the world....people want to be loved...."









0 comments:

Poskan Komentar